fbpx

info@dailyhoney.co.id

Apakah Konsumsi Madu 100% Aman untuk Penderita Diabetes?

Apakah Konsumsi Madu 100% Aman untuk Penderita Diabetes?

Apakah Konsumsi Madu 100% Aman untuk Penderita Diabetes? Bagi penderita diabetes, mengkonsumsi makanan manis atau yang mengandung gula seringkali tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah di dalam tubuh. Dan itu tentu saja akan berakibat buruk bagi kesehatan si penderita. Namun, apakah itu berlaku untuk semua jenis gula yang dikonsumsi? Apakah semua gula, baik gula alami maupun gula buatan, memiliki dampak buruk yang sama terhadap penderita diabetes?

Nah, belakangan ini madu seringkali dipercaya sebagai salah satu alternatif pemanis makanan yang aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Memang benar bahwa madu lebih daripada gula putih, karena juga  mengandung unsur-unsur lain, seperti vitamin, mineral, enzim dan hormon. Akan tetapi, apakah pemanis yang memang lebih baik dari gula tersebut betul-betul aman dikonsumsi oleh penderita diabetes? Apakah memiliki efek samping yang perlu diwaspadai? Lalu bagaimana dengan cara pengunaan madu yang aman untuk penderita diabetes?

Untuk itu, mari kita simak penjelasan berikut ini!

.   .   .

Dikutip dari klikdokter.com, diabetes mellitus atau biasa disebut dengan istilah penyakit kencing manis adalah gangguan metabolisme yang terjadi akibat meningkatnya kadar gula darah di dalam tubuh. Penyakit ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Pada diabetes tipe 1, penyebabnya adalah kekurangan pada produksi hormon insulin. Insulin itu sendiri adalah hormon yang mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Dengan bantuan insulin, gula dalam darah akan dialirkan ke dalam sel-sel untuk selanjutnya digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi .

Sedangkan pada diabetes tipe 2, produksi insulin sebenarnya cukup, namun tidak bisa digunakan secara efektif oleh tubuh. Keadaan yang terjadi pada diabetes mellitus tipe 2 disebut sebagai resistensi insulin (insulin yang gagal berfungsi).

Menurut American Diabetes Association, sebenarnya masalah utama yang perlu menjadi perhatian bagi para penderita diabetes adalah terletak pada asupan karbohidrat, bukan pada masalah asupan gula (dalam artian tidak semua asupan karbohidrat mengandung tinggi gula). Pasalnya, mereka yang hidup dengan diabetes, kerap kali mengalami kenaikan kadar gula dalam darah karena mereka tidak bisa mengontrol asupan karbohidrat yang dikonsumsinya, ketimbang asupan gula.

Dalam hal penggunaan madu, ada baiknya mereka dengan riwayat diabetes memerhatikan terlebih dahulu kandungan karbohidrat dari madu yang akan mereka konsumsi. Beberapa produk madu terdaftar biasanya akan mencantumkan informasi nutrisi pada label kemasan.

Jadi, selalu perhatikan informasi nutrisi yang tertera pada kemasan makanan sebelum membelinya, tidak hanya untuk madu melainkan juga untuk jenis makanan berkarbohidrat manapun.

.   .   .

Madu kerap diyakini sebagai alternatif gula yang lebih sehat. Namun, bila dibandingkan, baik gula maupun madu sama-sama mengandung fruktosa dan glukosa dalam jumlah 1:1. Bedanya, madu mengandung lebih banyak zat gizi dibandingkan gula, seperti kalsium, zat besi, vitamin C, vitamin B, magnesium, fosfor, zink, dan kalium dan juga protein, yang mana tidak ditemukan pada gula.

Apakah itu berarti madu lebih aman dikonsumsi oleh penderita diabetes daripada gula pasir?

Sebelumnya, mari kita merujuk pada beberapa studi ilmiah terkait yag pernah dilakukan.

Madu tetap bisa memengaruhi gula darah dan insulin di dalam tubuh

Pertama, dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) menemukan bahwa dengan mengkonsumsi 75 gram madu mampu meningkatkan kadar gula darah dan insulin pada orang tanpa diabetes dalam waktu 30 menit. Sedangkan tes yang dilakukan menggunakan 75 gram gula putih pada orang tanpa diabetes, para peneliti menemukan bahwa kadar gula darah naik ke tingkat yang sedikit lebih tinggi (daripada madu). Namun, kadar gula darah yang tinggi tersebut akan turun lebih cepat dan bertahan di angka yang rendah selama 2 jam berikutnya dibandingkan dengan gula putih.

Akan tetapi, penelitian tersebut masih belum bisa dijadikan sebagai acuan. Hal ini dikarenakan terdapat penelitian lain yang malah menunjukkan hasil yang berbeda.

Madu dapat memperbaiki kadar gula darah dalam jangka pendek

Contohnya, suatu penelitian yang dilakukan di King Saud University, Arab Saudi selama 8 minggu menunjukkan bahwa penambahan madu dalam diet penderita diabetes dapat memperbaiki kadar gula darah dalam jangka pendek. Sementara itu, penelitian lain pun menemukan bahwa penambahan madu dalam diet penderita diabetes malah dapat memperburuk kadar gula darah mereka dalam jangka panjang.

Kombinasi madu dengan pengontrol gula darah dapat membantu pengobatan diabetes

Berbeda dengan kedua penelitian sebelumnya, studi lain yang dilakukan pada 2014 justru mengatakan bahwa kombinasi madu dengan obat pengontrol gula darah memiliki dampak yang menguntungkan. Madu diyakini dapat membantu pengobatan diabetes, karena kaya akan antioksidan, membantu mengelola kadar gula darah dan turut meningkatkan produksi insulin.

