fbpx

info@dailyhoney.co.id

7 Alasan Kenapa Madu Lebih Sehat Daripada Gula

7 Alasan Kenapa Madu Lebih Sehat Daripada Gula

Mungkin tak sedikit orang yang mengira bahwa madu dan gula itu pada dasarnya sama saja, sama-sama bahan pemanis atau banyak mengandung glukosa. Akan tetapi, anggapan tersebut sebenarnya kurang tepat, lho. Meskipun memang terdapat kesamaan antara gula dan madu, namun perbedaannyaa jauh lebih mencolok, baik itu dari segi rasa, aroma, jenis produk, kandungan nutrisi hingga pemanfaatannya.

Untuk lebih jelasnya mengenai perbandungan madu dan gula, bisa dibaca pada postingan berikut: Madu dan Gula, Bedanya Dimana?

Nah, jika kamu sudah cukup memahami kesamaan dan perbedaan antara madu dan gula, tentu ada alasan yang bagus mengapa madu (read: madu asli) adalah pilihan makanan yang lebih baik atau menyehatkan daripada gula, bukan? Hal ini dikarenakan madu tidak hanya menawarkan karbohidrat sebagai nutrisi andalannya, melainkan juga properti lain yang telah terbukti berkhasiat untuk tubuh.

Jika gambaran tersebut masih belum cukup meyakinkanmu, maka dari itu dailyhoney akan secara khusus merangkum untukmu 7 alasan mengapa madu lebih baik daripada gula sebagai berikut.

#1. Lebih banyak kandungan nutrisi dan lebih sedikit diproses daripada gula

Madu kaya dengan karbohidrat sehingga dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Madu murni (tanpa pasteurisasi) memiliki sekitar 200 senyawa berbeda didalamnya. Secara umum, dalam 100 gram madu lokal mengandung sejumlah nutrisi yang terdiri dari 82,4% karbohidrat (fruktosa, glukosa, maltosa dan sukrosa), 17,2% air dan 0,4% sisanya adalah protein, vitamin, mineral, enzim dan senyawa asam atau antioksidan (lihat pada table dibawah). Jadi, hanya karena madu itu rasanya lebih manis daripada gula, bukan berarti nutrisi pada madu hanya terdiri dari glukosa dan fruktosa saja.

Gambar. Informasi nilai nutrisi dalam 100 gram madu (SNI 2004)

Oleh karena banyaknya senyawa aktif yang terkandung didalamnya, madu memiliki aroma dan bau yang khas. Beberapa riset menyatakan bahwa madu yang berwarna gelap memiliki lebih banyak antioksidan daripada madu yng berwarna cerah.

Selain itu, madu asli pada dasarnya tidak memerlukan proses pengolahan yang panjang dan langsung bisa dikonsumsi setelah diperas dari sarang lebah. Kecuali, paling tidak hanya dipateurisasi (pemanasan) pada suhu tertentu untuk mengurangi kadar air yang bisa memicu fermentasi pada madu.

Beda halnya dengan gula, produk gula yang kita jumpai di pasaran adalah bentuk akhir dari proses pengolahan yang panjang di pabrik gula. Beda halnya dengan madu yang berwasal dari lebah (produk hewani), gula diproses dari bahan nabati dari tanaman, seperti tebu, sagu, aren dan lain sebagainya serta tidak memiliki kandungan nutrisi yang kaya seperti madu.

Baca juga: Yuk! Cari Tahu Bagaimana Caranya Lebah Bisa Menghasilkan Madu

#2. Lebih mudah diserap oleh tubuh dan juga ramah untuk menu diet

Tidak hanya lebih kaya nutrisi, ternyata madu juga lebih gampang dicerna oleh tubuh ketimbang gula olahan. Hal ini dikarenakan dalam proses pembuatan madu di sarang, lebah telah menambahkan enzim diatase pada nektar (yang dihasilkan oleh lambung lebah), sehingga gula pada nektar telah diperhalus yang membuatnya lebih mudah dicerna oleh tubuh manusia. Sedangkan pada gula, tidak mengandung enzim bawaan tersebut, sehingga harus dicerna terlebih dahulu dengan bantuan enzim pada organ pencernaan kita.

Selain itu, karena kadar fruktosa lebih rendah dan mengandung nutrisi lainnya, maka indeks glikemiknya lebih rendah daripada gula. Sehingga, meskipun mudah dicerna dengan bantuan enzim lebah, tapi proses penyerapanya berjalan lebih lambat daripada gula. Hal ini berarti suplai energi yang berlangsung lebih lama dan membuat kita lebih tahan lapar. Madu juga hampir tidak mengandung lemak,  karena itulah, madu sangat cocok digunakan sebagai pengganti bahan pemanis pada menu makanan diet.

