fbpx

info@dailyhoney.co.id

SADIS! Skafisme – Eksekusi Kuno Dengan Madu dan Susu

SADIS! Skafisme – Eksekusi Kuno Dengan Madu dan Susu

Mungkin kamu pernah mendengar beberapa jenis hukuman atau metode eksekusi yang terkenal pada zaman dahulu, dari sekian banyak metode eksekusi kuno yang pernah ada, Skafisme merupakan salah satu metode eksekusi yang cukup terkenal ya..terkenal akan kesadisannya.

Beruntungnya manusia yang hidup pada zaman sekarang hukum masih mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan, namun begitu mungkin karena jenis hukuman yang tergolong sangat humanis ini pula kiranya bagi segelintir pelanggar hukum pada saat sekarang seolah tidak merasakan efek jera. Entahlah.

Kembali ke Skafisme!

Persia kuno merupakan negara yang menerapkan skafisme dalam proses pemerintahannya, Skafisme pada awalnya masih lebih humanis daripada metode hukuman negara lain yang berlaku pada masa itu, beberapa diantaranya yakni ; metode hukuman five pains a la Tiongkok kuno atau metode hukuman menggunakan alat pencakar yang berlangsung di Spanyol.

Namun pada perkembangannya metode hukuman skafisme lama kelamaan bergeser menjadi semakin mengerikan. Yang menarik adalah skafisme dalam penerapannya mengusung sebuah nilai. Yap! Seseorang yang mendapatkan vonis hukuman skafisme ialah seburuk-buruk manusia, hal itu adalah sebutan yang pantas..dengan kata lain seseorang tersebut telah melakukan sebuah kesalahan fatal yang tidak termaafkan.

Yuk! kita kulik lebih dalam tentang metode hukuman mengerikan yang satu ini..

Pengeseksusi memulai proses skafisme dengan mengikat terdakwa dalam sebuah perahu tanpa mengenakan sehelai benangpun, setelah itu pengeksekusi melepaskan perahu tersebut pada sebuah danau berair tenang. Masih dalam posisi terikat si terdakwa tersebut mau tidak mau akan meneguk madu dan susu yang masuk secara paksa ke mulutnya selama beberapa waktu tertentu.

Tidak hanya itu, pengeksekusi juga melumuri seluruh bagian tubuh si terdakwa dengan madu dan susu. Pada tahapan berikutnya, serangga satu persatu akan mulai berdatangan  dan menggerogoti tubuh terdakwa tersebut. Sudah pasti, selain menjilati madu dan susu yang melekat pada tubuh si terdakwa serangga-serangga tersebut juga sesekali menyuntikkan sengat-sengat kecilnya.

Tidak tanggung-tanggung, Pengeksekusi kembali melumuri madu dan susu ketubuh terdakwa agar serangga yang berdatangan semakin banyak. Dapat kita bayangkan bagaimana kelanjutan nasib terdakwa tersebut bukan?

Proses tersebut belangsung terus-menerus tanpa kenal ampun dan butuh waktu yang lama. Hingga akhirnya si terdakwa bisa berhenti merasakan sakit yakni saat kematiannya datang. Ngeri sekali ya!

Proses skafisme juga berlangsung pada tempat terbuka dan masyarakat bisa menyaksikan dengan bebas. Ini bertujuan agar dengan melihat pemandangan berlangsungnya proses eksekusi tersebut orang-orang Persia akan bisa menjadikannya pelajaran untuk tidak melakukan hal yang sama.

Pertanyaannya, separah apa sih kesalahan si terdakwa hingga mereka harus menerima hukuman skafisme ?

Dalam sejarahnya, Tidak semua tindak kejahatan akan mendapatkan vonis hukuman berupa skafisme. Skafisme adalah hukuman bagi mereka yang melakukan kejahatan-kejahatan yang masuk ke dalam kategori kejahatan berat. Sebagai contoh yang berhubungan dengan kerajaan seperti berkhianat atau aksi kriminal gila lainnya.

Selain itu bagi para tawanan perang juga tidak bisa lepas dari jerat skafisme. Hal ini bertujuan tidak hanya untuk mengeksekusi tapi juga memberi efek psikologis. Dan kamu tahu honey lovers ternyata cara tersebut cukup efektif.

Terlepas dari semua itu, madu tetaplah cairan ajaib yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh manusia. Adapun penyalahgunaan madu yang beralih fungsi sebagai salah satu bahan untuk eksekusi adalah kisah lama yang tentu saja tidak akan mengurangi rasa cinta kita kita terhadapa madu ya honey lovers!

Semoga bermanfaat.

Sumber : Bobogrid.go.id

Tinggalkan Balasan