fbpx

info@dailyhoney.co.id

Daya Ingat Anda Berkurang? Ayo Bantu Atasi dengan Mengkonsumsi Madu! Begini Fakta Ilmiahnya…

Daya Ingat Anda Berkurang? Ayo Bantu Atasi dengan Mengkonsumsi Madu! Begini Fakta Ilmiahnya…

Setiap orang pasti mendambakan daya ingat yang tetap prima sepanjang waktu. Karena kemampuan mengingat dan berpikir adalah salah satu tools yang penting dalam proses pembelajaran sehari-hari. Ada banyak faktor yang menyebabkan berkurangnya performa memori kita. Beberapa diantaranya adalah faktor usia dan gaya hidup. Kebiasaan mengkonsumsi junk food dan kualitas tidur yang buruk adalah contoh gaya hidup yang cenderung berdampak buruk bagi kesehatan otak.

Nah, jika anda kebetulan mengalami masalah tesebut, tentu Anda tahu ada beberapa hal yang perlu Anda benahi dari sekarang. Beberapa diantaranya adalah dengan lebih memperhatikan pola tidur dan asupan nutrisi. Salah satu bahan makanan yang diketahui dapat meningkatkan daya ingat adalah madu lebah. Manfaat madu terhadap peningkatan sel memori otak telah didukung melalui berbagai studi ilmiah.

.  .  .

Madu sangat bagus dikonsumsi, terutama oleh pelajar dan mahasiswa

Bagi seorang pelajar atau mahasiswa, kemampuan kognitif merupakan salah satu faktor penting yang dapat menunjang proses belajar dalam dunia akademik. Kemampuan kognitif berkaitan dengan proses menyerap informasi, mempelajari hal baru serta menyimpan apa yang sudah dipelajari. Jika daya ingat kita menurun, tentu hal tersebut sedikit banyaknya akan menganggu aktivitas kognitif kita.

Oleh karena itu, anjuran untuk mengkonsumsi madu secara rutin dirasa sangat cocok bagi pelajar atau mahasiswa. Selain kaya dengan karbohidrat sebagai sumber energi bagi tubuh, madu juga mengandung kelompok senyawa antiokasidan, sperti flavonoid dan polifenol yang diduga dapat memicu aktivitas sel saraf pusat dengan lebih baik.

Untuk memahaminya lebih jauh, kita akan menulusuri berbagai telaah studi mengenai korelasi antara konsumsi madu dengan kemampuan berpikir dan mengingat seseorang (efek neurologis) sebagai berikut.

Beberapa riset ilmiah tentang efek madu terhadap pembelajaran dan memori

Ada banyak publikasi ilmiah yang telah mengkonfirmasi dampak positif madu terhadap peningkatan daya ingat, dengan bukti eksperimen dari hewan ataupun manusia yang dijadikan sebagai subjek penelitian.

Salah satu eksperimen yang pernah dilakukan adalah pada sejumlah tikus usia 2 bulan yang secara teratur diberi suplemen madu, untuk kemudian dipantau aktivitas kognitifnya selama periode 1 tahun. Hasil eksperimen menemukan bahwa kelompok tikus yang diberi suplemen madu secara signifikan kecemasannya berkurang dan fungsi memori spasial mereka (read: daya pengenalan ruang) juga lebih baik di bandingkan tikus dari kelompok kontrol (yang tidak diberi madu). Pengujian kognitif pada tikus dilakukan dengan pengenalan pola dan tes labirin, dan hasilnya menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan dari kedua kelompok tikus pada beberapa bulan sesudahnya (The Effects Of Long-Term Honey, Sucrose or Sugar-Free Diets on Memory and Anxiety in Rats, Vol. 97, 2009)

Riset yang dilakukan pada manusia datang dari University of Babylon, College of Midicine, Iraq yang dilakukan selama 5 tahun, antara 2003-2008 yang mengkaji apakah madu bermanfaat atau tidak dalam mencegah penurunan fungsi kognitif dan demensia. Dari total 2893 subjek, yang kesemuanya berusia 65 tahun dan lebih tua secara acak dipilih dan dipelajari: 2290 subjek yang sehat dan 603 subjek dengan beberapa gangguan kognitif ringan tapi bukan demensia. Pada studi tersebut, sekitar setengah subjek mengkonsumsi dosis 1 sendok madu setiap hari, sedangkan setengahnya lagi hanya menerima plasebo (bukan obat sebenarnya).

Setelah dipantau selama 5 tahun, secara keseluruhan 489 subjek mengalami demesnsia dan kebanyakan darinya, 349 dari grup tersebut adalah dari yang menerima plasebo. Sementara, hanya 95 orang dari kelompok yang mengkonsumsi madu mengalami demensia. Hasilnya secara statistik ternyata berbeda signifikan. Peneliti dari studi ini menyimpulkan bahwa mereka yang mengkomsumsi madu secara rutin setiap hari hanya sedkit kemungkinan mengembangkan demensia. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa madu memiliki antioksidan alami dan sifat terapeutik (bernilai obat) yang mampu mencegah penurunan kognitif dan demensia serta meningkatkan fungsi sistem syaraf dan sirkulasi sel di otak (The Use of Honey as A Natural Preventive Therapy of Cognitive Decline and Dementia in The Middle East, Vol 247(5), 2009).

Dan juga, sebuah penelitian di Argentina yang mengkaji tentang komposisi kimia madu menemukan bahwa madu membantu dalam membangun dan mengembangkan sistem saraf pusat anak-anak dan dapat mengurangi kecemasan, meningkatkan daya ingat dan pembelajaran, dan meningkatkan kinerja intelektual mereka di kemudian hari (Journal of the Argentine Chemical Society, Vol. 96(2), 2008).

Baca juga: Studi Menunjukkan Bahwa Madu Ternyata dapat Membantu Perkembangan Otak Anak!

Tidak hanya sampai disitu, efek dari madu juga diteliti pada wanita pasca menopause. Seiring bertambahnya usia, wanita menjadi rentan terhadap penurunan estrogen dalam tubuh mereka, yang memiliki dampak merugikan terhadap pembelajaran kognitif dan memori verbal. Pada 2011, Universiti Sains Malaysia melakukan percobaan terhadap 102 wanita menopause dengan diberi 20 gram suplemen madu Tualang selama 16 minggu, dipantau sebelum dan sesudah diberi perlkauan madu tersebut. Peneliti menemukan bahwa wanita pasca-menopause yang rutin mengkonsumsi madu menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi dan daya ingat langsung (Improvement Inimmediate Memory After 16 Weeks of Tualang Honey (Agro Mas) Supplement in Healthy Postmenopausal Women, Vol. 18, 2011).

Selanjutnya, penelitian lain pun juga menunjukkan bahwa sifat polifenol dari madu dapat melawan stres oksidatif, mengembalikan sistem pertahanan antioksidan seluler dan karenanya sangat membantu dalam melawan defisit memori atau penurunan daya ingat (Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2014).

Dan, masih ada lagi studi ilmiah dan eksperimen diluar sana yang juga turut mengkonfirmasi tentang manfaat madu terhadap aktivitas memori otak.

Namun demikian, kalau diitelaah dari berbagai hasil penelitian di atas, maka dapat disimulkan bahwa manfaat kognitif dari mengkonsumsi madu secara teratur adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, sehingga menunjang proses pembelajaran dengan lebih baik

  2. Menghambat stres oksidatif pada otak, sehingga melawan degenerasi sel dan penurunan fungsi kognitif otak, seperti demensia dan Alzheimer

  3. Bersifat anti-depresan, sehingga membantu mengurangi kecemasan berlebih (efek neuroterapik madu)

  4. Karena bersifat anti-depresan, hal itu akan membantu tidur dengan lebih nyeyak, dan tidur adalah salah satu cara efektif memaksimalkan performa otak

  5. Pada anak-anak, hal itu dapat merangsang pertumbuhan sel-sel saraf di otak dan meningkatkan kinerja intelektual mereka di kemudian hari

.  .  .

Jadi, pada kenyatannya madu adalah makanan yang sangat ramah untuk kesehatan otak. Bukti-bukti ilmiah yang telah dipaparkan tersebut justru membantah klaim negatif bahwa madu tidak baik untuk otak karena mengandung banyak karbohidrat (gula). Namun, kita harus memahami terlebih dahulu bahwa gula adalah sumber energi utama bagi tubuh, dan energi itu sekaligus menjadi bahan bakar bagi otak kita untuk mengkoordinasi segala aktivitas sehari-hari yang butuh berpikir.

Akan tetapi, tentu kita juga harus pandai-pandai memilih jenis gula apa yang memberi makan tubuh dan otak kita. Jika Anda memang cukup pintar, Anda seharusnya tahu mana yang akan Anda pilih, bukan?


Referensi:

  1. https://www.benefits-of-honey.com/honey-boosts-brain-function.html
  2. Review Article: Neurological Effects of Honey: Current and Future Prospects, Volume 2014, http://dx.doi.org/10.1155/2014/958721
  3. Review: Potential Role of Honey in Learning and Memory, Vol. 3, 2015, http://dx.doi:10.3390/medsci3020003

Tinggalkan Balasan