Madu mencegah penderita diabetes diamputasi

Madu juga memiliki propertis yang bermanfaat dalam penyembuhan luka. Menurut Wayan Raimantera, Managing Director PT Elang Biru Indonesia Gemilang (distributor tunggal Manuka Health New Zealand di Indonesia), madu bias membantu mencegah penderita diabetes mengalami amputasi.

Risiko amputasi pada kaki atau bagian tubuh lin yang terluka cukup tinggi pada penderita diabetes. Sebab, luka pada penderita diabetes sulit kering, sehingga rentan terinfeksi. Borok yang biasanya terdapat di kaki juga sulit disembuhkan karena bakterinya tak mempan dibunuh dengan antibiotik.

Namun, menurut Wayan, yang juga seorang penderita diabetes terselamatkan dari risiko amputasi setelah menggunakan plester yang mengandung madu selama 16 minggu. Madunya dipadatkan ke dalam lembaran gel yang dipasang di dalam plester (dilansir dari detik.com).

Diet karbohidrat dengan GI rendah bagus untuk metabolisme penderita diabetes

Salah satu cara untuk mengontrol gula darah dalam tubuh adalah dengan melakukan diet karbohidrat. Nilai penting karbohidrat dalam diet sehat seringkali dinyatakan dengan indeks glikemik (GI). Karbohidrat dengan nilai GI minimum dan maksimum menunjukkan secara berturut-turut tingkat gula darah yang rendah dan tinggi. Karbohidrat dengan GI rendah lebih baik daripada karbohidrat dengan GI tinggi. Oleh karena itu, diet madu dengan GI rendah memberikan keuntungan terhadap metobolisme tubuh, termasuk pada penderita diabetes dan jantung koroner. Madu dari jenis flora bunga akasia dan madu kuning merupakan contoh madu dengan nilai GI rendah (dapat dilihat pada jurnal ilmiah Glycemic Index: overview of implications in health and disease, vol. 76, 2002).

.   .   .

Jadi, apakah mengkonsumsi madu 100% aman bagi penderita diabetes? Jawabannya tidak semudah “ya” dan “tidak”. Karena hal itu tergantung pada beberapa faktor, seperti jumlah (dosis) madu yang dikonsumsi, keadaan kontrol gula darah (kondisi penderita), jangka waktu dan cara penggunaan serta nilai GI dari madu yang dikonsumsi.

Sebagai contoh, madu dengan indeks glikemik (GI) sebesar 87 termasuk jenis karbohidrat dengan kadar gula tinggi, sehingga tidak aman dikonsumsi dalam jumlah berlebihan bagi penderita diabetes.

Dilansir dari kompas.com, menurut Dr. Ketut Suastika, Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) pemanis yang bersumber dari buah-buahan pun juga bisa berisiko untuk penderita diabetes. Memang tidak semua buah, namun biasanya semakin manis buah maka semakin tinggi kalorinya. Buah yang bisa dikonsumsi penderita diabetes adalah yang tak terlalu manis seperti apel, pepaya, dan melon lokal. Selain itu, apapun sumber makanan karbohidrat dengan kalori dan gula tinggi tidak aman dikonsumsi oleh penderita diabetes secara berlebohan, apalagi dalam jangka panjang.

Tips aman mengkonsumsi madu bagi penderita diabetes

Dilansir dari hellosehat.com, orang dengan diabetes tipe 2 yang ingin menambahkan madu ke dalam minuman atau makanan, ada baiknya mengonsumsinya dengan jumlah sangat sedikit. Karena pada dasarnya, madu memiliki rasa yang lebih manis daripada gula putih, sehingga meskipun penggunaannya hanya sedikit, itu sudah bisa mempermanis makanan dan minuman tersebut.

Jadi, penderita diabetes boleh mengonsumsi madu asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit sambil melakukan pemantauan gula darah. Dan juga tidak apa-apa jika menggunakan pemanis rendah kalori sebagai alternatif.

Selain mengontrol dosis gula dan jumlah kalori yang masuk, tentu ada beberapa faktor lain yang harus dipertimbangkan, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Akan tetapi, bagi Anda penderita diabetes, mungkin saja tidak tahu: berapa dosis madu maksimal yang dapat Anda konsums? bagaimana cara menghitung kadar GI pada karbohidrat yang Anda makan? atau bagaimana menghitung jumlah kalori maksimal yang boleh masuk per harinya?

Oleh karena itu, jika Anda masih ragu, ada baiknya Anda mengkonsultasikan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi jenis karbohidrat apapun selagi mengontrol gula darah Anda, tentunya kepada dokter yang Anda percaya.


Referensi:

  1. https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/diabetes-kencing-manis/madu-untuk-diabetes-boleh-tidak/amp/
  2. https://m.detik.com/food/info-sehat/d-2763510/penderita-diabetes-boleh-minum-madu-ini-syaratnya
  3. https://amp.kompas.com/sains/read/2019/07/01/210000023/madu-dan-gula-sama-saja-tetap-racun-bagi-penderita-diabetes
  4. https://m.klikdokter.com/amp/3507824/bolehkah-penderita-diabetes-mellitus-konsumsi-madu
  5. Role of honey in modern medicine, Saudi Journal of Biological Sciences. 2016

Tinggalkan Balasan