fbpx

info@dailyhoney.co.id

Bolehkan Bayi Usia dibawah 1 Tahun Mengkonsumsi Madu?

Bolehkan Bayi Usia dibawah 1 Tahun Mengkonsumsi Madu?

Bolehkan Bayi Usia dibawah 1 Tahun Mengkonsumsi Madu? – Wajar rasanya, bilamana seorang ibu merasa khawatir dan juga ‘ekstra hati-hati’ dalam memperlakukan bayinya yang masih sangat kecil, termasuk soal asupan yang masuk ke tubuh buah hatinya tersebut. Bagaimana tidak, bayi kecil itu masih sangat rentan terlebih lagi sistem kekebalan tubuh yang mereka miliki juga belum berkembang dengan sempurna. Sehingga, hal itu menjadi alasan tersendiri mengapa kekhawatiran tadi dirasa sangat bisa dipahami.

Namun, bagi beberapa orang tua, justru merasa sebaliknya mereka berdalih justru dari sedini mungkin anak harus distimulasi, harus dilatih, dan jangan dimanja. Contoh sederhana, misalnya mencoba makan nasi padahal belum dalam usia yang tepat, atau bisa juga orang tua nekat menyuapi anak suplemen makanan diluar ASI, dan lain sebagainya.

Nah, untuk hal terkait cara pengasuhan tersebut biarlah menjadi ranah para orang tua saja, ya biarkan orang tua melakukannya dengan cara yag benar menurut mereka, selagi itu tidak menyakiti si buah hati. Dan yang menjadi pembahasan sekarang adalah tentang apakah boleh atau tidaknya bayi usia dibawah 1 tahun mengonsumsi madu? Karena ini penting lho, Bunda. Hal ini meyangkut risiko kesehatan yang mungkin bisa membahayakan si bayi.

Topik artikel tersebut sedikit banyak ada keterkaitan dengan 2 kasus di atas, namun demikian ulasan yang akan kita simak berikut ini bukan karangan atau pendapat pribadi, namun sudah melibatkan pendapat pakar atau ahli dalam hal ini.

Tidak ada yang akan menyangkal bahwa mengonsumsi madu itu sangat aman dan menyehatkan (selama yang dikonsumsi itu benar-benar madu asli, ya? Hehe). Oleh karena itu, banyak keluarga yang menjadikan madu sebagai bahan makanan yang selalu hadir ditengah-tengah menu makanan keluarga.

Hampir semua anggota keluarga dari yang tua hingga muda semua mengonsumsinya setiap hari, namun bagaimana dengan bayi yang masih berusia dibawah 1 tahun? Bolehkah madu diberikan kepada mereka? Para orang tua terutama Bunda di rumah pasti jadi bertanya-tanya, aman tidak, ya? Apakah bayi sudah boleh mengkonsumsinya?

Nah, untuk menjawab semua itu, mari kita simak penjelasan berikut ini.

.  .  .

Botulisme adalah penyakit yang dibawa oleh kuman Clostridium botulinum yang terdapat dalam madu menjadi momok yang menakutkan bagi pencernaan bayi. Inilah yang digadang-gadang merupakan alasan kuat orang tua merasa enggan memberikan madu pada bayinya yang berusia dibawah 1 tahun.

Penyakit yang menyerupai keracunan makanan ini dapat menganggu sistem saraf pada bayi. Namun, di lapangan hal yang ditakutkan tersebut hampir tidak pernah terjadi setidaknya pada orang tua  yang sudah memberikan madu pada bayinya yang berusia dibawah 1 tahun.

Kenapa bisa begitu? Karena madu tidak mengandung kuman atau bakteri Clostridium botulinum. Kalaupun ada kasus yang menyebabkan bayi menderita botulisme setelah minum madu, hal itu dimungkinkan saat memanen madu ada bakteri Clostrisium botulinum yang ada di alam sekitar yang menempel pada madu tersebut.

Untuk lebih meyakinkan dan menguatkan pernyataan ini, sebuah penelitian oleh tim dokter dari rumah sakit Al Kafji National Hospital-Saudi Arabia membuktikannya dengan meneliti 220 lebih sampel madu dari berbagai negara dan mewawancarai keluarga lebih dari 1500 bayi yang diberi madu sejak lahir. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa tidak ada seorangpun bayi yang menderita botulisme dan tidak ada satupun madu yang tercemar bakteri Clostridium botilium. Jadi, kesimpulannya tidak hanya pada madu, kemungkinan bahan makanan lain pun berpeluang sama terpapar jenis bakteri ini, seperti susu contohnya.

.  .  .

Sekiranya, penelitian tersebut belum cukup meyakinkan bagi Bunda di rumah, ya? Untuk lebih jelasnya, mungkin pemaparan dari dokter anak berikut ini bisa jadi semakin meyakinkan Bunda yang barangkali masih bingung.

“Berikan untuk bayi dan balita hanya sudah dibersihkan dan dimurnikan tanpa ada zat tambahan lain. Dan karena madu bersifat panas, campurkan madu dengan air sebelum diminumkan pada bayi “

– dr. Adi Tagir Sp.A dari Rs Pondok Indah Jakarta.

Jadi, pada intinya adalah bakteri penyebab penyakit botulisme bisa saja terdapat pada bahan makanan/minuman lain, tidak hanya madu. Jadi, untuk lebih aman ada baiknya Bunda membersihkan kemasan makanan ataupun botol minuman terlebih dahulu sebelum dikonsumsi oleh si bayi. Untuk susu dan madu, mungkin harus Bunda pastikan ditambah air hangat, ya agar bisa lebih mudah dicerna. Akan tetapi, jika Bunda masih khawatir akan pemberian madu untuk bayi usia di bawah 1 tahun, tidak apa-apa kalau tidak dikasih madu dulu. Sistem pencernaan si buah hati akan lebih baik mencerna makanan saat umurnya sudah menginjak balita (usia 1-5 tahun).

Semoga bermanfaat, ya!

 

… teruntuk Bunda di rumah.


Referensi:

*dikutip dari berbagai sumber, seperti http://doktersehat.com dan http://alkhautsar.multiply.com

 

 

Tinggalkan Balasan