fbpx

info@dailyhoney.co.id

Kenali Perbandingan Antara Madu Asli dan Madu Palsu Menurut Para Ahli

Kenali Perbandingan Antara Madu Asli dan Madu Palsu Menurut Para Ahli

Sejak lama konsumen madu dihantui perasaan khawatir dan was-was, benarkah madu yang mereka konsumsi benar-benar madu asli atau telah dicampur dengan zat lain?

Karena pada kenyataannya cara mengecek keaslian madu dengan beberapa cara sederhana sebagaimana yang bertebaran di internet tidak benar-benar dapat dijadikan acuan yang valid.

Pendapat dari peneliti lebah dan akademisi

Peneliti hewan lebah dan akademisi Biologi dari STKIP PGRI Sumbar Dr. Jasmi menyatakan bahwa perlu uji ilmiah di skala laboratorium untuk memastikan keaslian produk madu di pasaran. Hal itu diungkapkannya menanggapi isu madu asli dan palsu. Menurut Dr. Jasmi, perbedaan madu asli dengan madu palsu atau buatan, yakni berupa cairan yang berupa gula atau glukosa difermentasi oleh mikroba tertentu dan ditambah senyawa lainnya.

Bila diuji secara ilmiah, pada madu buatan tersebut tidak akan ditemui enzim konvertase yang dihasilkan dari lambung lebah. Dan untuk mendapatkan hal tersebut tentu harus dilakukan di laboratorium dan melalui penambahan parameter penelitian lainnya.

Gula dalam bentuk nektar belum dapat dikatakan sebagai madu, jika belum diolah di dalam perut lebah dan mengalami pengurangan kandungan air yang cukup signifikan.

Madu yang dibuat dengan menggunakan gula selain nektar dan tanpa bantuan lebah dipastikan sebagai madu palsu atau madu buatan. Termasuk juga disini madu asli yang telah dicampur dengan sirup dan zat yang lain.

Madu tiruan atau madu palsu sudah sejak lama diproduksi oleh para ‘pedagang nakal’, metode yang mereka gunakan yakni mencampur glukosa dan fruktosa dengan rasio yang sebanding dengan gula pasir, buah-buahan flavor dan zat pewarna.

Meskipun hal ini rasanya terlalu ribet jika kita lakukan, namun sekedar informasi bahwa di laboratorium madu palsu akan sangat mudah dikenali yakni berdasarkan pada analisa kandungan Hydroxil Methyl Furfural (HMF) dan aktivitas enzim diatase (sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya). Hydroxil Methyl Furfural (HMF) adalah produk hasil pemecahan glukosa dan fruktosa. Normalnya semua madu memiliki HMF, dan ukuran HMF ini jugalah yang menjadi parameter kualitas madu.

Madu dipastikan asli apabila jumlah maksimum HMF nya 3 mg/100gram, aktivitas enzim diatase sekurang-kurangnya 5, dan rasio kandungan Kalium (K) dan Natrium (Na) pada madu asli sekitar 4.0, sedangkan pada madu palsu antara 0.05 sampai 0.10.

Kadar HMF madu di negara-negara maju diatur melalui peraturan pemerintah, yaitu maksimal 80 mg/kg atau 80 ppm. Bila madu dipanaskan terlalu lama maka kandungan HMFnya bisa meningkat. HMF yang tinggi bisa dijadikan patokan bahwa madu tersebut lebah dipalsukan dengan campuran sirup.

madu segar
Gambar. Pertanda keaslian madu adalah kadar HMF dan aktivitas enzim diatase, sayangnya itu hanya bisa diuji di laboratorium (freepik.com/pexels.com)

Tepung sari (pollen) akan selalu ditemukan dalam madu asli, sebaliknya madu tiruan tidak mengandung tepung sari. Jika menggunakan alat yang disebut Polarimeter, madu asli memiliki sifat bisa memutar optik ke kiri.

Madu campuran atau tiruan yang misalnya telah dicampur dengan sirup jagung (glukosa), saat di uji dengan alat tersebut akan memutar optik kearah berlawanan atau ke kanan, yakni sekitar +17.

Namun kita bisa saja terkecoh jika campuran madu yang digunakan bukan sirup jagung (glukosa) tapi sirup fruktosa.

Secara alami, di dalam madu asli terdapat khamir atau ragi yang tahan terhadap gula tinggi, khamir atau ragi ini bisa memfermentasi gula dalam madu berubah menjadi alkohol, sedangkan madu tiruan atau campuran tidak.

Lantas, bagaimana sikap kita agar tidak tertipu dan bisa mendapatkan madu yang benar-benar asli sementara untuk melakukan tes ke laboratorium terlalu njelimet atau repot?

Satu-satunya yang bisa kamu lakukan adalah membeli madu pada peternak madunya langsung, dan pastikan orang tersebut dapat dipercaya. Lebih bagus lagi membeli madu yang sudah terverifikasi SNI dan label BPOM RI.

jenis-jensi madu
Gambar. Beragam jenis madu yang beredar di pasaran dan pastikan selalu membeli madu yang asli (shutterstock.com)

Menurut Badan Standarisasi Nasional

Pada standar mutu madu SNI 8664-2018 memuat bahwa kadar enzim diastase tetap dijadikan parameter mutu sekaligus menjadi salah satu indikator madu asli yang valid. Kadar enzim diastase madu lebah tanpa sengat dan madu hutan ditetapkan lebih rendah dibanding madu budidaya sesuai karakter madu tersebut. Madu lebah tanpa sengat mengandung sejumlah enzim dan atau protein lain yang berpotensi dijadikan persyaratan mutu. Di masa depan, enzim lain tersebut dapat dimasukkan sebagai persyaratan mutu.

Parameter kadar air ditetapkan dengan mempertimbangkan kadar air madu yang baru dipanen dan perlindungan konsumen (keaslian dan mutu madu). Penetapan kadar air tersebut diharapkan tidak memberatkan produsen, namun tetap memberikan perlindungan yang baik kepada konsumen.

Keasaman madu lebah tanpa sengat ditetapkan jauh lebih tinggi dibanding madu lainnya. Berdasarkan data, dijumpai keasaman madu lebah tanpa sengat yang ekstrim tinggi. Namun untuk kepentingan perlindungan konsumen, persyaratan keasaman madu lebah tanpa sengat ditetapkan dibawah angka ekstrim. Cemaran logam (Pb, Cd, Hg) dan cemaran arsen pada madu hutan ditetapkan tidak terdeteksi dengan mempertimbangkan bahwa hutan bebas dari cemaran-cemaran tersebut.

Nah, itulah dia informasi seputar perbandingan madu palsu dan madu tiruan dari perspektif pakar dan Badan Standarisasi Nasional. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kamu tentang madu, ya honey lovers.

Semoga bermanfaat.


Referensi:

  1. https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/pcq4yl284
  2. Standar Nasional Indonesia 8664-2018 tentang madu

Tinggalkan Balasan