fbpx

info@dailyhoney.co.id

Bisa Awet Sampai Ribuan Tahun, Ternyata Madu Asli Tidak Mengenal Kadaluarsa!

Bisa Awet Sampai Ribuan Tahun, Ternyata Madu Asli Tidak Mengenal Kadaluarsa!

Kebanyakan orang yang pernah membeli produk madu di supermarket atau lewat belanja online, mungkin pernah dibuat penasaran mengapa pada kemasan madu yang mereka beli tercantum tanggal kadaluarsa atau tertera label ‘baik digunakan sebelum tanggal sekian’, misalnya. Padahal, mungkin sudah banyak orang lain yang tahu bahwa madu mentah atau madu murni memiliki umur pakai yang tidak terbatas atau akan tetap awet sampai kapanpun, selama disimpan dengan cara yang benar.

Oleh karena itu, mungkin ada diantara mereka yang kemudian beranggapan bahwa madu yang dijual tersebut pastilah madu hasil pasteurisasi, telah dicampur dengan bahan lain atau memang sengaja dipalsukan. Apakah anggapan itu benar? Ternyata tidak sama sekali.

Sebagaimana kita tahu bahwa madu murni sangat tinggi gula. Bahkan, 80% kandungan madu terdiri dari gula alami. Tingginya kandungan gula ini akan menghambat pertumbuhan berbagai jenis mikroba, seperti bakteri dan jamur. Selain itu, kandungan air dalam madu juga sangat sedikit, sehingga membuat teksturnya menjadi kental. Kekentalan inilah yang membuat gula tidak dapat terfermentasi dan oksigen pun tidak mudah larut ke dalamnya. Dengan begitu, mikroba penyebab makanan busuk tidak dapat tumbuh apalagi berkembang biak.

Madu juga memiliki derajat keasaman pH sekitar 3.2 – 4.5 yang menandakan bahwa cairan manis ini bersifat asam. Berbagai jenis bakteri penyebab kontaminasi makanan tertentu, seperti C. diphtheriae, E.coli, Streptococcus, dan Salmonella, diketahui tidak dapat tumbuh di lingkungan yang asam. Sifat asam inilah yang membuat madu bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama, bahkan hingga ribuan tahun.

Kemudian, madu murni juga memiliki enzim khusus bernama glukosa oksidase yang bekerja menekan pertumbuhan bakteri. Enzim tersebut terkandung secara alami dalam liur lebah yang kemudian dilarutkan ke dalam nektar (sari tanaman) selama masa produksi madu.

Saat madu matang, proses kimia yang mengubah gula menjadi asam glukonat akan menghasilkan senyawa yang disebut dengan hidrogen peroksida. Senyawa ini memberikan madu sifat antibakteri dan antimikroba lainnya seperti polifenol dan flavonoid sehingga membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme penyebab makanan menjadi busuk.

Rasa madu dapat awet selama periode waktu yang sangat lama. Seorang penjelajah yang menemukan madu dalam botol berusia 3000 tahun di sebuah situs makam Mesir kuno, mengatakan bahwa rasanya tetap nikmat layaknya madu segar walaupun sudah lama tertimbun.

Here's how you can store honey and olive oil the 'right' way
Gambar. Madu yang disimpan dengan baik dapat bertahan lama tanpa batas waktu kadaluarsa (via dnanews.com)

Jadi, anggapan bahwa madu bisa basi adalah pemahaman yang keliru. Bahkan, bisa dibilang, madu murni tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Meski begitu, kualitas madu bisa menurun dan ketika itu terjadi, maka kandungan nutrisinya tidak lagi menyehatkan, bahkan berisiko menimbulkan penyakit apabila terkontaminasi oleh mikroba asing selama proses produksi atau cara penyimpanan yang tidak higenis.

*****

Madu asli atau madu mentah pada dasarnya mengacu pada madu yang sama sekali diproses dan/atau dipanaskan. Dan tidak ada kaitannya dengan jenis flora manapun (yang menjadi sumber madu) atau bentuk dari madu itu sendiri (krim, cair, atau padatan).

Pemanasan atau pasteurisasi tidak membuat madu jadi kurang murni, meskipun enzim alami yang terdapat di dalamnya menjadi rusak karena proses pemanasan (dan tingkat kerusakan tergantung pada seberapa banyak panas yang diberikan). Meskipun begitu, madu mentah juga tidak lepas dari kemungkinan pemalsuan. Madu mentah dapat diencerkan atau dipalsukan dengan zat lain seperti sirup fruktosa atau gula olahan, yang tentu saja dapat mempersingkat masa pakai dari madu palsu yang dihasilkan.

Masa kadaluwarsa yang lebih lama tidak berarti madu yang lebih segar

Ketika membandingkan kemasan madu dengan durasi kedaluwarsa 2 tahun dan kemasan lain dengan durasi 5 tahun, mungkin banyak konsumen yang menganggap semakin lama tanggal kedaluwarsa, berarti semakin baik madu itu. Ketika ditanya mengapa, barangkali mereka akan menjawab bahwa madu yang kadaluarsa dalam 5 tahun diharapkan lebih segar atau setidaknya lebih tahan lama.

Namun, sayangnya tidak ada alasan untuk mempercayai mengapa semakin lama durasi kadaluarsa, semakin segar madu itu. Jika benar bahwa tanggal kadaluarsa yang lebih lama berarti lebih baik, maka daging segar yang kadaluarsa dalam 3 hari akan dianggap sebagai kurang segar daripada daging yang diawetkan dalam kalengan yang berakhir dalam 3 tahun.

Akan tetapi, kita tahu bahwa itu tidak benar sama sekali. Tidak seperti daging dan sayuran yang mudah busuk, madu mentah yang super jenuh — dalam artian 100% madu murni — dapat bertahan dalam jangak waktu yang sangat lama, bahkan sampai ribuan tahun.

Apakah madu dapat mengalami kadaluwarsa?

Entah itu mentah maupun dipasteurisasi, madu yang 100% murni harusnya bertahan tanpa batas waktu jika disimpan dengan benar dalam wadah kedap udara dan disimpan jauh dari panas.

Sehingga, ini kemudian menimbulkan pertanyaan — karena madu murni tidak rusak jika disimpan dengan benar — lantas, mengapa ada tanggal kadaluarsa pada kemasan produk?

Mengapa terdapat tanggal kadaluarsa pada kemasan madu?

Toples madu yang dibeli langsung dari peternak lebah biasanya tidak memiliki prangko kadaluarsa. Namun, untuk produk makanan yang dijual di supermarket, termasuk madu, durasi kadaluarsa atau label ‘best before date’ atau ‘baik digunakan sebelum tanggal’ adalah persyaratan komersial. Tidak hanya madu, bahan makanan apapun, seperti garam atau cuka misalnya, juga harus mencantumkan tanggal kadaluarsa pada kemasannya kalau ingin ditaruh di rak supermarket. Stoples madu dicap dengan label “baik digunakan sebelum tanggal” yang menunjukkan umur simpan 2 tahun, 3 tahun atau bahkan hingga 5 tahun.

Selain itu, mungkin tidak banyak konsumen yang menyadari bahwa banyak variasi madu akan mengkristal dari waktu ke waktu di rak supermarket, dan menunjukkan perubahan warna dan penampilan seiring waktu. Meskipun kristalisasi madu adalah proses alami dan tidak berbahaya, sebagian besar konsumen tidak merasakan adanya penggelapan madu dan pembentukan kristal gula dalam madu secara positif. Dalam hal ini, label ‘baik digunakan sebelum tanggal’ pada toples madu memang membantu konsumen dalam mengindikasikan “kesegaran” madu dan memenuhi harapan pelanggan sampai batas waktu tertentu.

Jadi, label ‘baik digunakan sebelum tanggal’ adalah cara produsen/pemasok memberi sinyal kepada pelanggan apakah “botol madu” itu sudah terlalu lama disimpan di rak. Ya, kamu mungkin tidak perlu bertanya-tanya apakah kamu telah membeli botol madu yang telah ditinggalkan di rak selama bertahun-tahun, bahkan jika kamu tahu bahwa madu tetap dapat dimakan selama bertahun-tahun  yang tidak terbatas.


Referensi:

  1. https://www.benefits-of-honey.com/honey-expiration.html
  2. https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/apakah-madu-bisa-basi/

Tinggalkan Balasan