fbpx

info@dailyhoney.co.id

Al-Qur’an Benar! Ternyata Lebah Memang Makan Buah

Al-Qur’an Benar! Ternyata Lebah Memang Makan Buah

Lebah madu meskipun kecil namun banyak hal bermanfaat yang mereka hasilkan dan dari siklus hidupnya pun tidak sedikit yang bisa jadikan pelajaran. Jadi, masuk akal rasanya banyak peneliti menjadikan lebah madu sebagai objek penelitian.

Apa hal pertama yang kamu pikirkan ketika mendengar kata lebah? Kebanyakan kita pasti bakal menjawab dengan… MADU, bukan!?

Ya, anggaplah jawaban tersebut benar, namun pernahkah terpikirkan bagaimana saya dan mungkin ada juga orang di luaran sana yang berpikiran sama bahwa saat melihat lebah madu, kita lalu membayangkan bagaimana ia adalah serangga yang memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik pula. Sungguh jauh berbeda, ya dengan kita manusia? Hehe!

Apa yang terlintas dalam pikiran kita tersebut tentu tidak terlepas dari berbagai informasi yang kita peroleh dari para peternak madu maupun dari artikel yang berseliweran di internet tentang apa yang dimakan oleh lebah madu dan apa yang kemudian mereka hasilkan.

Sebagaimana kita tahu, lebah madu menghisap nektar dari berbagai macam bunga lalu melewati serangkaian proses sehingga menjadikan madu sebagai hasil akhirnya.

Namun begitu, belakangan banyak terjadi perdebatan yang mempertanyakan kebenaran firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yakni pada Surat An-Nahl ayat 68-69, yang mana dalam ayat tersebut ada potongan ayat yang menyinggung bahwa lebah madu memakan buah-buahan..

Untuk lebih jelasnya, berikut terjemahaan Q.S An-Nahl : 68-69 :

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”

Dari terjemahan ayat di atas ada selisih pendapat,  di satu sisi ada yang mengatakan bahwa buah-buahan yang dimaksud bukanlah buah yang sesungguhnya, namun sari pati bunga sebelum menjadi buah.

Lebah madu membantu penyerbukan pada bunga tersebut kemudian terjadilah pembuahan, karena proses inilah sehingga menghasilkan bermacam buah-buahan.

Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa benar buah-buahan yang dimaksud adalah buah-buahan sesungguhnya.

.  .  .

Seperti yang dilansir dari honeybeesuite.com (23/08/2014) penulis artikel ini menyatakan bahwa Ia telah mengikuti serangkaian forum yang membenarkan bahwa lebah madu memakan buah-buahan.

Hanya saja yang jadi perdebatan disana adalah apakah buah yang dimakan lebah itu dibor sendiri oleh si lebah atau lebah hanya memakan buah yang telah sebelumnya dilubangi oleh hewan lain karena menganggap lebah tidak akan mampu memecah kulit buah.

Lebih lanjut, petani lebah pernah melakukan eksperimen dimana mereka meletakkan ke dalam sarang lebah biji anggur yang telah dilumuri madu, hasilnya anggur masih utuh hanya berpindah tempat namun madu yang menempel hilang.

Namun demikian penulis artikel tersebut berpendapat berbeda, menurutnya lebah madu bisa merobek kulit buah yang sudah sangat matang, buah yang terlalu matang akan mengeluarkan aroma yang dapat menarik lebah untuk mendekat. Tekstur kulit buah yang terlalu matang cenderung lebih lembut untuk digigit lebah.

Ia memperkuat argumennya dengan menceritakan pengalamannya membuat alat peredam masuk dari sepotong kayu yang ia buat dan dicat lalu memasukkan lebah madu kedalamnya, lalu 2 bulan kemudian alat tersebut hancur.

Dari sanalah kemudian ia berkesimpulan bahwa jika lebah bisa mengancurkan sepotong kayu tentu saja bukan hal yang sulit bagi lebah untuk mengigit buah yang sudah terlalu matang.

Nah, dari semua penjelasan di atas, apa yang dapat kita simpulkan?

Ya, benar sekali tidak peduli bagaimana pun cara lebah menggigit atau mengebor buah yang perlu kita garis bawahi di sini adalah bahwa apa yang Allah SWT firmankan dalam Al-Qur’an surat An-Nahl : 68-69 sudah nyatalah kebenarannya. Terkait bagaimana persisnya biarlah manusia menafsirkan dengan keilmuan yang mereka miliki.

Al-Qur’an memiliki stuktur bahasa yang tinggi dan susunan bahasa yang indah, telah terbukti tidak ada satupun manusia yang mampu membuat hal serupa dengannya,

Begitu juga akan makna yang terkandung di dalamnya sehingga Al-Qur’an tidak boleh di artikan secara sembarangan, salah mengutip potongan ayat saja bisa berdampak fatal kalau tidak dilandasi ilmu. Jangan heran, jika ada jurusan khusus ilmu Al-Qur’an dan tafsir di universitas islam yang tersebar di beberapa Negara.

Mungkin di waktu mendatang, akan muncul penelitian-penilitan yang dapat mengungkapkan tentang hal ini dengan lebih eksplisit, Wallahu ‘alam.

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya: petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”

(Q.S Al-Baqarah : 2)

Dan terjemahan ayat diatas adalah apa yang dapat saya sampaikan sebagai penutup pada artikel kali ini.

Oh ya untuk lebih meyakinkan kamu para pecita madu di rumah, silakan kunjungin akun Youtube pada link-link dibawah ini.

  1. https://www.youtube.com/watch?v=_Ryx9TL3C4E
  2. https://www.youtube.com/watch?v=hRa0bWIAZcA&NR=1&app=desktop
  3. https://www.youtube.com/watch?v=1F7grHvW0Rw&app=desktop
  4. https://www.youtube.com/watch?v=_Ryx9TL3C4E

Semoga  bermanfaat!


Referensi :

  1. http://gusmendem-4.blogspot.com/2013/02/al-qur-tentang-lebah-makan-buah-qsan.html
  2. http://blogkasihpunya.blogspot.com/2015/07/ternyata-lebah-makan-buah-nahl-68-69.html
  3. https://madrasahmassahar.blogspot.com/2013/02/al-quran-tentang-lebah-makan-buah.html

Tinggalkan Balasan