fbpx

info@dailyhoney.co.id

7 Fakta Tentang Propolis, Produk Lebah Madu Yang Tak Kalah Berkhasiat

7 Fakta Tentang Propolis, Produk Lebah Madu Yang Tak Kalah Berkhasiat

Madu merupakan salah satu produk hewani yang sudah sangat populer di masyarakat. Akan tetapi, tahukah kamu? Selain menghasilkan madu, lebah ternyata juga memproduksi getah atau propolis yang tak kalah hebatnya dibandingkan madu. Karena diketahui berkhasiat, saat ini propolis banyak dijual di apotik maupun media online sebagai bahan utama untuk kosmetik atau perawatan kecantikan dan sebagai obat.

Namun, sebenarnya propolis itu apa, sih? Mungkin masih bayak diantara kita yang belum tahu mengenai produk lebah yang satu ini.

Nah, untuk itu mari kita simak informasi mengenai 7 fakta propolis berikut ini yang berhasil dailyhoney kumpulkan dari berbagai sumber terpercaya.

Update Harga Melia Propolis Kemasan 6ml, 30ml, dan 55ml | Daftar ...
Gambar. Propolis lebah madu yang terdapat pada sarang (via shutterstock.com)

#1. Apa itu propolis?

Propolis atau dikenal juga dengan lem lebah adalah suatu zat resin yang dikumpulkan oleh lebah madu dari sumber tumbuhan seperti aliran getah atau tunas pohon. Ketika lebah mencampurkan getah pohon dengan zat alami dari dalam tubuh, lebah akan menghasilkan zat lengket berwarna coklat kehijauan untuk melapisi sarang mereka.

Nah, zat lengket berwarna coklat kehijauan inilah yang disebut dengan propolis. Propolis ini digunakan oleh lebah untuk menutupi lubang-lubang kecil pada sarang (hingga 6 milimeter), sementara untuk menutupi lubang yang lebih besar digunakan malam lebah.

Selain itu, kegunaan lain dari resin lebah ini adalah untuk melindungi sel-sel sarang dari gangguan predator maupun dari infeksi virus dan bakteri.

#2. Sejarah penggunaan propolis

Sebagai obat herbal, propolis ternyata telah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun lalu karena khasiatnya yang luar biasa untuk kesehatan. Berbagai peradaban kuno, seperti Yunani, Roma, dan Mesir — lebih dari 3.000 tahun lalu — telah memanfaatkan getah lebah ini sebagai bahan pengobatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Karena diketahui mengandung zat antimikroba dan antioksidan yang tinggi, propolis lebah telah lama digunakan untuk melawan infeksi oleh bakteri dan jamur akibat luka atau peradangan serta meningkatkan sistem pertahanan tubuh melawan penyakit.

Sebagai contoh, orang Yunani kuno biasa memakainya untuk mengobati abses. Bangsa Asyur mengoleskan herbal ini di atas luka dan tumor untuk melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Bangsa Mesir kuno memakainya untuk proses pembalseman mayat atau mumi.

#3. Kandungan nutrisi pada propolis

Para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 300 senyawa aktif dalam propolis. Kebanyakan dari senyawa ini terdapat dalam bentuk polifenol. Polifenol adalah kelompok senyawa antioksidan yang berfungsi melawan penyakit dan mencegah kerusakan sel-sel pada tubuh. Kandungan antioksidan selain polifenol pada propolis adalah flavonoid. Uniknya, flavonoid biasanya hanya ditemukan dalam makanan yang umum dikenal sebagai pemasok antioksidan, seperti buah-buahan, teh hijau, sayur-sayuran, dan anggur merah.

Sama halnya seperti madu, selain mengandung antioksidan, propolis juga memiliki sifat antimikroba. Karena itulah, propolis juga bisa digunakan sebagai obat luka dan peradangan yang efektif seperti halnya madu,

Komposisi dari propolis ini dapat bervarias tegantung pada lokasi lebah dan jenis flora atau bungatanaman yang menjadi sumbernya. Sebagai contoh, propolis dari Eropa tidak akan sama dengan propolis dari Indonesia. Hal ini mungkin membuat para peneliti agak kesulitan untuk memetakan secara umum tentang kandungan nutrisi spesifik dalam berbagai jenis propolis tersebut.

#4. Fakta ilmiah tentang propolis

Sejauh ini, propolis secara umum memang diketahui memiliki sifat aktif sebagai antibakteri, antijamur, antivirus dan dan anti-peradangan. Meskipun riset ilimiah tentang propolis ini terbilang masih sedikit, beda halnya dengan madu yang sudah memiliki domainnya sendiri dalam penelitian agrikultur. Akan tetapi, berbagai penelitian yang pernah dilakukan — meskipun sifatnya masih terbatas — telah mengkonfirmasi pemanfaatan propolis terhadap perlindungan dari penyakit tertentu yang disebabkan oleh infeksi dari beberapa jenis bakteri, virus dan jamur.

Sejauh ini, manfaat nyata dari propolis terhadap kesehatan yang telah didukung oleh studi ilmiah antara lain, yaitu mengobati luka (baik luka bakar maupun luka sayat bekas operasi) secara efektif, mengobati demam, peradangan dan menghambat pertumbuhan virus herpes (penyakit menular seksual), serta memiliki efek anti-kanker atau sebagai treatment pelengkap dalam terapi penyembuhan kanker.

Baca juga: Inilah 5 Manfaat Propolis Untuk Kesehatan Yang Perlu Kamu Tahu

#5. Propolis dan aktivitas antioksidan

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, propolis mengandung senyawa antioksidan yang tinggi — seperti polifenol dan flovonoid — sebagaimana juga bisa ditemukan pada madu. Zat antioksidan ini sangat berguna dalam menangkal radikal bebas yang memicu berbagai penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, da penyakit jantung. Flavonoid, khususnya merupakan istilah untuk senyawa pada tanaman yang banyak mengandung aktivitas antioksidan. Sedangkan fenol adalah senyawa yang dihasilkan oleh tanaman, yang melindungi tanaman terhadap stres. Baik flavonoid maupun fenol diketahui memiliki sejumlah manfaat kesehatan, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan nutrisi penting dalam diet sehat.

Nah, selain itu, ternyata propolis juga memiliki senyawa antioksidan lainnya yang disebut phinocembrin. Phinocembrin ini berperan sebagai agen anti-jamur, anti-peradangan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat penyembuhan luka dan mencegah infeksi. Phinocembrin juga dapat menangsang pertumbuhan sel-sel baru dan mencegah degenerasi sel, sehingga mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan kemampuan kognitif otak (daya pembelajaran).

#6. Aturan penggunaan propolis

Dikutip dari hellosehat.com, propolis termasuk ke dalam suplemen makanan yang tidak diatur oleh badan pengawas obat nasional, seperti FDA di Amerika Serikat dan BPOM RI. Maka, standar takaran dosis herbal ini pun belum ada yang bisa direkomendasikan secara medis. Akan tetapi, propolis juga tidak memiliki efek samping yang berbahaya.

Oleh karena tidak ada petujuk penggunaan yang jelas, sebelum menggunakan obat herbal ini, ada baiknya baca secara teliti petunjuk pemakaian obat yang tertera di label kemasan. Selain itu, pilihlah produk propolis yang sudah terdaftar di BPOM RI dan terjamin keamanannya.

#7. Alergi dengan produk lebah?

Kebanyakan orang mungkin tidak memiliki keluhan apapun ketika mengkonsumsi obat herbal ini. Orang-orang yang alergi terhadap madu biasanya juga alergi terhadap propolis atau produk lebah lainnya. Meskipun produk lebah yang satu ini termasuk berisiko rendah, namun bagi mereka yang memiliki riwayat alergi tetap harus berhati-hati ketika mengkonsumsinya. Dalam beberapa kasus, gejala alergi mungkin saja menyebabkan reaksi yang berbahaya.

Salah satu orang yang berisiko tinggi terkena alergi propolis adalah peternak lebah. Hal ini karena mereka seringkali terpapar oleh zat alergen tersebut, seperti lilin lebah, polen, dan serbuk sari yang bisanya terdapat pada sarang maupun produk lebah.

Reaksi alergi yang paling umum akibat penggunaan herbal ini adalah ruam kemerahan, gatal, serta bengkak. Dalam kasus tertentu, iritasi dan bisul mulut juga bisa terjadi akibat pemakaian propolis dalam jangka waktu yang lama.

Oleh sebab itu, jika kamu memiliki riwayat alergi terhadap propolis atau produk lebah, sebaiknya tidak perlu memaksakan diri atau paling tidak konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsinya.


Referensi:

  1. https://www.google.com/amp/s/hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/manfaat-propolis-untuk-kesehatan/%3famp
  2. https://www.healthline.com/health/propolis-an-ancient-healer
  3. https://www.comvita.com/blog-article/everything-you-need-to-know-about-propolis/W5200215

Tinggalkan Balasan