fbpx

info@dailyhoney.co.id

Madu Asli dan Madu Palsu, Bedanya Dimana?

Madu Asli dan Madu Palsu, Bedanya Dimana?

Madu merupakan sirup manis alami yang dihasilkan oleh spesies lebah pemadu melaui proses fermentasi nektar bunga tanaman. Madu mentah dapat diperoleh secara langsung dari sarang lebah alami atau melalui sarang buatan oleh peternakan lebah. Ada banyak sekali jenis madu yang bisa ditemukan di alam, yang mana variasinya tergantung darimana sumber tanaman yang diambil nektarnya oleh para lebah.

Madu dikethui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan yang telah terbukti secara medis. Akan tetapi, sayangnya manfaat dari madu tersebut tidak akan kita peroleh seandainya madu yang kita konsumsi adalah madu tidak murni. Madu merupakan produk minuman berkualitas tinggi yang disukai oleh hampir semua kalangan. Akan tetapi, kebanyakan madu yang kita jumpai di pasaran merupakan madu palsu yang telah melalui berbagai proses pengolahan.

Hal ini tentu membuat kita jadi bertanya-tanya penuh heran, kalau ternyata madu yang diperdagangkan dengan merk asli tak menutup kemungkinan adalah madu palsu juga, lalu bagaimana caranya mengetahui kalau madu itu asli atau bukan?

Sebelum membahas itu, ada baiknya kita mencari tahu dulu, “apa sih sebenarnya beda madu asli dan madu asli itu?”

Secara definisi

Ada berbagai definisi tentang madu murni, tapi pengertian yang paling umum adalah madu yang berasal dari lebah langsung atau hasil ternak lebah yang dikemas (dalam botol plastik atau kaca) tanpa melalui pross pengolahan lebih lanjut, kecuali mungkin proses penyaringan. Yah, bisa dibilang madu murni dan madu mentah secara definisi gak ada bedanya, kecuali yang satu dikemas dalam botol dan satu lagi tidak.

Walaupun diperoleh dengan cara yang sama, cara pengolahan madu selanjutnya bisa menentukan kualitas nutrisi atau kemurnian madu tersebut.  Sebagai contoh, madu murni yang dipanaskan pada suhu tinggi (di atas 65ᵒ C) akan menyebakan rusaknya nutrisi pada madu tersebut, sehingga manfaat madu yang kita peroleh menjadi kurang optimal.

Madu yang telah melalui proses pemnasan ini, sebagian orang menganggap sudah tidak dapat dikatakan lagi sebagai madu murni. Akan tetapi, sebagian lagi bilang bahwa itu masih termasuk madu murni selama pasteurisasi dilakukan di bawah suhu 62ᵒC, yang mana proses pemanasan hanya dimaksudkan untuk mengurangi kadar air dalam madu agar tidak mudah terfermentasi oleh mikroba.

Madu palsu adalah semua bahan makanan yang memakai nama madu, namun sebenarnya telah diolah atau bahkan tidak dihasilkan oleh lebah sama sekali.  Madu palsu atau madu oplosan diolah atau dibuat dengan campuran berbagai bahan, seperti glukosa, gula pasir, flavor buah dan zat pewarna, pengental, dan terkadang cukup berpotensi untuk membahayakan bagi kesehatan.

Kandungan nutrisi

Madu kaya akan nutrisi. Dalam 100 gram madu murni rata-rata mengandung air 17,2%, karbohidrat 82,3%, protein 0,3% dan 0,2% sisanya adalah mineral, vitamin, asam organik, dan zat antimikroba dalam bentuk abu. Karbohidrat kompleks pada madu yaitu berupa glukosa, fruktosa dan sukrosa. Jenis nutrisi yang terdapat pada madu umumnya adalah sama, hanya komposisinya saja yang berbeda.

Sementara itu, madu palsu tidak memiliki kandungan enzim, vitamin dan mineral yang sama dengan kandungan madu murni. Hal itu dikarenakan kandungan nutrisi pada madu telah dimanipulasi dengan berbagai pergolahan atau zat tambahan lainnya.

Sifat fisika dan kimia

Perbedaan nyata antara madu murni dan madu tidak murni adalah pada komposisi kimianya. Oleh karena itu, cara mengetahuii keaslian madu yang terpercaya hanya bisa dilakukan melalui seragkain uji ilmiah di laboratorium. Tujuannya adalah untuk mngecek senywa kimia yang terkadaung di dalam maduu tersebut.

Madu tidak murni, terutama yang terbuat dari bahan pemanis buatan berbentuk sirup, akan mudah dideteksi di laboratorium. Hal ini dikarenakan struktur dari senyawa kimia pada pemanis sintetik tidak sama dengan gula alami pada madu murni.

Selain itu, madu murni umumnya memiliki aroma yang segar dan tajam khas madu. Aroma madu disebabkan oleh adanya senyawa asam, seperti formaldehida, asetaldehida, aseton, isobutiraldehida dan diasetil.  Rasa madu yang khas disebabkan oleh kandungan gula dan asam organik seperti asam glukonat dan prolin.

Madu mempunyai dengan rasa spesifik yang beragam. Variasi penyebab rasa tersebut, seperti glukosida dan alkaloid yang khas berasal dari sumber nektar tanaman yang dihinggapi oleh lebah. Sedangkan aroma dari produk madu palsu di pasaran tidak khas seperti madu murni, yang mana biasanya dominan beraroma seperti aroma gula.

Modus pemasaran

Madu murni yang dipasarkan biasanya dikemas dengan cara yang simpel serta mencatumkan label dan legalitas yang jelas. Walaupun, sebenarnya madu palsu juga tidak menutup kemungkinan seperti itu. Bedanya adalah madu murni tidak diolah atau dicampurkan zat tambahan lainnya sebelum dikemas. Produk madu asli akan memiliki kredibilitas yang jelas untuk menjaga keprcayaan konsumennya. Hal yang kebanyakan produsen madu palsu tidak berani lakukan.

Ada banyak modus pemalsuan madu yang beredar di pasaran. Namun, pada umumya modus pemalsuan madu dapat digolongkan menjadi tiga cara, yaitu pemalsuan jumlah, pemalsuan mutu, dan pemalsuan menyeluruh.

Pemalsuan jumlah dilakukan dengan cara meningkatkan jumlah madu dengan menambahkan bahan lainnya, seperti fruktosa, glukosa, sirup dan bahan pengental ke dalam madu murni. Hasilnya adalah madu menjadi tidak murni lagi.

Pemalsuan mutu biasanya dilakukan dengan memodifikasi kadar air. Madu murni dengan kadar air cukup tinggi biasanya diakali dengan melakukan pemanasan untuk membut madu menjadi kental, sehingga terlihat seperti madu murni. Akan tetapi, proses pemanasan apabila tidak dilakukan dengan hati-hati dapat menurunkan aktivitas enzim diastase (enzim alami pada lebah yang terdapat pada madu asli), walaupun dapat membunuh mikroba. Selain itu, kandungan nutiri pada madu pun juga jadi rusak.

Sedangkan, pemalsuan menyeluruh dilakukan dengan membuat bahan menyerupai madu dan t idak mengandung madu murni sama sekali. Pemalsuan ini dilakukan dengan cara membuat sirup manis buatan mirip madu dengan ditambahkan mikroba di dalamnya untuk melakukan fementasi (pengganti enzim alami). Sirup madu palsu ini biasanya terbuat dari campuran bahan, seperti gula, air, zat pewarna, pengental serta ditambahi dengan aroma sintetik madu agar menyerupai fisik dan rasa dari madu murni.

Baca selanjutnya: Mengapa Kita Seharusnya Tidak Mudah Percaya dengan Cara Uji Keaslian Madu yang Beredar Luas di Internet?


Referensi:

  1. Kajian Kemurnian Madu Komersial di Kota Bogor dengan Menggunakan Berbagai Metode Pengujian oleh Inessya Feronica, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor 2012, diakses pada laman: https://bit.ly/39VM3v5
  2. https://www.mybeeline.co/en/p/how-can-we-differentiate-100-pure-honey-and-adulterated-honey

Tinggalkan Balasan