fbpx

info@dailyhoney.co.id

Masyaallah, Sarang Lebah Menunjukkan Bukti Kekuasaan Allah

Sarang Madu heksagonal
Sarang Madu (source : freepik.com)

Daily Honey. – “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”(QS: An-Nahl 68)”. ini adalah salah satu ayat di dalam Al Qur’an yang menyebutkan kata sarang lebah. Ada bukti kekuasaan Allah di setiap penciptaannya, seperti sarang lebah ini.

Kenapa berbentuk heksagonal?

Sarang lebah yang kita temui sekarang ini jika kita perhatikan, memiliki dasar dan bangun yang berbentuk bidang heksagonal alias berbentuk ruangan segi enam, pertanyaannya kenapa tidak segi empat, segi tiga, atau berbentuk bulat? Yuk kita bahas.

Hexagon terdiri dari enam sisi, oleh karena itu menjadikannya lebih luas. Sejak tahun 36 Sebelum Masehi, Marcus Terentius Varro, pakar matematika Romawi, menyatakan bahwa alasan lebah membangun sarang dalam bentuk heksagonal dikarenakan bentuk dari segi enam ini dapat menampung banyak madu. Dan juga menyatakan jika lebih sedikit zat lilin yang diperlukan untuk membuat sarang dengan dasar heksagonal. Dan sekarang, pernyataan itu telah dibuktikan, Alan Lightman, fisikawan dan penulis, menyatakan di majalah Orion bahwa pernyataan itu benar.

Dalam tulisannya, Alan mengatakan bahwa kunci dari kesempurnaan dari pembangunan sarang lebah yang heksagonal adalah kerja sama antar lebah tanpa menunggu giliran alias gotong royong. Karena bekerja secara serentak, lebah-lebah harus memperhitungkan ukuran kolom yang dibuat. Untuk memudahkan pekerjaan, mereka lantas membentuk kolom heksagonal dengan ukuran sisi yang sama agar seluruh lebah bisa menyelesaikan tugas dalam waktu yang sama.

Lebah juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan yang lain saat membangun pundi-pundinya. Antara rongga satu dengan rongga yang lain dibelakangnya selalu dibentuk dengan kemiringan tiga belas derajat dari bidang datar. Dengan demikian kedua sisi rongga tersebut berada pada posisi miring ke atas, hal ini agar madu yang terdapat didalamnya tidak mengalir keluar atau tumpah. 

Dalam kajian matematika pun, bangun datar yang memilki efisiensi dan efektivitas untuk bangun ruang adalah salah satunya heksagonal. Ini menunjukkan alasan kenapa lebah memilih membangun sarang heksagonal.

Charles Darwin, ahli biologi kenamaan, punya teori tersendiri untuk menjawab hal tersebut. Darwin beranggapan jika bentuk heksagonal merupakan bentuk paling ekonomis dan efisien untuk membangun sebuah sarang. Ketika menggunakan bentuk heksagonal, lebah membutuhkan lebih sedikit pekerja dan zat lilin untuk membuat sebuah struktur sarang lengkap. Lightman juga menambahkan jika ruang heksagonal memberikan konstruksi yang lebih padat pada sarang.

Kebesaran-Nya dapat dilihat dari sarang lebah

Dikarenakan berbagai keunggulan tersebut yang menyebabkan madu terjaga dan memilki stok yang melebihi kebutuhan dari koloni tersebut. Kenapa begitu? bukankah itu hanya buang buang waktu dan energi lebah tersebut?

” kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan (QS: An-Nahl 69) “

Sebagaimana seperti binatang lainnya, lebah memproduksi madu bukan hanya untuk diri mereka sendiri, namun untuk bermanfaat bagi makhluk lain, khususnya manusia. Sudah seharusnya kita bersyukur kepada Allah dengan nikmat-Nya yang begitu banyak, dan mengakui kekuasaan-Nya atas segala ciptaan-Nya yang sangat luarbiasa.

kunjungi kami di Shopee

Tinggalkan Balasan