fbpx

info@dailyhoney.co.id

Alergi dengan Madu? Kok Bisa?

Alergi dengan Madu? Kok Bisa?

Kepekaan berlebih terhadap suatu pengaruh rangsangan yang kecil oleh tubuh dikenal dengan alergi atau dalam dunia medis disebut sebagai ideosinkrasi.

Sebagian orang yang pernah kita jumpai, barangkali peka terhadap beberapa hal, seperti debu, bulu hewan, serbuk sari, bromida, tepung sari atau beberapa jenis bahan makanan, seperti kacang, udang, telur, susu, iodium, dan bahkan produk alam seperti madu.

Adapun gejala-gejala ideosikrasi atau alergi ini kadang berbeda pada beberapa orang namun lazimnya ditandai dengan ciri: pembengkakan sebagian dari tubuh atau di area tertentu, dijangkiti rasa gatal yang sulit ditahan, kadang disertai dengan sesak nafas atau asma, batuk-batuk, bahkan tidak jarang penderita alergi ini mengalami muntah atau diare.

Alergi terhadap madu misalnya sering dijumpai pada anak-anak. Hal ini disebabkan oleh beberapa kemungkinan. Menurut Philips, alergi terjadi saat madu masuk ke dalam lambung, madu yang bersifat higroskopis masuk ke dalam lambung dan menyerap air dari dinding lambung yang menyebabkan rasa sakit dan muntah.

Namun apa yang diungkapkan oleh Philips ini ditentang dan mengundang kontroversi, alasannya alergi umumnya diakibatkan oleh madu pada konsentrasi yang rendah. Malahan, madu yang di larutkan kedalam air hanya sedikit dan kecil kemungkinan timbulnya reaksi alergi.

Meski begitu, di dalam madu terkandung beberapa jenis gula sehingga dikhawatirkan mungkin saja senyawa gula inilah yang pencetus alergi oleh madu. Madu mengandung banyak fruktosa dibandingkan glukosa, yang dapat mengakibatkan diare dan gangguan perut.

Beberapa kasus alergi, madu bisa menyebabkan reaksi alergi seperti batuk, sesak nafas. Kedua keluhan ini diperkirakan berasal dari serbuk sari yang disekresi oleh kelenjer lebah. Akan tetapi, pernyataan terkait alergi madu karena pertikel serbuk sari tersebut masih menjadi pro-kontra.

Reaksi lain yang juga ditimbulkan dari alergi madu adalah reaksi seperti asma, bibir kering dan gatal, ruam merah di bagian tubuh tertentu seperti di tangan, pembengkakan di bawah kulit (angioderma) disertai sulit menelan (disfagia), hingga sesak nafas yang parah.

*****

Alergi atau keracunan madu memiliki gejala yang bervariasi atau tidak selalu sama pada setiap orang. Katakanlah, selain yang telah disebutkan di atas ada gejala lain seperti lemas, berkeringat, tekanan darah rendah (hipotensi), menurunnya denyut jantung (bradycardia), nyeri lambung, radang perut, sel darah putih meningkat, wolff-parkinson-white syndrome, pusing, vertigo, lumpuh ringan, kabur penglihatan, kejang-kejang bahkan sampai pingsan.

Ada kasus keracunan madu yang pernah dilaporkan dan dikenal dengan istilah mad honey, yang merupakan madu yang dihasilkan dari nektar bunga dari genus Rhododendron (bunga azalea) yang diketahui beracun.

Agar terhindar dari alergi mad honey, secara teori mungkin bisa dikatakan kita hanya perlu menjauhkan diri dari madu yang berasal dari nektar tumbuhan genus Rhododendron. Namun, kabar buruknya, ya honey lovers, saat madu sudah dikemas untuk dipasarkan tentu saja kita tidak dapat mengenali madu yang kita beli berasal dari tumbuhan genus apa…

Kumbang Lebah Madu - Foto gratis di Pixabay
Gambar. Lebah yang sedang menghinggapi bunga Azalea dari genus Rhododendron, yang meskipun terlihat indah tapi sebenarnya madu dari bunga ini beracun (pixabay.com)

Lalu bagaimana solusinya?

Ingat dan pastikan untuk mendapatkan informasi mendetail pada produsen madu tentang segala hal tentang madu yang dijualnya, ya honey lovers dan jangan lupa berkonsultasi dengan praktisi kesehatan yang kamu percaya.

Biasanya produsen madu yang menjual madu asli akan memberikan informasi terkait darimana madunya berasal, lebah jenis apa saja yang dibudidayakan dan lokasi peternakannya. Walaupun, kasus keracunan akibat madu Rhododendron jarang yang berakibat fatal, namun alangkah baiknya menghindari resiko yang tidak perlu, bukan? Apalagi kalau kamu mengidap riwayat alergi madu.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan