fbpx

info@dailyhoney.co.id

Madu Ternyata Dapat Mengatasi Masalah Kesuburan Pria dan Wanita!

Madu Ternyata Dapat Mengatasi Masalah Kesuburan Pria dan Wanita!

Bagi pasangan suami istri yang sudah lama menikah, barangkali mengharapkan kehadiran seorang anak dalam rumah tangga merupakan hal yang lumrah. Akan tetapi, keinginan tersebut bisa jadi terhalang karena masalah kesuburan pasangan atau lain hal. Pasangan suami-istri pun biasanya tak jarang mengkonsultasikannya ke dokter selama menjalani program kehamilan. Bahkan, beberapa pasangan dengan masalah infertilitas sampai mengambil langkah program bayi tabung, misalnya, untuk bisa mendapatan keturunan walaupun harus mengeluarkan biaya yang mahal.

Akan tetapi, adakah alternatif lain untuk mengatasi masalah kesuburan tersebut? Misalnya, sejenis treatment tertentu dengan harga relatif lebih murah. Solusinya mungkin tak pernah terpikir oleh Anda selama ini, terutama bagi Anda yang mungkin jarang mengikuti perkembangan dunia kesehatan.

Siapa yang pernah berpikir bahwa madu bisa jadi merupakan alternatif obat untuk mengatasi masalah kesuburan?  

Menurut sejarah, orang Mesir kuno diketahui biasa menyajikan madu untuk mengatasi masalah kesuburan. Bahkan, banyak budaya yang secara tradisional mengkonsumsi madu untuk meningkatkan vitalitas pada laki-laki dewasa. Meskipun demikian, korelasi antara madu dengan peningkatan fertilitas baru dikonfirmasi belum lama ini melalui berbagai penelitian ilmiah.

Ada beberapa penyebab dari infertilitas dan juga solusi potensialnya. Mengingat kandungan madu yang kaya dengan vitamin, zat besi, kalsium, mineral lain, asam amino, dan properti peningkatan kekebalan tubuh, banyak pengamatan telah menunjukkan itu lebah madu dianggap meningkatkan kualitas sel telur dan kesuburan pada umumnya. Madu telah disarankan pada pria dengan masalah impotensi dan wanita dengan masalah yang berkaitan dengan infertilitas, termasuk ovulasi yang tidak menentu. Untuk pria yang tidak subur atau sub-subur, cukup dengan meminum madu yang ditambahkan dengan susu hangat dipercaya bisa meningkatkan jumlah produksi sel sperma.

Selain itu, madu dikenal kaya akan vitamin B, yang merupakan zat penting untuk memproduksi hormon testosteron. Beberapa literatur telah menyatakan adanya korelasi positif antara asupan madu dan konsentrasi testosteron. Pada pria dengan difungsi ereksi atau impotensi disarankan untuk mengkonsumsi madu dengan senyawa oksida nitrat tinggi, sejenis zat kimia dalam vasodilatas yang dapat membantu meningkatkan kualitas ereksi. Penelitian telah menunjukkan bahwa dengan jumlah 100 gram madu, itu cukup untuk meningkatkan kadar oksida nitrat dalam darah hingga 50%.

Beberapa pengobatan alternatif percaya bahwa madu bisa meningkatkan kualitas jumlah sperma pada pria dan memperkuat indung telur dan rahim pada wanita.

Apakah anggapan itu benar adanya?

Dalam sebuah jurnal ilmiah berjudul Role of Honey in Modern Science yang dipublikasikan oleh Saudi Journal of Biological Sciences pada 2016, telah mengumpulkan berbagai sumber penelitian terkait dan melaporkan bahwa suplemen madu merupakan solusi untuk menghasilkan peningkatan kualitas sperma secara keseluruhan.

Dengan melakuan percobaan pada kelinci jantan, tim peneliti dalam sebuah studi (2011) menemukan bahwa kelinci yang diberi makan bee pollen mengalami peningkatan kesuburan dan kualitas semen. Bahkan, kelinci muda yang diberi makan bee pollen bertambah berat badannya dan tingkat kelangsungan hidupnya pun juga lebih tinggi. Kelompok lain dari peneliti sebelumnya (2008) juga telah menemukan bahwa pasangan yang mengalami kesulitan untuk hamil, secara alami ketika menjalani treatment dengan madu lebah dan royal jelly selama periode hubungan seksual (program kehamilan) menunjukkan adanya peningkatan kesuburan.

Jadi, tidak ada salahnya, ya, terutama bagi pasangan suami isteri yang ada di rumah yang memiliki masalah infertilitas untuk mencoba treatment kesuburan dengan madu ini. Mengenai detail metode dan penerapannya lebih lanjut, mungkin dapat dikonsultasikan langsung ke dokter pilihan Anda.


Referensi:

*disadur dari jurnal ilmiah Role of Honey in Modern Medicine, Saudi Journal of Biologcal Science, 2016. Diakses pada laman: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1319562X16301863.

Tinggalkan Balasan