fbpx

info@dailyhoney.co.id

Madu dan Gula, Bedanya Dimana?

Madu dan Gula, Bedanya Dimana?

Madu dan gula merupakan dua bahan pemanis yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain bermanfaat sebagai penambah cita rasa pada makanan, gula dan madu juga bisa menjadi sumber energi bagi tubuh karena mengandung karbohidrat. Makanan dengan rasa manis barangkali adalah yang paling banyak digemari, tidak hanya bagi anak-anak melainkan juga orang dewasa.

Lagian, siapa pula yang tidak suka dengan lelehan madu pada roti lapis untuk menu sarapan mereka atau menikmati campuran gula dalam segelas teh hangat di sore hari?

Meskipun kedua jenis makanan tersebut sama-sama bahan pemanis, mungkin tak sedikit orang yang beranggapan bahwa madu dan gula itu pada dasarnya sama saja, gula tetaplah gula darimanapun sumbernya berasal. Akan tetapi, faktanya adalah madu dan gula itu tidaklah sama, keduanya memiliki rasa, aroma, tekstur, dan kandungan nutrisi yang berbeda.

Perbandingan Madu dan Gula

Yah, memang benar bahwa madu dan gula sama-sama merupakan sumber karbohidrat, yang terdiri dari dua jenis gula: glukosa dan fruktosa. Secara umum, madu mengandung lebih sedikit fruktosa dan glukosa dibandingkan gula, tapi memiliki lebih banyak kalori. Proporsi glukosa dan fruktosa pada madu dan gula juga tidak sama: madu mengandung 40% fruktosa dan 30% glukosa, sementara gula yaitu 50% fruktosa dan 50% glukosa.

Bedanya adalah madu memiliki kandungan nutrisi lain disamping karbohidrat, seperti protein, vitamin, mineral, enzim, asam amino dan lain sebagainya.

Lalu apa pentingnya mengetahui rasio fruktosa dan fruktosa pada madu dan gula tadi? Jawabannya adalah untuk mengetahui indeks glikemiks (GI) pada kedua jenis makanan tersebut.

Indeks glikemiks adalah ukuran (dari skala 0-100) yang menyatakan seberapa cepat karbohidrat yang terdapat pada makanan dapat diubah menjadi gula oleh tubuh. Semakin rendah nilai GI, maka semakin lambat proses makanan itu diserap oleh tubuh atau semakin sedikit pengaruhnya terhadap level insulin dan kadar gula darah. Karena kandungan fruktosa pada madu lebih rendah dan juga memiliki sumber nutrisi lainnya diluar karbohidrat, maka bisa dipastikan indeks glikemiks madu lebih kecil daripada gula. Meskipun demikian, madu dan gula tetap sama-sama bisa mempengaruhi kadar gula darah pada orang sehat, maupun penderita diabetes, meskipun pada level keamanan yang berbeda.

Baca juga: Apakah Konsumsi Madu 100% Aman untuk Penderita Diabetes?

Nah, untuk lebih jelasnya inilah perbandingan antara madu dan gula dilihat dari berbagai aspek.

gula vs madu
Gambar. Perbandingan gula dan madu (dikutip dari berbagai sumber)

Madu digunakan tidak hanya pada makanan dan minuman namun juga memiliki peran yang besar untuk kesehatan dan kecantikan (untuk lebih jelasnya, silakan simak kembali penjelasannya di postingan berikut: 7 Manfaat Kesehatan Madu Yang Terbukti Secara Ilmiah)

Sedangkan gula digunakan sebagai bahan pemanis makanan dan minuman, meskipun gula oleh masyarakat awam dipercaya dapat menambah energi tubuh, namun mengonsumsi gula dipercaya juga dapat membawa pengaruh yang tidak sehat bagi kesehatan.

Sebagai penjelasan lebih lanjut, baik madu maupun gula memiliki kandungan utama glukosa dan fruktosa. Fruktosa berperan sebagai bahan bakar untuk tubuh, namun untuk memperoleh bahan bakar tersebut, tubuh mesti memecah makanan menjadi glukosa.

Tubuh akan semakin bekerja keras untuk memecah makanan yang memiliki kandungan yang kompleks seperti karbohidrat.

Madu mengandung 30% glukosa dan fruktosa kurang dari 40%, sisanya adalah gula lain yang lebih kompleks, serta dextrin yakni sejenis serat, hal ini diungkapkan oleh seorang ahli gizi bernama Keith Kantor.

Sementara gula memiliki 50% kandungan glukosa dan 50% fruktosa, yang menyebabkan gula gampang sekali dipecah tubuh dan menyebabkan gula darah naik dengan cepat setelah mengonsumsinya.

Gula dari sisa hasil pemecahan tersebut akan membentuk lemak yang berdiam di dalam jaringan tubuh.

Sementara pada madu, kandungannya yang kompleks menjadikan tubuh menggunakan energi yang lebih banyak untuk memecah glukosa menjadi bahan bakar tubuh. Proses pemecahan gula tersebut meninggalkan sisa yang lebih sedikit dan sudah pasti tidak tersimpan dalam wujud lemak. Madu itu sendiri sebenarnya hampir tidak mengandung lemak, lho! Oleh karena itu, tidak heran jika madu dinilai jauh lebih sehat dari pada gula.

Baca juga: 7 alasan kenapa gula lebih baik daripada gula

Kelebihan lain madu yang lain, yakni madu memiliki zat yang ditinggalkan lebah ketika hinggap dari satu tanaman ke tanaman lain, dan karena zat tersebutlah di dalam madu terkandung berbagai enzim dan mineral seperti seng dan vitamin.

Nah, kandungan mineral inilah yang menjadikan madu lebih sehat dari pada gula.  Gula tidak mengandung mineral maupun vitamin. Mineral sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk metabolisme, dan harus didapatkan dari luar karena karena tubuh kita tidak bisa menghasilkan mineral sendiri

Dan perbedaan madu dan gula yang terakhir adalah madu tidak melalui berbagai proses pengolahan sebagaimana gula, madu terbentuk secara alami di alam. Beberapa jenis gula olahan bisa jadi ditambahkan berbagai zat pengawet yang memungkinkan kita menjadi ketagihan untuk terus mengonsumsinya, sementara madu tidak demikian. Madu secara alami dapat bertahan lama, bahkan sampai ribuan tahun (ya, kamu tidak salah baca) selama disimpan dengan baik, seingga tidak terekspos oleh mikroba atau air yang bisa memicu fermentasi.

Akan tetapi, dengan bayaknya modu pemalsuan madu yang ada di pasaran barangali kamu perlu berhati-hati ketika membelinya. Pastikan madu yang kamu konsumsi adalah madu asli dari sumber terpercaya.*

Baca juga: Bagaimana Cara Membedakan Madu Asli dan Madu Palsu?

Semoga bermanfaat.


*Dikutip dari berbagai sumber seperti bobo,id, healthline.com, doktersehat.com dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan