fbpx

info@dailyhoney.co.id

Jangan Salah, Ternyata Madu Asli Juga Bisa Membeku, Lho!? Begini Penjelasannya…

Jangan Salah, Ternyata Madu Asli Juga Bisa Membeku, Lho!? Begini Penjelasannya…

Bagi mereka yang cukup sering mengkonsumsi madu, mungkin pernah mendapati madu yang mereka beli terlihat agak keras seperti mengkristal. Atau mungkin juga dijumpai butir-butir putih kecil yang mengambang di permukaannya, seolah-olah madu tersebut telah mengalami fermentasi.

Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian orang, mengingat banyak anggapan di luar sana yang mengatakan bahwa madu asli tidak mungkin membeku atau mengalami granulasi karena madu tidak sama dengan air atau sirup gula.

Akan tetapi, kenyataan sebenarnya tidak seperti itu, lho honey lovers! Bertentangan dengan pendapat umum, madu asli ternyata dapat mengalami pembekuan atau tergranulasi dalam kondisi tertentu. Pada kondisi normal, mungkin madu tidak akan mengkristal. Akan tetapi, madu yang disimpan pada suhu rendah (di dalam kulkas, misalnya) bukan tidak mungkin akan mengalami pembekuan.

Mengapa madu bisa membeku?

Sebagaimana kita tahu bahwa produk madu itu sendiri berasal dari nektar bunga (bisa jadi dari satu jenis bunga atau lebih), sehingga jenis madu yang dihasilkan pun juga berbeda-beda. Perbedaan pada madu itu terutama terletak pada warna, rasa, aroma, dan komposisi nutrisinya. Sehingga, sebagian madu mungkin akan menunjukkan reaksi berbeda terhadap pengaruh suhu lingkungannya. Pembekuan pada madu sebenarnya adalah hal yang mungin terjadi, dan bukan merupakan pertanda bahwa itu madu palsu.

 

GloryBee | What to do with Crystallized Honey? / GloryBee
Gambar. Madu yang mengalami pembekuan (via glorybee.com)

Kristalisasi pada madu disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tempat penyimpanan, kualitas madu, rasio glukosa dan fruktosa, dan kandungan polen.

Penyebab kristalisasi pada madu

1. Kondisi penyimpanan

Salah satu hal penting yang menentukan adalah tempat penyimpanan madu. Madu yang disimpan di tempat dengan suhu rendah (di bawah 10ᵒ Celcius) kemungkinan besar akan mengalami kristalisasi. Di Indonesia, negara dengan iklim tropis yang tidak mengalami musim dingin, kecenderungan madu untuk mengkristal yang paling mungkin adalah ketika kamu menyimpannya di dalam kulkas.

2. Kualitas madu

Ini berkebalikan dengan pendapat umum tentang keaslian madu. Madu yang mengkristal justru menunjukkan bahwa madu tersebut berkualitas baik dan belum diproses alias madu asli. Hal ini dikarenakan serbuk sari di dalam madu belum disaring, dan enzim-enzim penting di dalamnya belum dirusak oleh pasteurisasi. Jadi, madu mentah lebih cenderung untuk mengalami kristalisasi pada suhu rendah ketimbang madu yang telah diproses (apalagi madu palsu).

3. Kadar gula

Salah satu faktor yang mempengaruhi kristalisasi pada madu adalah rasio perbandingan antara fruktosa dan glukosanya. Semakin tinggi kadar fruktosa dalam madu, semakin kecil kemungkinan madu untuk mengeras/membeku. Sedangkan, madu dengan kadar glukosa tinggi akan mengalami sebaliknya (mudah membeku).

4. Polen lebah

Faktor terakhir adalah serbuk sari (polen). Polen merupakan efek samping dari proses pembuatan madu lebah. Ketika lebah mengumpulkan nektar, mereka akan menggosok tubuh kecil berbulu mereka pada serbuk sari bunga, sehingga dapat tercampur saat proses pembuatan madu di sarang. Keberadaan serbuk sari dalam madu juga dapat menujukkan sumber flora dari madu tersebut. Dan yang terpenting adalah keberadaan polen juga memastikan bahwa madu kamu belum diproses.

Dengan serbuk sari dalam madu, partikel-partikel kecil tersebut dapat memberikan jalan untuk kristalisasi, terutama pada suhu rendah.

Baca juga: Menjawab Berbagai Mitos tentang Madu yang Beredar di Masyarakat

Nah, itulah 4 faktor penyebab yang mungkin mengapa madu yang kamu beli bisa membeku. Penting untuk diingat bahwa kristalisasi pada madu bukanlah pertanda bahwa madu itu palsu, ya. Namun, yang lebih penting lagi adalah pastikan bahwa madu yang kamu beli itu adalah madu asli dari toko terpercaya yang telah tersertifikasi dan memenuhi standar SNI.


Pertanyaan Terkait

Apakah kristalisasi pada madu dapat merusak kandungan gizi pada madu tersebut?

Sama sekali tidak. Madu yang membeku tidak mengalami penurunan kualitas. Salah satu penyebab mengapa kandungan gizi pada madu bisa rusak adalah karena proses pemanasan atau pasteurisasi yang dilakukan pada suhu tinggi (di atas 62ᵒ Celsius). Selain itu, ya tentu saja karena pemalsuan.

Madu yang saya beli ternyata membeku dan timbul buih-buih kecil di dalamnya, apa yang harus saya lakukan?

Pertama, pastikan dulu bahwa madu tersebut memang membeku dan tergranulasi, bukan mengalami fermentasi. Caranya adalah dengan mencicipi sedikit madu tersebut, kalau rasanya basi, mungkin saja madu itu telah mengalami fermentasi dan tidak disarankan untuk mengkonsumsinya. Namun, apabila rasanya baik-baik saja, maka itu tidak masalah (jangan dibuang!).

Bagaimana cara mengencerkan madu yang sudah terlanjur membeku?

Untuk mencairkan madu yang telah membeku, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan:

  1. Keluarkan madu itu dari kulkas (kalau kamu menyimpannnya disana), lalu tempatkan pada suhu ruangan (sekitar 22-24ᵒ Celsius) selama beberapa saat. Biasanya kondisi madu akan kembali normal setelah dipindahkan ke suhu yang lebih hangat.
  2. Kalau kamu ingin mengkonsumsinya, bisa ditambahkan dengan air hangat (jangan air mendidih) dan diaduk dengan sendok sampai menjadi lebih encer dan bisa diminum.
  3. Cara ini mungkin kurang disarankan. Beberapa sumber mengatakan untuk memanaskan madu dengan microwave atau di atas kompor, selama dilakukan pada suhu di bawah 60ᵒ Celcius atau di atas api kompor yang kecil dan dalam waktu sebentar — diatas itu kandungan gizinya akan rusak.

Kalau madu yang saya beli madu asli, apakah itu berarti tidak akan mengalami fermentasi?

Pada dasarnya madu sudah memiliki agen anti-mikroba di dalamnya dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama. Akan tetapi, beberapa jenis ragi dapat bertahan pada konsentrasi gula tinggi, sehingga fermentasi tak bisa dihindarkan. Untuk itulah pabrik madu melakukan pasteurisasi. Selain itu, cara penyimpanan yang salah juga dapat merusak kualitas madu yang kita konsumsi.

Baca juga: Meskipun Bersifat Antimikroba, Mengapa Madu Bisa Mengalami Fermentasi?

Selain itu, perlu dicatat bahwa tanggal kadaluarsa pada kemasan tidak menunjukkan batas waktu aman mengkonsumsi madu tersebut.

Lantas, bagaimana cara menyimpan madu yang benar?

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyimpan madu:

  1. Usahakan tetap menyimpan madu dalam kemasan aslinya (kalau kamu membeli madu supermarket, maka tak perlu memindahkannya ke wadah lain untuk disimpan).
  2. Usahakan agar tidak terpapar cahaya matahari langsung.
  3. Pastikan kemasan botol tertutup dengan rapat agar tidak kemasukan zat asing.
  4. Gunakan wadah dari kaca/gelas untuk menaruh madu yang akan dikonsumsi.
  5. Tidak masalah jika menyimpan madu di dalam kulkas atau di lemari dapur yang sejuk. Pastikan saja agar madu tidak dihinggapi semut.

Semoga bemanfaat!


Referensi:

  1. https://www.naturenates.com/crystallized-honey-the cold-hard-facts/
  2. https://www.google.com/amp/s/www.wikihow.com/Verify-the-Purity-of-Honey%3famp=1
  3. https://www.thespruceeats.com/how-to-store-honey-1807772
  4. http://schoolofbees.com/freezing-honey/

Tinggalkan Balasan