fbpx

info@dailyhoney.co.id

Mengapa Sarang Lebah Berbentuk Segi Enam?

Mengapa Sarang Lebah Berbentuk Segi Enam?

Lebah madu adalah makhluk yang mengagumkan untuk sejumlah alasan: etos kerja mereka yang luar biasa, sirup manis alami yang mereka hasilkan dan struktur sosialnya yang kompleks.

Para ilmuwan mengklaim bahwa serangga kecil ini dapat memperhitungkan sudut dan navigasi, dan bahkan mampu memahami kelengkungan dari planet Bumi. Meskipun, barangkali Anda punya pengalaman buruk karena disengat lebah (jangan diambil hati!), tapi saya rasa hal itu tidak akan membuat Anda berhenti bertanya:

Bagaimana mungkin lebah madu, seekor serangga kecil, bisa melakukan hal yang luar biasa seperti itu?

Sebelum sempat memikirkan jawabannya, ada satu hal lagi yang mungkin tak kalah membikin Anda takjub, yaitu sarang lebah (honeycomb). Maksud saya, desain geometrinya yang selalu berbentuk segi enam, tak peduli dimanapun sarang lebah yang dapat Anda temukan. Darimana lebah mendapat inspirasi atas bentuk geomteri seperti itu? Apakah semua lebah di dunia mengadakan konsesus terlebih dahulu untuk mencapai kesepatakan mengenai desain arsitektur dari sarang mereka? Atau, kemungkinan lainnya, adalah siapa sangka kalau lebah ternyata merupakan ahli matematika dan juga arsitek yang handal.

Pada kenyataannya, memang tidak semua spesies lebah menghasilkan madu, tapi semua lebah memerlukan sarang.

Baca juga: Pengetahuan Umum Tentang Madu dan Lebah

Sama seperti manusia, lebah membutuhkan makanan dan tempat tinggal untuk tetap hidup. Sarang lebah tidak hanya berfungsi sebagai rumah bagi para lebah, tapi juga merangkap sebagai tempat untuk menyimpan madu mereka. Karena sarang lebah begitu sentral untuk bertahan hidup, maka lebah madu harus membuat dan melindungi struktur dari sarang mereka.

Jika kita memeriksa bagian manapun dari sarang lebah, kita akan melihat bahwa itu dibangun dari sel heksagonal atau segi enam yang terjalin dengan kuat dan simetris.

Nah, pertanyannya,

Dari semua desain yang mungkin, kenapa lebah madu memilih bentuk geometri segi enam?

Untuk memahaminya, kita perlu berpikir seperti seekor lebah. Lebah membutuhkan tempat yang aman untuk keseluruhan koloni mereka untuk bertahan hidup. Sederhananya, itu haruslah menjadi sebuah tempat dimana nektar mereka bisa disimpan dan menjadi matang dengan pas hingga itu bisa diolah menjadi madu. Itu artinya, ada sebuah alasan penting mengapa diperlukan efesiensi ruang yang serius.

Solusi yang mantap adalah dengan membangun unit-unit penyimpanan yang kecil, atau sel yang ukurannya cukup besar untuk seekor lebah muat di dalamnya, yang mana juga sekaligus dapat merangkap sebagai kontainer dimana nektar disimpan: toples madu milik lebah sendiri. Hal selanjutnya adalah untuk memutuskan dari apa sel-sel kecil tersebut harus dibuat.

Lebah tidak punya paruh atau lengan untuk memunguti benda-benda, tapi mereka mampu untuk memproduksi lilin. Masalahnya adalah, untuk memproduksinya membutuhkan banyak upaya dan kerja keras. Lebah harus mengkonsumsi 8 ons madu untuk memproduksi hanya 1 ons lilin. Sehingga, mereka tidak ingin membuang-buang sumber daya. Jadi, mereka butuh sebuah desain yang memungkinkan untuk menyimpan sejumlah madu sebanyak mungkin dengan menggunakan sejumlah kecil lilin.

Hmm, kira-kira bentuk (desain) seperti apakah itu?

.  .  .  .  .

Mari kita berimajinasi sejenak, bayangkan kalau semua lebah telah menghadiri kuliah arsitektur dan pergi ke kelas matematika.

Katakanlah, mereka menanyakan guru geometri mereka,

Bentuk desain apa yang bisa memberikan kami ruang paling besar untuk menyimpan lebah kami, tapi hanya membutuhkan sejumlah kecil lilin?

dan guru geometri mereka membalas,

Bentuk yang kamu cari adalah lingkaran.

Hal itu memberikan ide bagi lebah madu untuk melihat kembali situs percobaan konstruksi mereka dan mulai membangun sarang lebah membentuk lingkaran sel. Setelah beberapa saat, beberapa dari mereka mungkin telah menyadari masalah dengan desain mereka: celah yang kecil diantara sel-sel tersebut.

Kita tidak muat masuk ke dalamnya! Sisa ruangan itu terbuang sia-sia!”, mereka pikir.

segi enam vs lingkaran

Jadi, mereka mengabaikan pelajaran geometri tadi dan mulai memecahkan masalah dengan cara mereka sendiri. Lebah kembali ke papan gambar dan meja kerja untuk memikirkan ulang desain sarang mereka. Dan diskusi pun dimulai, untuk memecahkan persoalan tersebut.

Ada seekor lebah yang menyarankan segitiga,

Kita dapat memakai segitiga. Lihat! Bentuk itu saling muat dengan sempurna.

Ada lebah lain menyarankan segiempat,

Bentuk persegi lebih luas daripada segitiga dan tentunya juga bisa saling mengikat, bukan?

Pada akhirnya, lebah ketiga mendapat ide dan mengatakan,

Segi lima kelihatannya kurang pas untuk muat satu sama lain, tapi segi enam bisa! Kita menginginkan bentuk yang cuma memerlukan sejumlah kecil lilin dan bisa menyimpan sejumlah besar madu, bukan? Ya, saya pikir itu pastilah segi enam!, pikirnya.

Mengapa begitu?, tanya lebah yang lain.

Karena itulah bentuk yang paling menyerupai lingkaran daripada yang lain., jawab lebah ketiga.

Tapi, bagaimana kita bisa yakin kalau itu benar?, lanjut lebah yang lain.

Untuk mencari tahu, perkumpulan arsitek lebah pun menghitung area dari segitiga, segiempat, segi lima dan segi enam dan menemukan bahwa segi enam adalah, pada faktanya, bentuk yang memberikan mereka (koloni lebah) ruang penyimpanan yang paling maksimal diantara yang lain. Mereka pun menyepakati bentuk ideal tersebut dan kembali bekerja.

heksagon
Gambar. Perbandingan area segitiga, segi empat dan segi enam dengan diameter yang sama (medium.com/Ali Kayaspor)

Desain ruang efisien yang menjadi ciri khas dari sarang lebah yang kita kihat hari ini mungkin adalah hasil dari trial and error tersebut, dan juga tentunya melalui periode yang panjang dari sejarah evolusi lebah. Meskipun demikian, semua kerja keras lebah pada hari itu terbayar lunas!

Baca juga: 5 Fakta Menarik tentang Sarang Lebah yang Harus Kamu Tahu

Coba amati sejenak pada sarang lebah manapun, dengan kacamata dan jaring pelindung Anda, tentunya, dan Anda akan takjub melihat hasil akhirnya: sebuah sarang lebah yang tersusun rapat dengan cantik sehingga arsitek manapun yang melihatnya akan sangat bangga dengan desain tersebut.


Referensi:

Narasi disadur dari Ted-Ed: “Why do honeybees love hexagon?” by Zack Peterson and Andy Peterson dengan beberapa perubahan.

Tinggalkan Balasan