fbpx

info@dailyhoney.co.id

Bagaimana Cara Membedakan Madu Asli dan Madu Palsu dengan Benar?

Bagaimana Cara Membedakan Madu Asli dan Madu Palsu dengan Benar?

Madu adalah cairan alami yang mempunyai manis yang dihasilkan oleh lebah madu dari sari bunga atau bagian lain dari tanaman atau ekskresi serangga.

Madu di Indonesia memiliki  kisaran nilai yang bervariasi dari setiap kandungan nutrisinya. Ada sekitar 320 jenis madu yang bisa ditemui di alam dengan komposisi gizi yang juga berbeda tergantung sumber nektarnya. Saking banyaknya variasi dari madu ini, maka ditetapkanlah Standar Internasional untuk pedoman mutu madu yang tercantum dalam Codex Standard for Honey. Sejumlah negara  juga diketahui menetapkan standar mutu madu nasionalnya secara mandiri, karena memang produk madu yang dihasilkan tergantung wilayah geografis setempat. Di Indonesia sendiri, standar kualitas madu nasional yang terbaru telah diatur secara resmi dalam SNI 8664:2018.standar mutu madu SNISebagian besar nutrisi pada madu mengandung gula alami yang cepat diserap oleh tubuh, sehingga bermanfaat sebagai sumber energi. Madu memiliki sifat higroskopis, yaitu cenderung menyerap air dari lingkungannya. Hal ini menyebabkan kadar air madu rata-rata di Indonesia cukup tinggi (walaupun bisa bervariasi) karena dipengaruhi oleh kelembapan relatif udara georafis kita. Kadar air inilah yang menjadi faktor penentu kekentalan madu. Kebanyakan madu yang dijumpai di pasaran adalah madu hasil olahan atau madu tidak murni.

Pengolahan pada madu, seperti proses pemanasan selama dibawah suhu 62ᵒ C masih dianggap tidak apa-apa, karena belum merusak nutrisi penting pada madu. Akan tetapi, produk madu tidak murni hasil oplosan atau yang dipalsukan dengan larutan sirup adalah cerita lain. Madu palsu yang diolah dari berbagai campuran bahan pemanis buatan tentu saja sudah tidak bermanfaat lagi sebagaimana madu murni, dan bahkan beberapa bahan tersebut mungkin saja berisiko untuk kesehatan.

Oleh karena itu, pengetahuan untuk bisa membedakan madu asli dan madu palsu yang dijual di pasaran adalah dirasa penting. Karena barangkali madu yang kita konsumsi juga adalah madu palsu.

.  .  .

Apa saja parameter dari kemurnian madu?

Komposisi kimia madu yang dapat menjadi parameter kemurnian madu yaitu kandungan Hidroximetilfurfural (HMF), enzim diastase, kadar air, karbohidrat, dan nilai pH. Sayangnya, kisaran nilai dari parameter ini hanya bisa diketahui melalui uji laboratorium.

| Hidroximetilfurfural (HMF)

Hidroximetilfurfural (HMF) merupakan senyawa kimia yang dihasilkan dari perombakan (yang jumlah atom C-nya enam) glukosa dan fruktosa madu pada suasana asam dan dengan bantuan panas. Kadar HMF pada madu segar diketahui sangat rendah. Kadar HMF dapat menjadi indikator kerusakan madu oleh pemanasan yang berlebihan atau karena penambahan gula sintetik. Kedua perlakuan tersebut akan meningkatkan kadar HMF.

Selain itu, kenaikan kadar HMF juga disebabkan oleh suhu dan lama penyimpanan. Madu yang disimpan semakin lama menyebabkan kadar HMF-nya semakin tinggi dan menyebabkan warna madu menjadi semakin gelap. Kadar HMF maksimal yang diizinkan adalah 50 mg/kg madu.

| Enzim diastase

Enzim diastase dihasilkan dari lambung lebah dan ketika lebah memuntahkan kembali nektar tanaman yang diambilnya, selalu disertai dengan enzim ini. Enzim diatase berfungsi untuk mengubah zat gula pada nektar menjadi fruktosa dan glukosa pada madu. Enzim ini hanya diproduksi oleh lebah penghasil madu dan tidak akan ditemukan pada madu oplosan. Aktivitas enzim diastase sesuai standar SNI adalah maksimal 3 DN.

| Kadar Air 

Kadar air dalam madu menentukan keawetan madu. Madu yang kadar airnya tinggi, mudah terfermentasi. Madu yang kadar airnya rendah tidak mudah larut dalam air.  Kadar air madu tergantung dari keadaan cuaca, dan kadar air awal nektar dari mana nektar tersebut berasal. Kelembaban udara juga berpengaruh terhadap kadar air madu. Semakin rendah kelembaban udara maka semakin rendah pula kadar airnya. Standar dari kadar air madu di Indonesia adalah 22%.

| Karbohidrat 

Madu mengandung karbohidrat sederhana yang mudah diserap oleh tubuh.  Jenis karbohidrat yang dominan terdapat pada madu adalah adalah fruktosa dan glukosa, dan sisanya adalah oligosakharida dan polisakharida.

Madu mengandung  berbagai gula pereduksi dan kadar air, sehingga bila disimpan lama akan  mengalami  perubahan warna. Bila  madu  disimpan  dua  tahun  di tempat  bersuhu  kamar, maltosa  akan  meningkat mencapai 69%, dan glukosa  serta fruktosa turun mencapai 86% dari kadar murninya. Kadar gula reduksi dan sukrosa pada madu sesuai standar adalah sekitar 70% dari 100 gram madu.

| Nilai pH

Madu bersifat asam dengan nilai pH 3,2 – 5. Nilai pH madu yang rendah ini mendekati pH cuka, tetapi ditutupi oleh kadar gulanya yang tinggi, sehingga lebih terasa manis, bukannya kecut seperti cuka. Cita rasa dan aroma madu sebagian disebabkan oleh kandungan asamnya. Keasaman pada amdu ya sesuai standar asdalah 50 mek/kg madu.

Madu bersifat anti mikroba dikarenakan kandungan gulanya yang tinggi, nilai pH dan kandungann proteinnya yang relatif rendah, sehingga dapat membatasi jumlah air  yang  tersedia untuk pertumbuhan bakteri.

Selain itu, ada beberapa parameter lain yang biasa digunakan untuk menentukan kemurnian amdu, yaitu warna, rasa, kekentalan dan aroma. Akan tetapi, jangkauan katrakteristik dari keempat paraameter tersebut bisa sangat luas dan bervariasi tergantung jenis nektar yang menjadi sumber dari madu tersbeut.

Adakah metode ilmiah untuk menguji keaslian madu?

Sebagaimana telah dibahas sebelumnya bahwa indikator pasti yang bisa membedakan antara madu asli dan madu palsu adalah komposisi kimianya,. Pengujian hanya bisa dilakukan melalui uji lab oleh tenaga ahli dan peralatan khusus, sehingga tidak semua orang bisa melakukannya di rumah.

Analisis laboratorium dilakukan untuk mengetahui kadar air, fruktosa, glukosa, sukrosa dan HMF pada madu. Parameter pengukuran pada madu tersebut berpedoman pada standar mutu madu sesuai SNI. Nah, jika madu itu mengalami kerusakan, diberi zat tambahan atau bahkan dipalsukan, maka akan mempengaruhi parameter tersebut dan perbedaanya bisa diidentifikasi.

Sebenarnya, secara kimia ada beberapa metode untuk mengetahui kemurnian madu, yakni dengan analisis karbon, analisis mikroskopis, analisis hydroxymethylfurfural (HMF), analisis polaritas cahaya dan terakhir tes keasaman.  Selain itu, juga dapat dilakukan uji gula dengan cara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) atau High Peformance Liquid Cromatografi (HPLC). Pengujian dengan HPLC terutama dimaksudkan untuk mengetahui kadar fruktosa dan glukosa madu. Pengujian madu pada prakteknya di lapangan sering diuji dengan cara-cara berdasarkan pengetahuan atas informasi yang berhubungan di masyarakat walaupun belum dapat dibuktikan keakuratannya.

Keanyakan cara uji keaslian madu yang selama ini populer digunakan oleh masyarakat sebenarna keliru dan perlu diluruskan.

Baca juga: Mengapa Kita Seharusnya Tidak Mudah Percaya dengan Cara Uji Keaslian Madu yang Beredar Luas di Internet?

Berbagai kajian kemurnian madu yang pernah dilkukan di Institut Pertanian Bogor menunujukkan bahwa diantara sekian cara uji keaslian madu populer, hanya uji larut yang bisa menunjukkan keefektifannya (akurasi 80 %). Dan itupun gagal pada percobaan madu palsu yang ditambahkan sagu dan juga sampel uji yang digunakan hanya terbatas pada beberapa jenis nektar saja.

Apa saja tips dan trik sederhana untuk mengetahui keaslian madu?

Berikut ini adalah beberapa cara sederhana untuk mengenali madu asli dan madu palsu yang dijual di pasaran, agar kita tidak gampang tertipu pada saat membelinya (dirangkum dari berbagai sumber).

(1) Perhatikan label dan legalitas produk

Hal pertama yang harus kita perhatikan adalah label yang tercantum pada kemasan madu tersebut. Madu murni akan mencantumkan label dan legalitas produk yang jelas. Misalnya kalau dari Indonesia, standarnya yaitu terdapat label BPOM/Dinkes atau klaim halal dari MUI.

Selain itu, perhatikan juga komposisi atau kandungan nutrisinya. Jika pada komposisinya ada pemanis tambahan, misalnya seperti fruktosa, glukosa, atau sirup jagung dan lain sebagainya maka bisa dipastikan itu adalah madu hasil olahan. Madu murni secara alami sudah mengandung gula, sehingga tidak perlu dicampur dengan pemanis tambahan lainnya. Amati label dnegan teliti. Jika cap labelnya rusak atau dipaslukan, bisanya akan bisa terlihat atau dibedakan.

Akan tetapi, perlu diingat juga bahwa di pasaran bukan tidak mungkin madu asli dan madu palsu sama-sama dipasarkan dengan merk “madu murni”. Beberapa produsen bisa saja tidak jujur dengan informasi bahan yang dicantumkannya. Bahkan, beberapa madu yang diimpor dari luar pun sengaja diebri label madu lokal agar terkesan terpercaya. Kebanyakan madu yang diberi label dengan madu lokal, biasanya bukan madu lokal, kecuali anda tahu pasti dimana peternakan lebahnya sebagai produsen madu tersebut.

(2) Usahakan beli madu berlabel “True Source Honey

Sekali lagi, amati label pada kemasan dengan teliti. Produk madu murni biasanya memastikan pada konsumen dengan label:  “100% madu murni” atau “Pure Honey” atau “True Source Honey”. Label yang jelas bisa mebantu Anda menghindari pembelian madu yang sudah dipalsukan.

Dilansir dari detikcom, “True Source Honey” adalah sebuah organisasi yang bekerja untuk mempromosikan madu murni. Ini adalah program sukarela untuk madu impor, namun peternak lebah juga dapat berpartisipasi.

(3) Cari tahu harga normal dari madu asli

Selain itu, perhatikan juga harga dari produk madu tersebut. Harga madu biasanya menentukan kualitas dari madu tersebut (ya, walaupun tidak mutlak). Madu yang katanya murni tapi dijual dengan harga relatif murah kemungkinan besar adalah madu palsu. Untuk itu Anda harus melakukan survei harga pasar terlebih dahulu tentunya, untuk mengetahui berapa rata-rat harga per 100 gra madu asli yang biasa dijual di pasaran.

(4) Beli madu dengan merk terpercaya

Anda bisa mengandalkan produk madu dari peternak lokal yang ada di daerah Anda, kalau begitu. Usahakan untuk menemukan peternak lebah lokal yang menghasilkan madu segar dan tentunya juga jujur. Kalau tidak ada, masih banyak madu lokal lain yang bisa diandalkan. Anda bisa memanfaatkan internet dan media sosial untuk membantu Anda menemukan madu asli yang Anda cari. Produk madu yang dipasarkan dengan kredibilitas bagus biasanya akan memastikan bahwa madu yang dijual mereka adalah madu asli yang diambil dari ternak lebah langsung. Bahkan, bukan tidak mungkin Anda bisa menanyakan iinformasi lebaih lanjut atau hasil uji lab dari keaslian dari madu tersebut.

(5) Tidak masalah jika ingin mengujinya di rumah

Ada banyak cara mengetes keaslian madu yang populer, namun sayangnya banyak juga yang tidak terbukti keefektifannya. Akan tetapi, ada sebuah tes yang umum di kalangan peternak lebah dan juga beberapa penelitian tentang madu yang cukup menarik perhatian. Caranya adalah dengan menerapkan 3 cara pengujian berturut-turut: uji kelarutan, uji keruh dan uji buih. Untuk detailnya, Anda cukup tambahkan madu ke dalam air untuk uji larut, dan pada uji selanjutnya dengan mengaduk/mengocok air yang telah dicampur madu. Amati reaksinya. Jika madu tidak larut, air menjadi keruh dan muncul buih: kemungkinan besar itu adalah madu asli.

Buih bisa muncul karena kandungan enzim aktif atau protein pada madu. Air menjadi keruh karena kandungan polen dan senyawa organik pada madu. Sementara madu akan larut jika kandungan airnya rendah (kental). Akan tetapi, cara uji ini punya kelemahan: tidak bkerja untuk semua jenis madu (madu hutan, misalnya) dan tingkat akurasi paling tida banyak diatas 50% (khusus untuk uji kelarutan pernah diteliti dan akurasinya bisa sampai 80%). Artinya, beberapa percobaan mungkin akan gagal. Saya tidak menjamin hasilnya akurat 100%, tapi tidak masalah kalaupun Anda ingin mencobanya di rumah.

.  .  .

Oleh karena itu, untuk mensiasatinya jadilah konsumen yang cerdas dengan cara memilih madu yang asli. Karena dengan mengkonsumsi madu yang tidak asli, selain tidak bermanfaat untuk kesehatan juga berdampak pada peternak lebah. Madu palsu yang dijual dengan harga murah akan memberi tekanan finansial bagi industri peternakan lebah lokal, sehingga memicu timbulnya perang harga. Hal itu menyebabkan peternak lebah terpaksa harus menyesuaikan harga pasar dan menyebabkan kerugian.

Madu adalah produk makanan alami bernilai gizi tinggi. Dengan membeli produk madu yang asli, berarti kita telah menolong peternak lebah lokal untuk terus memproduksi madu berkualitas bagi kita semua.


Referensi:

  1. Kajian Kemurnian Madu Komersial di Kota Bogor dengan Menggunakan Berbagai Metode Pengujian – Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor 2012, diaskses pada laman: https://bit.ly/2V0ywy7
  2. https://m.detik.com/food/info-kuliner/d-3598215/bisa-jadi-madu-yang-anda-minum-palsu-kenali-ciri-ciri-madu-ini
  3. https://www.benefits-of-honey.com/pure-honey.html
  4. https://www.benefits-of-honey.com/test-for-real-honey.html

Tinggalkan Balasan