fbpx

info@dailyhoney.co.id

7 Manfaat Kesehatan Madu Yang Terbukti Secara Ilmiah

7 Manfaat Kesehatan Madu Yang Terbukti Secara Ilmiah

Madu lebah merupakan cairan manis alami yang telah lama dipercaya oleh banyak orang memiliki manfaat untuk kesehatan.

Manusia diketahui telah menggunakan madu dalam berbagai keperluan dari generasi ke generasi semenjak ribuan tahun lalu. Memang tidak semua spesies lebah menghasilkan madu, akan tetapi apakah cerita-cerita tentang khasiat madu tersebut memang benar adanya? Atau itu hanyalah efek plasebo yang bersifat seolah-olah sebagai obat? Untuk mengetahui kebenaran pendapat tersebut, maka kita perlu melihatnya dalam sudut pandang saintifik.

Sekitar 80% nutrisi dari madu adalah karbohidrat kompleks seperti fruktosa, glukosa, maltosa, dan sukrosa dan 20% sisanya adalah air dan sejumlah kecil vitamin, mineral, asam organik, antioksidan dan lain-lain. Sehingga dari kandungan nutrisi tersebut, madu dapat dikonsumsi sebagai sumber energi bagi tubuh. Dan yang tak kalah pentingnya adalah madu juga mengandung vitamin dan mineral sehingga dapat melengkapi kebutuhan harian tubuh, sebagaimana diketahui bahwa tubuh kita tidak dapat menghasilkan senyawa mineral sendiri. Tekstur madu terasa kental karena kandungan airnya yang sedikit dengan kadar keasaman yang tinggi.

Ya, madu merupakan lebih dari sekedar gula karena juga mengandung senyawa antioksidan untuk mencegah berbagai resiko penyakit. Kita dapat mengatakannya begitu berdasarkan fakta-fakta yang ada.

Dalam sebuah jurnal ilimiah berjudul Role of Honey in Modern Medicine yang dipublikasikan oleh King Saud University, di Arab Saudi pada 2016 lalu menyatakan bahwa madu dalam sudut pandang medis modern dapat dimanfaatkan sebagai berikut.

#1. Melawan peradangan, menurunkan resiko serangan jantung, pelemahan sistem syaraf, gejala penuaan dan kanker

Madu mengandung senyawa antioksidan potensial (seperti fenol, flavonoid, vitamin C dan asam organik) yang dapat melindungi tubuh kita dengan cara  menghalangi reaksi kimia pembentukan radikal bebas yang dapat merusak sel, jaringan dan fungsi-fungsi tubuh (stres oksidasi). Kandungan antioksidan pada madu bisa bervariasi tergantung dari kondisi wilayah atau sumber bunga tempat nektarnya diambil oleh lebah. Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan telah terbukti dapat meningkatkan kesehatan tubuh.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa senyawa fenol dalam antioksidan dari madu menguatkan membran sel darah merah untuk melawan dampak kerusaka oleh radikal bebas. Madu mengandung antioksidan yang cocok untuk meningkatakan aktivitas bologis, pertahanan dan peningkatan fungsi sel darah merah. Penangkalan terhadap radikal bebas dan penguatan fungsi sel darah merah terbukti dapat mempengaruhi kondisi klinis seperti menurunkan kadar kolesterol dalam darah, melawan peradangan akibat komplikasi atau luka, menurunkan resiko serangan jantung, stroke, gejala penuaan dan beberapa jenis kanker.

#2. Menghambat pertumbuhan bakteri (antimikroba)

Madu memiliki potensi klinis yang menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat sehingga dapat diterima dalam penggunaan medis. Sifat antibakteri pada madu berasal dari efek osmotik dan kadar keasaman yang tinggi (pH rendah). Kadar air yang rendah pada madu memaksa bakteri mengeluarkan air dari dalam tubuhnya sendiri untuk bertahan hidup seingga sel-selnya mengkerut dan kemudia mati (efek osmotik). Oleh karena sifat madu yang antibakteri, antivirus dan anti-parasit membuatnya dapat digunakan sebagai bahan pembersih dan mencegah timbulnya infeksi pada luka. Selain itu, beberapa jenis tertentu dari madu juga dimanfaatkan dalam dunia kedokteran untuk melawan pelemahan antibiotik karena evolusi bakteri.

#3. Meredakan batuk dan radang tenggorokan

Penelitian telah menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara perbaikan kondisi batuk dan radang tenggorokan pada anak-anak usia 1-5 tahun dengan sejumlah perawatan menggunakan madu. Bahkan madu dapat bekerja lebh baik daripada kebanyakan obat batuk yang terkadang menimbulkan efek samping seperti menimbulkan kantuk. Madu dinyatakan aman dan memberikan dampak baik terhadap pencegahan batuk dan masalah infeksi saluran pernapasan.

Madu juga diketahui dapat meringankan gejala batuk kambuh pada malam hari dan kesulitan tidur karena infeksi saluran pernapasan atas pada anak-anak. Akan tetapi, perlu diingat bahwa sebelum dikonsumsi sebagai obat batuk, ada baiknya madu dilarutkan ke dalam air hangat terlebih dahulu untuk mengurangi rasa kesat dan tak nyaman di tenggorokan karena tekstur madu yang kental.

#4. Membantu dalam penyembuhan luka dan mencegah infeksi

Sifat antibakteri pada madu juga dapat digunakan dalam proses penyembuhan luka dan menyediakan pertahanan untuk mencegah timbulnya infeksi pada luka. Manfaat madu juga dapat diaplikasikan, khususnya pada luka bakar. Di dalam pengujian ilmiah, madu secara signifikan menurunkan tingkat infeksi pada hari ke-5 luka dan dapat mengurangi rasa sakit akibat luka dan waktu perawatan oleh rumah sakit. Selain itu, madu juga dapat di manfaatkan dalam pencangkokan kulit secara aman (sebagai daya rekat antibakteri) dan memepercepat proses penyembuhan luka setelah operasi.

#5. Diet madu secara khusus dapat menguatkan sistem metabolisme dan fungsi endokrin

Diet karbohidrat disinyalir dapat mengontrol kadar glukosa dalam darah sehingga berpengaruh terhadap kesahatan. Nilai penting karbohidrat dalam suatu makanan seringkali disebut sebagai glycerix index (GI). Pada madu lebah, nilai itu adalah pada kandungan fruktosa atau perbandingan fruktosa per glukosa yang biasanya berbeda-beda tergantung darimana sumber tanaman tempat madu berasal. Karbohidrat dengan GI minimum dan maksimum menunjukkan kadar gula darah yang rendah dan tinggi secara berturut-turut.

Madu dengan kadar GI rendah lebih baik ketimbang madu dengan kadar GI tinggi. Diet madu dengan GI rendah (misalnya madu akasia) dinyatakan dapat memberikan manfaat terhadap metabolisme, termasuk bagi penderita penyakit diabetes mellitus, jantung koroner dan pasien dengan masalah fungsi endokrin. Akan tetapi, manfaat diet madu terhadap penderita diabetes masih terus diperdebatkan.

#6. Membantu mengatasi masalah kesuburan dan seksualitas

Pollen madu lebah diketahui kaya dengan vitamin, zat besi, kalsium, asam amino, mineral dan properti imunitas yang dapat meningkatkan kualitas sel telur dan kesuburan secara umum. Madu juga disarankan bagi pria dengan masalah impotensi dan wanita dengan masalah kesuburan dan periode ovulasi tak menentu. Madu kaya dengan vitamin B dan senyawa esensial lainnya untuk memproduksi hormon testosteron.

Dalam studi terbaru menunujukkan bahwa konsumsi suplemen madu secara teratur dapat meningkatkan kualitas sperma secara keseluruhan dan juga menambah berat badan. Oleh karena itu, madu mungkin bisa membantu pasangan suami isteri yang memiliki masalah fertilitas untuk mendapatkan keturunan.

#7. Sebagai bahan kosmetik untuk perawatan kecantikan kulit

Sekali lagi, sifat antibakteri dan anti-peradangan pada madu juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik untuk merawat kesehatan wajah dan kulit. Beberapa produk tradisional seperi jamu juga menggunakan madu sebagai salah satu bahan utamanya yang dipercaya bermanfaat untuk menjaga kecantikan kulit dan mencegah keriput pada wajah. Selain itu, madu juga dapat dicampur dengan bahan alami lainnya sebagai masker wajah, lulur, pencucui muka atau campuran air untuk mandi yang diterapkan untuk mengobati jerawat, menjaga kelembapan kulit, mengencangkan wajah dan berbagai manfaat lainnya untuk kecantikan.

.  .  .

Nah, itulah 7 manfaat kesehatan dari penggunaan madu yang telah terbukti secara ilmiah. Sebagai catatan, untuk pembaca di rumah atau ibu rumah tangga agar tidak secara sembarangan mengaplikasikan madu sebagai obat yang belum bisa dibuktikan manfaatnya secara ilmiah. Carilah sumber-sumber referensi yang terpercaya terlebih dahulu atau melalui saran dokter sebelum menggunakannya secara intensif sebagai medikasi, terutama untuk kondisi-kondisi khusus seperti bagi penderita diabetes, ibu hamil atau anak usia balita.

Baca juga : Benarkah Mengkonsumsi Madu Mentah Aman Tanpa Efek Samping?

Diluar itu, mengkonsumsi madu secara rutin sebanyak 1-3 sendok setiap hari tidak apa-apa. Justru ada literatur yang menganjurkan demikian karena diketahui itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Terlebih bagi anak-anak yang mana sistem imunitasnya masih belum berkembang dengan baik.

Akan tetapi, yang tak kalah pentingnya adalah memastikan produk madu yang kita konsumsi adalah madu asli yang terjamin secara kualitas. Kebanyakan produk madu yang beredar di pasaran adalah madu palsu karena telah dicampur dengan air dan pemanis buatan lainnya, sehingga hal itu dapat menurunkan kualitas madu yang kita konsumsi.


Referensi:

  1. https://doktersehat.com/benarkah-madu-bisa-jadi-obat-kanker/
  2. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1319562X16301863

Tinggalkan Balasan