fbpx

info@dailyhoney.co.id

Bulan Puasa dan Mengisolasi Diri di Rumah? Waktu yang Tepat untuk Mengkonsumsi Madu! Ini Alasannya…

Bulan Puasa dan Mengisolasi Diri di Rumah? Waktu yang Tepat untuk Mengkonsumsi Madu! Ini Alasannya…

Bulan Ramadhan barangkali adalah bulan yang senantiasa dinanti-nantikan oleh umat muslim setiap tahunnya. Pada bulan tersebut, umat muslim di seluruh dunia diwajibkan menjalani ibadah puasa sebulan penuh lamanya. Di Indonesia, suasana Ramadhan seringkali diwarnai dengan kebersamaan keluarga yang hangat dan berbagai jajanan makanan favorit untuk menu buka puasa.

Akan tetapi, bulan Ramadhan kali ini akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yang mana biasanya kita masih bisa menjalankan aktivitas sehari-sehari di luar rumah dan melakukan ibadah tarawih berjamaah di masjid. Hal itu dikarenakan situasi pandemi COVID-19 dalam negeri kita yang semakin memburuk, sehingga pemerintah menghimbau untuk melakukan pembatasan sosial (social distancing) demi mencegah penyebaran penyakit akibat virus corona jenis baru ini.

Sekarang, dampak pandemi global ini sudah memasuki bulan ke-6 (terhitung sejak Desember 2019 lalu) dan hampir 2 pekan lamanya pemerintah sudah menetapkan PSSB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) secara nasional. Dan tentu saja, berbagai situasi dan kebijakan tersebut mengubah wajah kehidupan kita sehari-harinya.

Sekolah-sekolah, universitas, kantor, dan tempat wisata — semuanya tutup. Para pelajar, mahasiswa dan pegawai kantoran disuruh untuk belajar atau bekerja di rumah (Work From Home) dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Sehingga, meskipun di tengah situasi pandemi ini, tidak ada alasan untuk tidak produktif dan bermalas-malasan sepanjang hari. Kita tengah menghadapi wabah penyakit, bukan sedang liburan, lho ya.

Meskipun kelihatan menyenangkan, belajar atau bekerja dari rumah juga memiliki tantangannya tersendiri. Salah satunya adalah tidak adanya pembatasan kerja efektif yang jelas sehingga kita seringkali lupa waktu saat bekerja atau bahkan mungkin menunda-nunda pekerjaan. Apalagi kalau dikejar deadline tugas atau pekerjaan yang menumpuk, sehingga mau tidak mau kita harus berusaha esktra untuk menyelesaikannya, ditambah lagi, pada siang harinya kita juga berpuasa. Bukan tak mungkin hal itu akan menyebabkan stres, kelelahan dan berkurangnya waktu istirahat kita.

wfh
Gambar. Belajar atau bekerja di rumah ternyata tak seenak yang dibayangkan (freepik.com/shutterstock.com)

Beberapa cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menerapkan disiplin diri agar tidak terus-terusan menunda pekerjaan, memperbaiki pola tidur, melakukan aktivitas fisik di rumah, serta mengkonsumsi makanan yang bernutrisi seimbang. Mengapa begitu? Ya, karena produktivitas harus dibarengi dengan kesehatan dan kondisi mental yang prima. Jika kita sakit-sakitan selama bekerja dan berpuasa, maka tidak hanya pekerjaan kita saja yang akan terbengkalai, tapi ibadah kita juga akan ikut terganggu.

Salah satu bahan makanan alami yang sudah lama dipercaya dan juga terbukti secara ilmiah bermanfaat untuk meningkatkan stamina dan imunitas tubuh adalah madu. Madu mengandung sejumlah kalori, vitamin dan mineral yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh kita selama isolasi mandiri dan bekerja di rumah, tentunya.

Baca juga: 5 Alasan Minum Madu Saat Karantina di Tengah Wabah COVID-19

Berikut ini adalah nilai nutrisi rata-rata yang terkandung dalam 100 gram madu murni:

kandungan nutrisi pada madu

Nah, dengan melihat madu yang mengandung nutrisi berlimpah tersebut, tentu wajar jika produk hewani ini kemudian dipercaya akan manfaatnya. Kalau informasi itu masih belum cukup bagimu, berikut ini dailyhoney telah menyediakan 7 alasan penting mengapa madu sangat layak dikonsumsi selama masa isolasi pandemi dan puasa Ramadhan.

#1

Sebagai sumber energi dan penambah stamina tubuh

Dengan meminum segelas air hangat dicampur satu atau dua  sendok madu akan memberikan sumber energi yang cukup bagi tubuh untuk berpuasa seharian. Kandungan gula alami dan karbohidrat pada madu mudah diserap oleh tubuh, sehingga dapat menjadi penambah stamina yang efektif. Selain itu, mencampur madu dengan segelas air hangat akan menambah cadangan air dalam tubuh sehingga mencegah terjadinya dehidrasi selama berpuasa.

Dalam satu sendok madu murni, rata-rata terdapat 64 kalori dan 17 gram gula dari sumber fruktosa alami yang dapat memberi kamu energi untuk berpuasa sepanjang hari. Di tengah aktivitas yang padat saat puasa, asupan madu jadi sangat berguna untuk meningkatkan energi kamu biar tidak gampang lemas atau kelelahan saat bekerja. Asupan kalori dan karbohidratnya sekaligus bisa membantu perut kenyang lebih lama, sehingga kamu dapat menahan lapar lebih lama saat berpuasa.

Dan yang terpenting adalah madu berperan lebih baik daripada gula sebagai sumber energi, karena gula hanya mengandung kalori sedangkan madu kaya akan nutrisi penting lainnya.

#2

Meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit

Madu memiliki kandungan senyawa yang bersifat sebagai anti-bakteri, anti-virus, anti-jamur, anti-peradangan, dan anti-oksidan sekaligus. Madu murni dan organik mengandung sejumlah enzim, asam amino, vitamin, dan mineral yang dapat menjaga tubuh dari serangan bakteri. Kandungan antioksidan pada madu dapat melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Dengan berbagai kandungan senyawa aktif tersebut, imunitas tubuh kita pun bisa lebih terjaga.

Salah satu pertanda sistem imun sedang melemah adalah mudahnya tubuh terserang penyakit, seperti flu, demam, batuk, dan sakit tenggorokan.

Penelitian telah menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara perbaikan kondisi batuk dan radang tenggorokan dengan sejumlah perawatan menggunakan madu, baik pada anak-anak usia 1-5 tahun maupun orang dewasa. Secara alamiah, madu mengandung dextromethorphan dan diphenhydramine, yaitu zat yang dapat mengurangi gejala alergi dan menekan batuk yang biasa terdapat pada berbagai jenis obat batuk.

Madu telah dinyatakan aman dan memberikan dampak terhadap  pencegahan gejala batuk dan infeksi saluran pernapasan (asma/bronkitis). Selain itu, madu juga bisa mengurangi sakit pada tenggorongan karena madu juga bersifat anti-inflamasi yang bisa menyembuhkan luka dan peradangan.

#3

 Mengurangi stress dan membantu tidur lebih nyenyak

Salah satu hal yang paling banyak dikeluhkan orang selama karantina diri ditengah pandemi ini adalah rentannya terkena stres dan gejala depresi. Hal ini dikarenakan kebutuhan psikologis kita untuk berinteraksi secara sosial tidak terpenuhi dengan baik. Apalagi hal itu juga bisa sampai menganggu pola tidur kita di malam hari.

Nah, kabar baiknya, senyawa dextromethorphan dan diphenhydramine yang terdapat pada madu teryata tidak hanya dapat meredakan batuk dan infeksi saluran pernapasan, namun juga memberikan efek anti-depresan untuk meningkatkan kualitas tidur. Apalagi ditambah dengan aroma madu yang khas dan menenangkan, sehingga akan terasa seperti aromaterapik alami.

Meminum madu juga dapat meningkatkan hormon relaksasi yang membuat suasana hati jadi lebih baik dan meredakan stress. Mengkonsumsi madu sebelum tidur disinyalir dapat membuat tidur jadi lebih nyenyak, sehingga tidur kamu akan lebih berkualitas selama bulan puasa dan pekerjaanmu akan terselasaikan dengan baik. Ingat kualitas tidur yang baik adalah kunci produktivitas!

#4

Meningkatkan konsentrasi dan daya ingat otak

Salah satu agen potensial pada madu yang membantu dalam peningkatan fungsi kognitif otak adalah senyawa antioksidan yang disebut phinocembrin. Phinocembrin merupakan kelompok senyawa antioksidan flavonoid yang dapat meningkatkan fungsi otak. Berbagai riset telah menemukan bahwa phinocembrin memiliki dampak yang secara langsung berhubungan dengan neuroprotektif (perlindungan sel-sel syaraf dari penurunan fungsi atau penuaan), meningkatkan fokus dan daya ingat.

Hal ini berarti bahwa senyawa antioksidan pada madu dapat melindungi otak dan sel syaraf dari kerusakan dengan cara menangkal radikal bebas penyebab penyakit dan degenerasi sel. Hasil studi tersebut juga cukup menggembirakan karena, karena ternyata efek positif madu juga telah diteliti dan bekerja pada pasien dengan kondisi pelemahan sel syaraf, seperti penyakit stroke, Alzheimer dan Parkinson.

Nah, bagi kalian yang masih pelajar/mahasiswa maupun workaholic diluar sana, memiliki daya ingat dan konsentrasi yang baik tentu akan sangat membantu aktivitas pembelajaran maupun pekerjaan kalian, bukan?

#5

Kunci pencernaan sehat selama berpuasa

Salah satu masalah yang kerap dikeluhkan oleh mereka yang berpuasa adalah masalah pencernaan seperti konstipasi (sembelit).

Perubahan pola makan — seperti berpuasa misalnya — akan menyebabkan susah buang air besar karena dehidrasi. Cobalah untuk rutin minum air madu hangat saat sahur dan berbuka puasa. Kandungan antiseptik dalam madu ditambah air bisa membantu mengurangi kadar keasaman dalam perut sekaligus meningkatkan produksi lendir dalam usus.

Mengonsumsi larutan madu dengan air hangat saat berbuka juga dapat membantu mempermudah penyerapan nutrisi dalam makanan. Dampaknya, sistem pencernaan dan metabolisme tubuh akan jadi lancar. Kendati demikian, pastikan kamu tetap mengonsumsi makanan yang bergizi dan minum yang cukup.

Selain itu, mengkonsumsi madu secara rutin selama bulan puasa dapat menyelematkan kamu dari gejala maag atau kenaikan asam lambung, karena perubahan pola makan.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa madu ternyata dapat mencegah peningkatan asam lambung, dengan cara memberi perlindungan pada kerongkongan (esofagus) dan lambung. Maka itu, madu bisa membantu mengurangi risiko penyakit GERD yang dapat memicu peradangan dan nyeri pada ulu hati, dilansir dari Medical News Today.

#6

Menurunkan kadar trigliserida dalam darah

Selama bulan Ramadahan, salah satu menu favorit untuk berbuka puasa selain sajian manis adalah gorengan. Terlalu banyak menyantap gorengan ternyata tidak sehat, dan malah dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah. Tingginya lemak pada darah dalam jangka panjang dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius, seperti kolestrol, jatung koroner, kanker dan stroke.

Nah, madu sendiri memiliki kandungan senyawa yang dapat menurunkan kadar trigliserida, yaitu salah satu jenis lemak yang banyak ditemukan dalam darah dan dapat memicu penebalan pembuluh darah.

Uniknya, penelitian yang dimuat dalam Journal of Medicinal Food membuktikan bahwa terdapat hubungan positif antara minum madu secara teratur dengan penurunan kadar trigliserida dalam darah.

#7

Diet madu dapat menguatkan sistem metabolisme dan menurunkan berat badan

Diet karbohidrat disinyalir dapat mengontrol kadar glukosa dalam darah sehingga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan. Nilai penting karbohidrat dalam suatu makanan seringkali disebut sebagai glycerix index (GI). Pada madu, nilai itu adalah pada kandungan fruktosa atau perbandingan fruktosa per glukosa yang biasanya berbeda-beda tergantung darimana sumber tanaman tempat madu berasal. Karbohidrat dengan GI minimum dan maksimum menunjukkan kadar gula darah yang rendah dan tinggi secara berturut-turut. Madu dengan kadar GI rendah lebih baik ketimbang madu dengan kadar GI tinggi.

Diet madu dengan GI rendah (misalnya madu akasia dan madu kuning) dinyatakan dapat memberikan manfaat terhadap penguatan metabolisme, termasuk bagi penderita penyakit diabetes mellitus, jantung koroner dan pasien dengan masalah fungsi endokrin.

Madu mengandung senyawa antioksidan potensial (seperti fenol, flavonoid, vitamin C dan asam organik) yang dapat melindungi tubuh kita dengan cara  menghalangi reaksi kimia pembentukan radikal bebas yang dapat merusak sel, jaringan dan fungsi-fungsi tubuh (stres oksidasi). Madu mengandung antioksidan yang cocok untuk meningkatakan aktivitas bologis, pertahanan dan peningkatan fungsi sel darah merah.

Kandungan antioksidan pada madu juga dapat mebantu proses detoksifikasi (membunuh racun) di dalam tubuh. Kamu dapat mengonsumsinya secara teratur dengan air hangat yang dicampurkan sedikit perasan lemon sebelum tidur agar lebih optimal.

Selain itu, menerapkan diet madu dengan mengkonsumsi satu sendok madu secara rutin sebelum tidur juga terbukti dapat menurunkan berat badan selama 2 minggu. Selama melakukan diet, tentunya kita juga harus mengganti semua pemanis makanan dengan madu dan melakukan pola hidup sehat lainnya, agar hasilnya lebih optimal.

madu segar
Gambar. Bagaimana? Apakah kamu mulai tertarik untuk mengkonsumsi madu secara rutin di rumah? (dailysabah.com)

 Baca juga:

Semoga informasi ini bermanfaat.


Referensi:

  1. https://hellosehat.com/hari-raya/ramadan/manfaat-minum-madu-saat-sahur/
  2. https://doktersehat.com/manfaat-madu-saat-sahur/
  3. https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4572625/11-manfaat-madu-saat-puasa
  4. https://dailyhoney.co.id/7-manfaat-madu-untuk-kesehatan-secara-ilmiah-daily-honey/
  5. https://dailyhoney.co.id/daya-ingat-anda-berkurang-ayo-bantu-atasi-dengan-mengkonsumsi-madu-begini-fakta-ilmiahnya/
  6. https://dailyhoney.co.id/tips-mengkonsumsi-madu-untuk-diet-mengurangi-berat-badan/
  7. https://dailyhoney.co.id/ternyata-madu-dapat-menyembuhkan-batuk-dan-gangguan-pernapasan-pada-anak-anak/

Tinggalkan Balasan