fbpx

info@dailyhoney.co.id

7 Alasan Mengapa Kita Harus Berterimakasih Kepada Lebah

7 Alasan Mengapa Kita Harus Berterimakasih Kepada Lebah

7 Alasan Mengapa Kita Harus Berterimakasih Kepada Lebah Lebah dan koloninya telah lama hidup secara berdampingan dengan manusia. Sejarah mencatat, bahwa manusia telah memanfaatkan lebah sejak awal abad ke-9 Sebelum Masehi dari jejak sarang lebah kuno yang berhasil ditemukan. Hal ini berarti, bahwa manusia telah menggunakan jasa lebah setidaknya 10.000 tahun lamanya. Secara evolusi, lebah telah ada di muka Bumi selama sekitar 30 juta tahun dan telah memproduksi madu dengan cara yang sama selama jutaan tahun. Sehingga, jelas bahwa lebah merupakan hewan yang memiliki peranan penting sepanjang sejarah peradaban manusia.

Ada banyak hal yang menarik bisa kita temui pada serangga bersayap selaput (Apidae) yang satu ini. Oleh karena itulah, banyak ilmuwan dan akademisi yang tertarik untuk meneliti mereka. Tak heran, lebah adalah salah satu hewan yang paling banyak diamati, dipelajari dan ditulis tentangnya oleh manusia, diantara hewan agrikultur lainnya. Yah, menurutmu kenapa lagi kalau bukan karena perilaku lebah yang unik dan madu yang mereka hasilkan? Cairan manis yang cukup populer ini dipercaya sejak lama mengandung sejumlah manfaat yang luar biasa bagi kesehatan.

Hmm… apakah cuma karena itu saja? Tentu tidak. Lebah memiliki peranan lainnya yang cukup penting dalam ekosistem kita. Nah, oleh karena jasa lebah yang luar biasa itulah, sudah sepatutnya kita berterimakasih pada hewan ajaib yang satu ini. Meskipun tubuh mereka kecil, tapi mereka bisa memberikan dampak yang sangat besar bagi lingkungannya.

Baca juga: 100+ Fakta Unik dan Menarik Tentang Lebah Madu

Nah, untuk itu dailyhoney akan merangkum 7 alasan mengapa kita semua (dan mungkin dunia) harus berterimakasih kepada lebah madu.

#1. Lebah madu adalah hewan yang pekerja keras dan tidak merusak lingkungan dimanapun mereka berada

Bayangkan saja, seekor lebah madu harus mengunjungi sekitar 50 hingga 100 bunga tanaman selama perjalanannya mengumpulkan nektar. Dalam jangka waktu 6-8 minggu, seekor lebah pekerja akan terbang dengan jarak yang setara dengan 1 ½ kali keliling Bumi. Secara akumulatif, berarti seekor lebah harus terbang sejauh 90.000 mil atau 3 kali keliling Bumi untuk menghasilkan 1 pon madu (1 mil = 1.6 km). Seekor lebah dapat terbang hingga sejauh 6 mil dan kecepatan hingga 15 mil per jam selama perjalanannya mengumpulkan nektar tanaman.

Dengan itu semua, rata-rata seekor lebah hanya membuat 1/12 sendok teh madu seumur hidupnya. Bagi kita mungkin itu takaran yang sedikit, tapi bagi individu lebah itu adalah hasil pekerjaan seumur hidupnya. Jadi, setiap 1 sendok madu makan madu yang kita konsumsi merupakan hasil kerja keras seumur hidup dari 12 ekor lebah madu yang dikumpulkannya dari ribuan bunga tanaman.

Selain itu, koloni lebah tidak pernah merusak lingkungan tempat mereka membuat sarang atau ketika mereka menghinggapi bunga tanaman yang dikunjunginya. Bahkan hal itu malah menguntungkan bagi tanaman itu sendiri karena mereka membantu penyerbukan tanaman sehingga bisa beroproduksi dan menghasilkan buah.

Lebah biasa membuat sarang di tempat-tempat yang sejuk, seperti di ranting pohon, gua-gua, tebing, atau hutan liar. Mereka biasanya hidup berkoloni yang terdiri atas ribuan lebah pekerja, beberapa lebah jantan, dan seekor lebah ratu. Untuk mempertahankan kelangsungan koloni, ratu lebah dapat bertelur sebanyak 2000-2500 butir per harinya atau 800.000 telur selama hidupnya. Kehidupan ratu didedikasikan untuk reproduksi dan dia hanya meninggalkan sarang sekali dalam hidupnya untuk kawin. Semua lebah pekerja adalah betina, hidup hanya selama 6 minggu dan melakukan hampir semua pekerjaan. So, terima kasih, lebah!

#2. Lebah membantu penyerbukan tanaman dan melestarikan keanekaragaman hayati secara sukarela

Diperkirakan 90 persen tanaman berbunga di dunia bergantung pada penyerbukan untuk bereproduksi. Penyerbukan adalah transfer serbuk sari dari bagian jantan tanaman ke bagian betina tanaman (putik). Spesies lebah merupakan penyerbuk yang sangat vital bagi hampir 400 jenis tanaman pertanian, sekitar seperenam spesies bunga di dunia.

Sebagai salah satu proses paling penting yang berkontribusi terhadap keanekaragaman hayati, penyerbukan memungkinkan pemupukan, produksi benih dan meningkatkan hasil pertanian. Proses penyerbukan paling sering dibantu oleh angin, hewan kecil atau serangga. Peran penyerbuk adalah aktor di balik produksi beragam tanaman yang biasa kita konsumsi, termasuk tanaman pangan.

Biarpun lebah bukan satu-satunya penyerbuk alami dalam ekosistem, mereka adalah yang terbaik dalam urusan penyerbukan. Ini karena mereka membutuhkan serbuk sari untuk memberi makan bayi-bayi mereka, jadi secara biologis memang mereka terdorong untuk melakukan tugas ini. Jenis penyerbuk lainnya kadang hanya menyambangi bunga hanya untuk menghisap madu atau serbuk sari semata (tidak membantu penyerbukan).

Bahkan, tanaman berbuah seperti tomat, terong dan kiwi memiliki serbuk sari yang lengket dan lebahlah satu-satunya hewan yang dapat membuat mereka berpisah dengan serbuk sarinya. Lebah melakukannya dengan cara menggetarkan otot terbang mereka untuk melepaskan serbuk sari dari tangkai bunga sehingga bertemu dengan putik (sehingga proses reproduksi berlangsung).

Jadi, jangan lupakan peran lebah madu dan semua yang mereka lakukan sebagai penyerbuk untuk membantu regenerasi tanaman, yang pada gilirannya berkontribusi untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Terima kasih, lebah!

#3. Lebah menghasilkan madu yang telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan manusia

Sebuah sarang lebah tunggal dari lebah jenis Apis mellifera rata-rata dapat menghasilkan 60 hingga 100 pon madu setiap tahun. Sarang lebah menghasilkan 5 produk berbeda, yaitu madu, lilin lebah, propolis, serbuk sari, dan royal jelly. Secara umum kandungan nutrisi pada 100 gram madu terdiri dari 77,9% gula (fruktosa, glukosa, maltosa dan sukrosa), 17,2% air dan 4,9% sisanya adalah vitamin, mineral dan sejumlah kecil senyawa antioksidan (Data Nutisi USDA). Meskipun tidak semua lebah menghasilkan madu (hanya 9 dari 20.000 spesies yang ada), tapi itu sudah cukup untuk memberikan dampak positif bagi kita.

Selain karena rasanya yang enak, madu juga dipercaya bermanfaat sebagai obat yang dapat menyembuhkan hampir segala peyakit, mulai dari radang tenggorokan dan penyakit pencernaan hingga masalah kulit dan sulit tidur. Madu memiliki sifat antiseptik/antibakteri dan telah sejak lama digunakan sebagai obat penyembuhan luka dan pertolongan pertama untuk luka bakar maupun luka sayat (bekas operasi, misalnya). Madu telah diketahui mengandung senyawa antioksidan penting (fenol, falvonoid, dan asam organik) yang berguna dalam menangkal radikal bebas untuk menurunkan resiko serangan jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker.

Dengan khasiat antijamur dan antivirus tersebut, madu murni juga bisa membantu meningkatkan kesehatan usus kita dan mengobati penyakit pencernaan (gastroentritis dan GERD). Madu mentah juga secara alami kaya akan enzim bermanfaat, mengandung mineral penting seperti seng, magnesium, dan kalium sehingga berkhasiat untuk keseburan.

Karena madu mengandung antioksidan, madu juga seringkali digunakan sebagai bahan perawatan kecantikan, seperti pembersih, pelembab kulit wajah, dan perawatan jerawat yang luar biasa. Madu bahkan mengandung antioksidan yang dikenal sebagai pinocembrin, yang telah dikaitkan dengan peningkatan fungsi otak.

Nah, luar biasa bukan? Semua manfaat dari madu tersebut hanya bisa kita peroleh berkat kerja keras dari lebah untuk menghasilkan manisan ajaib tersebut. Dimana lagi kita bisa menemukan bahan makanan yang memiliki semua kandungan nutrisi penting didalamnya dan berkhasiat untuk penyembuhan penyakit, kesuburan, kecerdasan dan kecantikan sekaligus? Sekali lagi, terima kasih, lebah!    

#4. Lebah berperan menyerbuki tanaman buah yang menjadi menu makanan sehat kita sehari-hari

Sementara kentang, beras, dan gandum tidak memerlukan penyerbukan (atau paling tidak dibantu oleh angin), beberapa makanan padat nutrisi yang tersedia bagi kita tidak dapat beregenerasi tanpa lebah madu dan penyerbuk lainnya.

Banyak makanan kaya nutrisi dan serat, seperti buah, beberapa sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian akan gagal ada tanpa dibantu oleh penyerbuk alami, seperti lebah.

Selain menghasilkan madu, lebah juga berperan penting dalam menyerbuki sebagian besar tanaman berbuah seperti almond, persik, plum, apel, tomat, ceri, kakao, kopi, buah beri dan lain sebagainya. Hal ini berarti bahwa tanpa adanya lebah di alam sebagai penyerbuk, maka kebanyakan buah-buahan yang sering kita konsumsi, seperti apel, blueberry, ceri, atau kakao, kiwi dan lain-lain akan punah.

Coba bayangkan bagaimana hidup tanpa buah-buahan tersebut. Bagaimana menjalani hidup sehat tanpa Blueberry yang kaya dengan serat, potasium, vitamin C, vitamin B6, dan nutrisi untuk kesehatan jantung lainnya. Kita juga harus hidup tanpa cranberry, yang mencegah kanker tertentu, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, dan mengurangi tekanan darah. Dan menu diet kita akan sangat membosankan tanpa buah apel dan alpukat.

Yah, walaupun sumber makanan pokok kita seperti gandum dan beras tidak diserbuki oleh lebah, namun tanpa adanya bantuan lebah akan membuat kita kehilangan banyak sumber makanan bernutrisi yang menjadi pilar penting dalam diet sehat kita. Tanpa lebah, ada harga yang harus kita bayar. Tanpa lebah, menu makanan sehat kita sehari-hari akan sangat membosankan. Sekali lagi, terima kasih, lebah!

#5. Jasa penyerbukan lebah telah membantu meningkatkan hasil pertanian dan ekonomi dunia secara sukarela

Sebuah analisis pasar tanaman global menyebutkan bahwa peran lebah sebagai penyerbuk sangat vital bagi 91 sumber makanan manusia, 80% bunga liar dan 84% hasil panen. Negara-negara maju penghasil madu terbesar di dunia, selain membudidayakan lebah mereka juga memanfaatkan fungsi polinasi (penyerbukan) untuk meningkatkan hasil pertanian lokal. Bahkan, tak jarang pula para peternak lebah juga menerima jasa sewa untuk menyerbuki tanaman buah dari perkebunan, seperti almond, blueberry, kiwi dan lain-lain. Sehingga, bisnis budidaya lebah di sana saling menguntungkan dari kedua sisi dan tidak menjadi ancaman bagi kegiatan usaha pertanian lainnya.

Nilai produk pertanian/perkebunan yang memanfaatkan jasa penyerbukan oleh lebah madu di berbagai negara mencapai, US$ 14,6 milyar di Amerika Serikat (Morse & Calderon, 2000),  $A 0,97 milyar di Australia (Gordon & Davis, 2003), $Can 0,4 milyar di Kanada (Scott-Dupree et al., 1995), € 4,3 milyar di Eropa (Bornek & Merle, 1989).

Burgett (2011) menginformasikan bahwa penghasilan utama mayoritas peternak lebah di wilayah barat Amerika Serikat berasal dari jasa penyewaan koloni, dengan biaya sewa pada tahun 2010 berkisar dari yang termurah sebesar US$ 32 untuk penyerbukan buah strawberry dan yang termahal sebesar US$ 137 untuk buah almond (biaya sewa rata-rata keseluruhan jenis buah sebesar US$ 70).

Bahkan di Inggris, misalnya, koloni lebah menyumbang nilai ekonomi sekitar £ 510 juta (Rp 9,7 triliun) per tahunnya karena membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus sebagai kompensasi dalam menggantikan peran teknologi terhadap penyerbukan lahan.

Baca juga: Tentang Budidaya Lebah Madu Lokal dan Permasalahannya di Indonesia

Di benua Asia, Tiongkok dan India adalah negara pengekspor madu terbesar dibelakang Argentina, Jerman, Hungaria, Meksiko dan Spanyol. Pada tahun 2005 nilai ekspor India mencapai US$ 26,4 juta, dan madu India adalah yang banyak dikonsumsi oleh Uni Eropa (US$ 6 juta) dan Arab Saudi (US$ 2,2 juta). Sedangkan nilai pasar lebah madu di Taiwan mimiliki nilai sebebsar US$ 6,73 juta atau setara dengan 95 milyar rupiah.

Dengan melihat berbagai dampak ekonomi yang diberikan oleh lebah tersebut, sudah sepantasnya dunia berterimakasih kepada spesies lebah.

#6. Kepunahan lebah akan menyebabkan kerugian ekonomi dan terancamnya keanekaragaman hayati

Walaupun makanan pokok kita dari tanaman pangan, seperti jagung, gandum, dan padi diserbuki oleh angin, namun dengan hilangnya lebah dari ekosistem akan mengancam kelangsungan banyak spesies tanaman berbuah dan bunga liar. Selain itu, menu makanan kita sehari-hari akan kurang bernutrisi dan variannya membosankan, walaupun tidak mengancam kehidupan kita secara langsung.

Baca juga: Benarkah Jika Semua Lebah Madu di Dunia Mati, Maka Umat Manusia Akan Punah?

Akan tetapi, fakta itu tidak serta merta menyanggah peran penting lebah dalam kehidupan manusia. Biarpun lebah bukan satu-satunya penyerbuk di alam, mereka adalah yang terbaik dalam urusan penyerbukan.

Memang, pada dasarnya manusia bisa merancang teknologi untuk melakukan penyerbukan buatan pada lahan pertanian, akan tetapi hal itu akan memerlukan biaya produksi dan pengoperasian alat yang sangat mahal. Teknologi untuk membantu penyerbukan pad lahan pertanian membutuhkan keahlian tinggi dari Kecerdasan Buatan (AI), dan itupun hasilnya belum tentu sebaik yang dilakukan oleh lebah. Jika ini dilakukan, maka modal produksi akan meningkat, sehingga laba hasil pertanian akan menurun (dalam kasus tanpa dibantu oleh lebah sama sekali).

Sejauh ini, peran lebah tak tergantikan di alam. Lebah adalah penyerbuk alami yang sangat efektif dan tanpa disadari, kita telah berhutang banyak pada mereka. Terima kasih, lebah!

#7. Lebah memberikan kita bunga-bunga yang indah dan juga pelajaran hidup

Apakah kamu pernah membawa buket bunga kepada teman, anggota keluarga atau pasanganmu selama ini dalam sebuah perayaan atau apapun itu? Dalam budaya kita, bunga seringkali dianggap sebagai simbol keindahan, feminim dan cinta, sehingga sangat layak diberikan secara khusus pada orang-orang yang kita sayangi.

Kamu bisa berterima kasih kepada lebah atas bunga-bunga itu. Dan jangan khawatir, mereka tidak membutuhkan tanda terima kasih yang sebegitunya. Sejauh ini, lebah melakukan itu semua karena memang itu alamiah dari perilaku biologis mereka. Sambil mengambil nektar dari bunga untuk membuat madu, mereka ikut menggetarkan tangkai bunga tersebut sehingga membantu proses penyerbukan. Dari penyerbukan itulah lahir bunga-bunga indah yang bisa kita lihat di taman atau alam liar.

Meskipun menggoda bagi kita untuk menganggap lebah tidak lebih dari pembuat madu, bunga-bunga itu lebih tahu! Mereka tahu bahwa lebah madu membawa serbuk sari dari satu bunga ke bunga lain dari spesies yang sama, memungkinkan tanaman membentuk biji dan bereproduksi. Dan bunga-bunga selalu siap untuk menawarkan madu dan serbuk sari kepada teman-teman lebahnya.

Tanpa lebah, penyerbukan dan reproduksi hampir tidak mungkin dilakukan untuk beberapa spesies tanaman. Ini membuat lebah menjadi bagian integral dari setiap ekosistem yang mereka huni.

Manusia juga mendapat manfaat dari penyerbukan yang diberikan oleh lebah madu. Karena lebah, kita dapat menikmati buah, sayuran, dan bahkan cokelat. Terima kasih, lebah!

Lebah madu mengingatkan kita bahwa dengan bekerja sama, kita bisa melakukan sesuatu yang luar biasa.

Honeybees hog the limelight, yet wild insects are the most ...
Gambar. Kawanan lebah madu yang sedang mengambil nektar dan menyerbuki bunga tanaman (via theconversation.com)

Nah, itulah dia 7 alasan kuat mengapa kita harus berterimakasih kepada lebah atas kontribusi yang telah mereka lakukan untuk dunia.

Akan tetapi, sayangnya lebah saat ini tengah menghadapi ancaman kepunahan akibat perubahan iklim dan berkurangnya vegetasi sebagai sumber makanan mereka. Sejak 2006, para ilmuwan menjadi waspada dengan apa yang mereka sebut sebagai CCD/Colony Colapse Diorders atau “gangguan keruntuhan koloni” pada lebah. Beberapa penyebab yang mungkin mereka jelajahi antara lain pemanasan global, polusi, penggunaan insektisida, dan peningkatan radiasi elektromagnetik atmosfer akibat ponsel.

Koloni lebah yang terkena dampak CCD dapat tampak sehat-sehat saja, tetapi kemudian lebah dewasa tiba-tiba menghilang dari sarang karena gangguan pada neuron mereka (akibat penggunaan insektisida), sehingga tidak bisa menemukan jalan pulang. Karena gangguan CCD ini, jumlah spesies lebah mati sekitar 30% per tahunnya di Eropa.

Kondisi di Indonesia juga tak kalah mengkhawatirkannya. Hal ini dikarenakan semakin berkurangnya jumlah dan luas areal tanaman sumber pakan, khususnya di pulau Jawa. Sumber pakan lebah lokal, seperti pohon kapuk, randu, dan kaliandra yang menjadi andalan utama penghasil madu makin menurun jumlah dan kualitas tegakannya. Dan ini menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup koloni lebah.

Dan satu-satunya cara kita berterima kasih kepada lebah adalah menjaga kelestarian populasi mereka, dengan tidak menggunakan insektisida berbahaya ataupun merusak habibat alami mereka. Jika itu dirasa sulit dilakukan, cukup bayangkan akan seperti apa kehidupan ini tanpa adanya lebah di muka Bumi ini? 


Referensi:

  1. https://lompocrecord.com/news/opinion/editorial/commentary/forward-view/thank-you-hard-working-honeybees/article_278fef46-f256-11e1-8ced-001a4bcf887a.html
  2. https://beeboys.org/f/5-reasons-to-thank-the-bees-this-season
  3. https://www.bbc.com/indonesia/vert-earth-45611902

Tinggalkan Balasan