fbpx

info@dailyhoney.co.id

Apa Saja ya Spesies Lebah Madu yang Ada di Indonesia?

Apa Saja ya Spesies Lebah Madu yang Ada di Indonesia?

Lebah madu, serangga kecil bersayap bening dengan warna khas kombinasi kuning dan hitam ini telah dikenal di seantero negeri. Lebah merupakan hewan penghasil madu dari genus Apis.

Sebenarnya selain madu, lebah madu menghasilkan lilin lebah, royal jelly, bee pollen, propolis dan racun lebah. Lebah madu terdiri dari beragam spesies namun di Indonesia jenis lebah yang memproduksi madu belum terlalu banyak ditemukan. Diantara lebah madu tersebuat ada yang bisa dibudidayakan namun ada juga yang tidak namun keduanya tetap bisa dipanen madunya.

Baca juga: Yuk! Ketahui Apa Saja Jenis Lebah Yang Umum Dibudidayakan di Dunia

Lebah madu memproduksi madu dan produk berkhasiat lainnya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri tapi juga untuk dikonsumsi manusia dan hewan lain, sehingga perlu dilakukan pembudidayaan agar spesies mereka dapat berkembang dan tidak punah.

Lalu apa sajakah jenis lebah penghasil madu di Indonesia,  baik yang sudah dibudidayakan maupun yang hanya dipanen dari hutan?

Nah, untuk lebih mengenal masing-masing jenis lebah ini mari kita simak ulasan berikut ini:

#1. Apis indica

1 Apis indica
Gambar. Apis indica (pixabay.com)

Banyak nama yang disematkan untuk jenis lebah ini oleh orang pribumi antara lain: lebah lalat, tawon laler, lebah gula, lebah undan, lebah sirup dan lebah kecil.

Banyak yang meyakini bahwa Apis indica aslinya berasal dari Asia dan Polinesia. Apis indica memiliki tubuh yang kecil namun ganas. Madu yang bisa dihasilkan lebah jenis ini sekitar 6-12 kilogram setiap tahun untuk satu kelompok lebah.

Apis indica banyak diternakan di daerah pedesaan dengan menggunakan sistem gelodog kuno yang mana alatnya sendiri terbuat dari batang pohon kelapa yang dibelah menjadi dua dan biasanya diletakkn di samping rumah.

Selain itu, ada juga yang hidup di alam liar di rongga atau dahan pohon besar yang terlindung dari terik sinar matahari dan hujan. Bahkan ada juga yang hidup di atap rumah-rumah tua yang sudah tidak dihuni.

#3. Apis mellifera

2 Apis Mellifera-slivrijekemirne
Gambar. Apis mellifera (slivrijekemirne.com)

Sama halnya dengan Apis indica, Apis mellifera juga memiliki banyak sebutan lain seperti lebah Itali, lebah impor Australia, lebah madu internasional, lebah selandia baru, dan lebah Melli. Ciri yang mudah dikenali ialah lebah ini memiliki  3 garis pada perutnya.

Ukuran tubuh Apis mellifera memiliki tubuh lebih besar dari Apis indica,  meskipun bisa menyengat dan tidak ganas. Jenis lebah ini banyak diternakkan oleh Pemerintah dari Dinas Kehutanan/Perum Perhutani dan beberapa perusahaan swasta.

Apis mellifera dapat memproduksi madu dalam jumlah yang tinggi tepatnya bisa mencapai 35-45 kg setiap tahunnya, lebah ini juga dapat beradaptasi dengan baik dengan segala iklim, jadi tidak salah kalau Apis mellifera menjadi lebah favorit bagi peternak lebah.

Apis mellifera disinyalir berasal dari Eropa tepatnya dari Italia, Yunani, dan Perancis. Pada tahun 1841, bangsa Belanda mulai memperkenalkan Apis mellifera ke Indonesia dan berkembang sampai sekarang.

Ada beberapa jenis sub jenis Apis mellfera yang populer diternakkan di Indonesia,  di bawah ini beberapa diantaranya:

Apis mellifera mellifera

Berasal dari Belanda memiliki tubuh yang gelap, dan suka berpindah sarang.

Apis mellifera carnica

Berasal dari Amerika Serikat, bertubuh gelap namun dibagian perut berwarna lebih terang, dan sarangnya suka berpindah-pindah

Apis mellifera caucasia

Berasal dari Rusia, tepatnya Kaukasia, bertubuh gelap dan ada yang berwarna kuning dan jingga.

Apis mellifera lehzeni

Banyak dibudidayakan wilayah Skandiavia, Eropa Utara. Warna tubuhnya hitam kecoklatan.

#3. Apis dorsata

3 Apis Dorsata
Gambar. Apis dorsata (shutterstock.com)

Lebah jenis Apis dorsata tergolong jenis lebah liar dan ganas sehingga sulit diternakkan, selain itu sengatannya bisa membahayakan manusia.

Apis dorsata sering juga disebut sebagai lebah raksasa atau tawon gung, karena sarangnya sangat besar dan penghuni bisa mencapai jutaan ekor. Diameter sarang lebah jenis ini sekitar 1,5-2 jadi tidak heran produksi madu setiap kali panen adalah sekitar 50-60 kilogram.

Apis dorsata memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari jenis lebah lain begitu juga dengan sengatannya lebih menyakitkan. Apis dorsata banyak ditemukan di Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Terdapat 3 subspesies dari lebah jenis ini yakni : Apis dorsata dorsata, Apis dorsata brevilligula yang hanya ditemukan di Filipina, dan Apis dorsata binghami yang hanya bisa di jumpai di Sulawesi, Indonesia.

Apis dorsata membangun sarang dibawah cabang pohon yang tinggi, di tebing bahkam ada yang membangun sarang dibawah bangunan dengan posisi menggantung.

Lebah jenis ini belum bisa dibudidayakan di Indonesia, namun produksi madunya bisa diambil dipanen oleh manusia, madu ini yang dikenal banyak orang dengan sebutan madu hutan.

#4. Apis Cerana

4 Apis Cerana- Alamendah.org
Gambar.  Apis cerana (alamendah.org)

Untuk pertama kalinya Apis cerana ditemukan di  wilayah Asia Selatan dan berkembang sampai Asia tenggara  seperti Cina, Jepang dan Afganistan, bahkan penyebarannya kini sudah sampai  ke Rusia Utara.

Apis cerana dibudidayakan secara konvensional dan moderen. Apis cerana dikenal kurang produktif. Selain itu, jenis lebah ini tergolong ganas jadi tidak heran untuk membudidayakan peternak madu mengalami kesulitan.

Apis cerana memiliki ciri-ciri yakni tubuhnya memiliki bulu-bulu yang digunakan untuk membantu dalam proses mengumpulkan serbuk sari. Terdapat 4 garis pada perutnya. Ukuran lebah ini terbilang kecil dan cenderung pemalu jika dibandingan Apis mellifera namun keduanya memiliki kemiripan.

#5. Apis florea

Apis Florea
Gambar. Apis florea (shutterstock.cm)

Pernah mendengar madu klanceng? Nah inilah produksi madu yang dihasilkan lebah Apis florea. Orang ini indonesia biasa menyebut lebah ini dengan tawon Klanceng.

Apis florea merupakan spesies terkecil yang dapat ditemui di beberapa negara Asia seperti Indonesia, Thailand, Iran, Oman, India, Myanmar, Cina, Kamboja, dan vietnam.

Apis florea termasuk jenis lebah yang kurang produktif. Berbadan kerdil sehingga sering disebut dengan lebah madu kerdil merah, sulit di budidayakan sehingga lebih banyak ditemukan di hutan.

Keberadaan lebah ini menjadi perdebatan ilmiah sebab di lapangan lebah madu jenis ini tidak pernah laporan akan keberadaannya, hanya spesimennya yang bisa dijumpai di museum.

#6. Apis adreniformis

black bee
Gambar. Apis adreniformis (shutterstock.com)

Lebah jenis ini tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Nusa Tenggara. Dilihat dari produksi madunya Apis andreniformis termasuk lebah yang kurang produktif atau produktivitasnya rendah.  Serupa tapi tak sama dengan Apis florea, lebah ini membuat sarang tunggal pada semak-semak.

#7. Apis nuluensis

7 Apis Nuluensis
Gambar. Apis nuluensis (shutterstock.com)

Disebut juga lebah gunung, memiliki ukuran yang hampir sama dengan Apis cerana. Di indonesia sendiri, lebah ini bisa ditemukan di  Kalimantan yang sebelumnya telah ada laporan keberadaannya di daratan tinggi Serawak, Malaysia, namun hal ini masih jadi perdebatan.

#8. Apis nigrocincta

8 Apis Nigrocincta- busy.org
Gambar. Apis nigrocincta (busy.org)

Apis nigrocincta dikenal juga dengan lebah lokal Sulawesi, sudah dapat dipastikan lebah jenis ini hanya terdapat di Sulawesi. Apis nigrocincta mirip dengan Apis cerana, hanya saja warna tubuh  lebah jenis ini lebih kuning dari Apis cerana.

#9. Apis koschevnikovi

9 Apis koschevnikovi
Gambar. Apis koschevnikovi (pexels.com)

Apis koschevnikovi dikenal juga dengan lebah merah karena memiliki bulu yang kemerahan, tersebar di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Lebah jenis ini memiliki ukuran tubuh sedikit lebih besar dibanding Apis cerana. Sampai saat ini produksi madunya belum diupayakan untuk komersial.

#10. Trigona spp.

10 Apis Trigona
Gambar. Trigona sp. (pixabay.com)

Trigona spp. atau lebah tanpa sengat adalah lebah genus trigona asli Asia yang sifatnya jarang sekali berpindah atau hijrah. Ciri khas madu yang diproduksi lebah jenis ini yakni memiliki rasa asam akan tetapi tahan terhadap fermentasi. Harga madunya disnyalir juga lebaih mahal dibanding madu dari lebah genus Apis.


*) Dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan