fbpx

info@dailyhoney.co.id

Bagaimana Cara Menggunakan Madu untuk Mengobati Luka?

Bagaimana Cara Menggunakan Madu untuk Mengobati Luka?

Madu merupakan salah satu makanan serba guna yang telah dimanfaatkan sejak lama oleh manusia. Salah satu manfaat madu yang telah terbukti secara medis adalah kegunaannya dalam penyembuhan luka. Hal ini dikarenakan madu memiliki komponen bioaktif yang dapat membantu menyembuhkan luka dengan lebih cepat.

Meskipun di luar sana telah banyak dijual berbagai obat untuk penyembuhan luka, menggunakan madu sebagai alternatif obat mungkin adalah pilihan yang tak kalah efektifnya. Selain enak untuk dikonsumsi, madu ternyata juga memiliki kegunaan lain diluar manfaat kesehatannya yang sudah umum kita ketahui.

Baca juga:

Seberapa efektif madu dalam menyembuhkan luka?

Dikutip dari healthline.com, madu telah digunakan secara medis untuk menyembuhkan berbagai jenis luka, seperti:

  1. bisul
  2. luka bakar
  3. luka dan bisul yang meradang
  4. sinus pilonidal
  5. tukak pada kaki atau luka diabetes

Peneliti telah melakukan berbagai penelitian mengenai keefektifan madu sebagai pengobatan untuk berbagai luka. Sebuah sumber terpercaya dari The Cochrane Review menerbitkan tinjauan literatur berskala besar dari 26 uji klinis semacam itu, yang mencakup total 3.011 peserta uji. Dari pengujian itu, para peneliti menyimpulkan bahwa madu tampaknya membantu menyembuhkan luka bakar sebagian dan luka pasca operasi yang terinfeksi dengan lebih baik daripada kebanyakan perawatan konvensional. Namun, tidak ada cukup penelitian berskala besar dan berkualitas tinggi yang secara meyakinkan membuat rekomendasi untuk jenis luka lain (selain dari daftar di atas).

Dalam sebuah rujukan yang diterbitkan oleh jurnal Wounds — efek penyembuhan luka pada madu disebabkan oleh berbagai faktor, seperti derajat keasaman (pH), efek osmotik gula dan sifat antibakteri pada madu.

  • Derajat keasamaan (pH) madu. Madu memiliki pH antara 3,2 – 4,5 (bersifat asam). Saat diterapkan pada luka, pH asam akan mendorong darah untuk melepaskan oksigen yang penting untuk penyembuhan luka. PH asam juga mengurangi keberadaan zat yang disebut protease yang menghambat proses penyembuhan luka.
  • Efek osmotik gula. Gula yang secara alami terkandung dalam madu memiliki efek menarik air keluar dari jaringan yang rusak (dikenal sebagai efek osmotik). Ini akan mengurangi pembengkakan dan mendorong aliran getah bening untuk menyembuhkan luka. Gula juga mendorong air keluar dari sel bakteri, yang dapat dapat mencegahnya berkembang biak.
  • Efek antibakteri. Madu telah terbukti memiliki efek antibakteri, khususnya terhadap bakteri yang biasa terdapat pada luka, seperti methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan vancomycin-resistant Enterococci (VRE). Mekanisme anti-bakteri pada madu ini juga mungkin berasal dari efek osmotiknya.
5 Surprising Health Benefits of Honey
Gambar. Selain enak untuk dikonsumsi, madu juga bisa digunakan untuk menyembuhkan luka (via shared.com)

Tips mengoleskan madu pada luka

Jika kamu ingin mengoleskan madu untuk mengobati luka ringan di rumah, berikut ini adalah beberapa tips untuk pengaplikasiannya:

  1. Pastikan bahwa tangan dan media yang digunakan untuk membalut luka tersebut bersih. Media yang digunakan bisa berupa kain kasa steril atau ujung kapas.
  2. Oleskan madu ke pembalut terlebih dahulu, lalu oleskan pembalut ke kulit secara hati-hati. Jika lukamu cukup dalam, seperti abses usahakan madu harus mengisi dasar luka sebelum balutan diterapkan.
  3. Tempatkan pembalut yang bersih dan kering di atas madu. Ini bisa berupa pembalut kasa steril atau perban berperekat. Pembalut oklusif lebih baik daripada madu karena mencegah madu merembes keluar.
  4. Ganti pembalut saat aliran dari luka memenuhi balutan. Saat efek penyembuhan madu telah bekerja, penggantian balutan mungkin akan lebih jarang.
  5. Cuci tanganmu setiap setelah membalut luka.

Catatan penggunaan

Idealnya, madu yang disarankan penggunaannya adalah madu kelas medis, yaitu madu yang telah disterilkan karena itu kecil kemungkinannya untuk menyebabkan reaksi imun. Jenis madu ini antara lain dapat ditemui pada madu Manuka, madu Gelam, madu Tualang/Sialang, atau produk MediHoney. Madu tingkat medis pada luka telah terbukti membantu mereka dengan riwayat luka kronis dapat sembuh karena memiliki sifat alami sebagai anti bakteri dan anti inflamasi sekaligus.

Akan tetapi, menggunakan madu yang biasa kamu konsumsi juga tidak apa-apa selagi itu adalah madu asli. Hal ini karena madu tersebut telah mengalami proses penyaringan (filter) yang higenis terlebih dahulu sebelum dikemas. Yang menjadi persoalan bagi banyak rujukan kesehatan adalah penggunaan madu mentah secara langsung, karena dikhawatirkan mikroba yang terbawa selama proses panen dapat menyebabkan infeksi pada luka (alih-alih menyembuhkan). Madu mentah yang tidak difilter (disaring) terlebih dahulu mungkin saja masih membawa mikroba yang bisa jadi menyebabkan peradangan terhadap luka.

Selain itu, jika luka yang kamu alami cukup serius, mungkin ada baiknya terlebih dahulu memeriksakan diri ke dokter sebelum menggunakan madu untuk dioleskan pada luka. Apalagi jika kamu memiliki riwayat alergi terhadap madu, mungkin saja cara pengobatan ini tidak disarankan, kecuali dalam pengawasan dokter terlebih dahulu.

Semoga bermanfaat!


Sumber: https://www.healthline.com/health/honey-on-wound#TOC_TITLE_HDR_1

Tinggalkan Balasan