fbpx

info@dailyhoney.co.id

5 Fakta Menarik tentang Sarang Lebah yang Harus Kamu Tahu

5 Fakta Menarik tentang Sarang Lebah yang Harus Kamu Tahu

Lebah merupakan hewan dengan bakat arsitektur yang handal dan juga cerdas. Ada banyak bukti yang mengatakan hal itu: struktur sosial koloni lebah yang kompleks, desain sarang yang proporsional, dan kerja sama yang mumpuni untuk menghasilkan madu sebagai sumber makanan.

Satu koloni lebah terdiri dari ribuan lebah pekerja, lebah penjaga sarang, dan beberapa ekor lebah jantan yang kesemuanya dipimpin oleh sang ratu lebah. Semua lebah pekerja adalah betina, dan sang ratu lebah, apalagi, tentunya juga adalah betina yang sekaligus menduduki puncak struktur sosial dari koloni. Bagaimana menurut Anda? Apakah hal itu membuat Anda berpikir bahwa mungkin lebahlah yang memulai semua konspirasi feminisme itu dan mempopulerkan kesetaraan gender? Well, siapa juga yang menyangka demikian.

Lebah membuat sarang sebagai tempat tinggal sekaligus berfungsi untuk menyimpan nektar yang kemudian diolah menjadi madu. Jika kita amati dengan seksama, potongan desain dari semua sarang lebah di alam selalu sama — berbentuk segi enam yang terjalin dengan rapat satu sama lain, dan terbuat dari lilin. Akan tetapi, pernahkan Anda berpikir mengapa desainnya harus seperti itu, diantara banyak kemungkinan bentuk yang lain? Adakah alasan serius dibalik cerita pembuatan sarang lebah yang unik tersebut?

Untuk itu, mari kita simak beberapa fakta menarik tentang sarang lebah berikut ini.

Fakta #1 Bentuk segi enam atau heksagonal akan memaksimalkan luas ruangan dan tidak menghabiskan banyak zat lilin

Bentuk segi enam atau heksagonal yang simetris, apabila digabungkan dapat menghasilkan kombinasi ruang guna yang sempurna, yakni tidak menghasilkan ruang-ruang sisa yang tak berguna, seperti misalnya jika ruang-ruang tersebut berpenampang lingkaran atau segilima.

Ahli matematika memberikan alasan untuk itu: “Struktur segi enam adalah bentuk geometris yang paling sesuai untuk memanfaatkan setiap bahagian unit penyimpanan secara maksimum”.

Baca juga: Sebuah Narasi: “Mengapa Sarang Lebah Berbentuk Heksagon?”

Bilamana sarang madu tersusun dalam bentuk lain, akan ada ruang yang tidak terpakai, sehingga madu yang tersimpan tidaklah banyak dan lebih sedikit lebah yang mendapatkan manfaatnya.

Sebenarnya bentuk geometris seperti segi tiga dan segi empat juga dapat menampung jumlah madu yang sama dengan bentuk segi enam jika kedalaman sarang tersebut sama.

Yang membedakannya adalah kedua bentuk tersebut memerlukan jumlah lilin yang cukup banyak dalam proses pembentukannya, sementara segi enam yang memiliki keliling paling pendek membutuhkan jumlah lilin yang lebih sedikit.

Sungguh mengagumkan bukan?!

Mungkin hal serupa bisa diterapkan dalam kehidupan manusia misalnya dalam segi ekonomi bangunan dimana dari lebah kita bisa belajar bahwa pengoptimalan biaya sama sekali tidak mengurangi nilai estetika.

Fakta #2 Sarang lebah yang menggantung dan tampak rentan terhadap kerusakan, sebenarnya memiliki kekuatan yang mindblowing

Lebah memiliki sarang dengan akurasi keteraturan sudut yang tinggi. Dengan kemiringan tiga belas derajat di setiap rongga dimana bagian yang lebih rendah berada di dalam.

Dengan tingkat akurasi yang sempurna, pola sudut-sudut ini terus berulang. Sehingga, madu yang tersimpan di sarang tidak akan mengalir ke luar.