Beberapa pakar diet kesehatan juga menganjurkan untuk mengkonsumsi 1-2 sendok madu di malam hari agar tidur lebih lelap sehingga memaksimalkan metabolisme tubuh untuk membakar lemak dan mengurangi berat badan. Selain juga, harus dibarengi dengan olahraga dan membatasi jumlah kalori lain yang masuk secara teratur.

Baca juga: Tips Mengkonsumsi Madu untuk Diet Mengurangi Berat Badan

#3. Khasiat penyembuhan madu yang telah didukung melalui berbagai studi

Dari peradaban Mesir kuno 3000 tahun lalu, madu dianggap sebagai minumannya para dewa karena dipercaya memiliki manfaat untuk mengobati berbagai penyakit, meningkatkan stamina dan kesuburan.

Di abad ini, ketika sains dan teknologi semakin maju, telah banyak peneliti yang menemukan bukti-bukti baru mengenai manfaat madu secara medis dan di bidang lainnya. Efek penyembuhan dari madu ini diketahui berasal dari senyawa aktif pada madu yang bersifat sebagai antibakteri – antivirus – antioksidan sekaligus. Propertis itulah yang membuat madu menjadi layak dijadikan sebagai bahan antiseptik, jamu untuk penambah stamina dan diet, produk kecantikan dan membantu mengatasi berbagai infeksi penyakit oleh infeksi bakteri dan virus, seperti influenza, ulkus peptis, diare dan bronkithis.

Senyawa antioksidan pada madu juga berperan banyak dalam menangkal stres oksidatif yang melepaskan radikal bebas pemicu berbagai penyakit kronis, seperti hipertensi, jantung koroner, dan stroke. Madu juga dipergunakan untuk pengembali stamina pada atlet serta meningkatkan kesuburan pada pria dan wanita. Dan masih banyak kegunaan lainnya yang berhasil ditemukan oleh sejumlah riset dan studi ilmiah.

Karena berbagai alasan inilah, madu telah digunakan selama ribuah tahun dan dikenal sebagai makanan ajaib untuk mengobati penyakit dari generasi ke generasi.

Baca juga: 7 Manfaat Kesehatan Madu Yang Terbukti Secara Ilmiah

#4. Madu ramah untuk anak-anak dan bisa memaksimalkan tumbuh kembang mereka

Sebuah penelitian pada 2011 menemukan bahwa madu ternyata dapat meredakan batuk, radang tenggorokan dan infeksi saluran pernapasan pada anak-anak, sehingga dapat membuat tidur mereka lebih nyenyak  di malam hari.

Selain itu, karbohidrat dan probiotik yang terdapat pada madu juga dinilai bagus untuk menunjang pertumbuhan anak karena dapat merangsang nafsu makan bagi mereka yang mengalami masalah gangguan makan. Kandungan antioksidan pada madu juga dapat menguatkan sistem imun pad anak, sehingga tidak gampang sakit.

Selain itu, madu juga berguna dalam memperkuat fungsi otak mereka. Salah satu agen potensial pada madu yang membantu dalam peningkatan kognitif adalah senyawa antioksidan yang disebut phinocembrin. Phinocembrin merupakan kelompok senyawa antioksidan flavonoid yang dapat meningkatkan daya ingat dan proses pembelajaran. Berbagai riset telah menemukan bahwa phinocembrin memiliki dampak yang secara langsung berhubungan dengan neuroprotektif (perlindungan sel-sel syaraf dari penurunan fungsi atau penuaan), dan hanya ditemukan satu-satunya pada madu sebagai produk hewani. Zat yang tidak mungkin kita temukan pada gula olahan.

Selain itu, dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Journal of the Argentine Chemical Society, Vol. 96(2) tahun 2008 tentang komposisi kimia madu menemukan bahwa madu membantu dalam membangun dan mengembangkan sistem saraf pusat pada bayi yang barul lahir dan balita usia pra-sekolah, yang mana dapat mengurangi kecemasan, meningkatkan daya ingat dan pembelajaran, serta meningkatkan kinerja intelektual mereka di kemudian hari.

Dikutip dari halodoc, mengkonsumsi madu secara rutin setiap hari akan menstimulasi produksi hormon-hormon yang bertanggung jawab terhadap daya kognisi dan memori otak pada anak. Tentunya, fisik yang kuat dan daya ingat yang baik sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran si anak di masa tumbuh kembangnya.

Baca juga: Studi Menunjukkan Bahwa Madu Ternyata dapat Membantu Perkembangan Otak Anak!

#5. Madu juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik

Madu memiliki sifat antibakteri, anti-jamur dan anti-peradangan yang mana itu dapat dimanfaatkan untuk bahan perawatan kecantikan. Dan tentu saja, senyawa aktif yang terkandung dalam madu tersebut akan membantu kulit melawan bakteri (penyebab jerawat, misalnya) dan jamur serta membantu meringankan iritasi/peradangan pada kulit. Selain itu, sekitar 20% kandungan madu adalah air, yang mana tentu saja hal itu dapat melembapkan area kulit yang kering karena dehidrasi.

Dengan menerapkan masker madu pada wajah, kulit akan jadi lembab menyeluruh karena madu memiliki enzim yang bisa dengan mudah meresap ke dalam kulit sehingga dapat melembabkan dari dalam secara maksimal. Selain itu, tekstur madu yang kental dan lengket akan mengangkat komedo dan kotoran yang mengendap pada pori-pori serta mengencangkan kulit wajah.

Luar biasa bukan kegunaan dari madu ini? Tidak hanya memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit, ternyata madu juga bisa diandalkan untuk merawat kecantikan, lho!

Selain untuk melembapkan dan mengencangkan kulit wajah, madu juga dapat melembapkan bibir. Kamu dapat menggunakan madu agar dapat memberikan kelembapan dan mencegah bibir pecah-pecah (dikutip dari detik.com/health).

Baca juga: Masker Wajah dengan Madu: Solusi Mencerahkan Kulit secara Alami

#6. Madu bisa dikreasikan dengan berbagai jenis buah dan menu makanan

Disamping penggunaanya untuk kesehatan, madu juga menawarkan sinergi yang baik ketika dikombinasikan dengan makanan lainnya, seperti polen, kayu manis, jahe, cuka buah apel, sari lemon, dan lain sebagainya. Madu dengan perasan buah lemon merupakan salah satu resep minuman yang paling banyak direkomendasikan sebagai menu diet dan detoksifikasi racun di dalam tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa madu bisa bersinergi dengan bahan makanan lainnya dan memberikan khasiat yang tak kalah luar biasanya.

Selain dicampurkan dengan buah-buahan, madu juga bisa ditambahakan pada menu makanan atau minuman lain, seperti roti tawar, pancake, omelet, jus buah, susu, teh maupun kopi. Pada minuman kita bisa menggantikan gula pasir dengan madu sebagai bahan pemanisnya. Sedangkan, pada makanan itu akan menambah cita rasanya menjadi lebih bervariasi sekaligus membuatnya lebih mudah dicerna, karena kandungan enzim yang terdapat pada madu. Dan yang terpenting, adanya madu pada makanan atau minuman yang kita konsumsi akan menambah nilai gizinya, serta membuat menu harian kita jadi tidsssak membosankan.

Baca juga: Yummy…!? Ini Dia 15 Tips Membuat Aneka Olahan Enak dengan Madu

#7. Ada banyak pilihan dan variasi madu dari jenis flora berbeda

Tahukah kamu?

Diperkirakan ada sekitar 320 jenis madu lebah yang ada di dunia dengan kemungkinan kompoisisi nutrisi dan kadar gula yang bervariasi tergantung wilayah geografis dan kondisi iklim tempat flora dari madu berasal. Dengan kata lain, madu yang berasal dari jenis bunga berbeda akan menghasilkan jenis madu dengan komposisi berbeda pula, walaupun kandungan nutrisinya tetap sama (tak jauh-jauh dari gula, air, protein, vitamin, mineral, asam, dlsb).

Jadi, tak semua madu itu sama. Ada madu yang kandungan airnya lebih rendah atau lebih tinggi daripada yang lainnya. Dan juga, ada madu yang kandungan antioksidannya lebih tinggi daripada yang lain, contohnya madu Sialang (asli Kalimantan) dan madu Manuka (asli Australia). Para peneliti juga menemukan bahwa madu yang berwarna lebih gelap memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi daripada madu berwarna cerah. Dan senyawa antioksidan ini sangat berguna dalam mencegah berbagai resiko penyakit kronis, seperti serangan jantung, stroke dan kanker.

Selain itu, ternyata lebah tidak hanya menghasilkan madu, lho! Ada produk makanan lain yang juga dihasilkan oleh lebah, antara lain propolis, polen lebah, royal jelly, mead dan lilin lebah. Kesemua produk yang berbahan dasar madu ini juga menawarkan manfaat kesehatan yang tak kalah luar biasanya.

Baca juga: Yuk! Cari Tahu Apa Saja Produk Turunan dari Madu Beserta Manfaatnya

Jadi, apa lagi yang kamu tunggu? Bukankah ada alasan yang bagus untuk memulai  minum madu secara rutin dan gaya hidup sehat lainnya? Kana tetapi, pastikan ya kalau madu yang kamu beli adalah madu asli dan tidak mengkonsumsinya secar berlebihan.


Referensi:

  1. https://www.benefits-of-honey.com
  2. https://onafoods.com/blogs/news/honey-vs-sugar-5-reasons-honey-is-better-for-you-than-sugar
  3. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317728#Similarities-and-differences
  4. https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/mengenal-indeks-glikemik-pada-makanan/

Tinggalkan Balasan