Kalau dilihat sekilas sarang lebah yang menggantung tampak rentan terhadap kerusakan, namun faktanya sarang lebah memiliki kekuatan yang besar.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kemampuan sarang itu tidak hanya untuk menahan beban beratus-ratus lebah, namun juga mampu menampung madu di dalam setiap rongganya.

Bagaimana itu bisa terjadi?

Lebah membangun sarang dengan teknik yang benar-benar mengagumkan yakni dengan mengawali proses membangun sarang dari kelompok kerja yang berada di tempat yang berbeda.

Proses ini terus berlanjut sampai akhirnya dengan ketepatan yang sempurna, kantung-kantung heksagonal yang terbentuk bertemu di tengah-tengah.

Simetrisitas yang terdapat dalam pengaturan komposisi geometris pada sarang lebah memberikan kesan keseimbangan yang sangat kuat secara keseluruhan. Wow!

Fakta #3 Sarang lebah memiliki pengaturan kelembapan dan ventilasi

Madu yang memiliki kualitas tinggi sangat dipengaruhi oleh kelembaban sarang  yang terjaga pada batas tertentu.

Madu akan rusak dan kualitas perlindungan maupun nutrisinya akan hilang jika kelembaban sarang kurang atau melebihi batas tersebut.

Selain itu, pada sepuluh bulan pertama suhu sarang harus 35˚ C. Untuk menjaga suhu dan kelembaban sarang dalam batas yang seharusnya, ada kelompok lebah khusus yang ditugaskan menjaga ventilasi.

Lalu, bagaimana cara kelompok lebah tersebut menjaga ventilasi udara?

Ketika cuaca panas, pintu masuk sarang dikerumuni lebah dengan cara menempel pada struktur kayu, lebah-lebah tersebut mengepakkan sayang guna mengipasi sarang.

Udara yang masuk pada sarang biasanya akan terdorong keluar pada sisi yang lain. Nah, disinilah lebah penjaga ventilasi berperan, yakni dengan mendorong udara yang masuk pada sarang ke setiap sudut.

Kelompok lebah penjaga ventilasi ini juga bertugas dalam melindungi sarang dari asap dan pencemaran udara.

Fakta #4 Di dalam sarang terdapat sistem pemeliharaan kesehatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang mungkin mengundang bakteri

Ada dua lebah penjaga yang selalu siaga di pintu sarang dalam rangka mengindari zat asing memasuki sarang.

Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang, walaupun sudah ada tindakan pencegahan ini, semua lebah akan berusaha untuk mengusirnya dari sarang.

Namun jika dua lebah penjaga ini kecolongan, dalam artian zat asing atau serangga berhasil memasuki sarang, maka semua lebah akan berusaha untuk mengusirnya.

Fakta #5 Untuk memproduksi 1 ons lilin sebagai bahan pembuatan sarang, lebah membutuhkan 8 ons madu

Unit-unit penyimpanan madu pada sarang lebah terbuat wax atau zat lilin yang berasal dari lebah itu sendiri. Masalahnya, untuk memproduksi bahan tersebut membutuhkan banyak upaya dan kerja keras. Lebah harus mengkonsumsi 8 ons madu untuk memproduksi hanya 1 ons lilin. Sehingga, mereka tidak ingin membuang-buang sumber daya dengan cara seperti itu. Jadi, untuk mengakalinya mereka butuh sebuah desain yang bisa menyimpan sebanyak mungkin madu dengan menggunakan sejumlah kecil lilin. Dan sebagai hasilnya, adalah bentuk sarang lebah yang kita lihat hari: desain segi enam yang terjalin rapat dengan cantik dan kokoh sebagai buah dari proses evolusi yang panjang. Arsitektur manapun mungkin akan bangga melihatnya.

.  .  .  .  .

Nah, itulah ulasan mengenai 5 fakta menarik tentang sarang lebah, yang selama ini mungkin belum banyak orang tahu. Diantara ke-5 insight tersebut, mana yang paling menggugah menurutmu? Silahkan tulis pendapatmu pada kolom komentar di bawah!

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan