fbpx

info@dailyhoney.co.id

Sekilas Tentang Perjalanan Hidup Lebah Madu

Sekilas Tentang Perjalanan Hidup Lebah Madu

Saat melihat madu dan merasakan sendiri secara langsung manfaat yang kita peroleh dengan mengkonsumsinya, pernahkan terbesit dipikiran kita bagaimana lebah bisa membuat sesuatu yang luar biasa seprti itu? atau bagaimana perjalanan hidup lebah dimulai dari seekor larva sampai menjadi lebah dan menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk bekerja? atau mungkin juga ada yang berpikir, bagaimana ya rasanya menjadi lebah?

Nah, jika kamu merasa sudah sangat hafal dengan sekian banyak manfaat dari madu yang dihasilkan para lebah, mungkin kamu juga perlu membaca ini — ulasan singkat mengenai perjalanan hidup lebah madu — yang diharapkan bisa menambah pengetahuan kita dan bisa mengisi waktu luang kamu yang sedang melakukan social distancing seperti kondisi sekarang ini.


Lebah hidup secara berkelompok, dimana dalam satu kelompok terdiri dari ratu lebah, ratusan atau ribuan lebah pekerja, dan beberapa lebah jantan yang bertugas membuahi sang ratu. Ratu lebah memiliki berat rata-rata 2x dan panjang 3x dari lebah pekerja. Ratu lebah memiliki ukuran badan paling besar dari lebah yang lain karena mendapatkan asupan gizi yang paling optimal selama perkembangan larva (royal jelly).

ratu lebah dan koloni
Gambar. Ratu lebah dan koloni (via youtube.com)

Ratu lebah berkembang biak dengan cara bertelur. Telur yang dihasilkan perharinya bisa mencapai 1.500 butir dimana jika rata-ratakan, ratu lebah dapat menghasilkan 625 butir telur per jamnya. Dan tahukah kamu? (pasti tidak, hehe) Ratu lebah bisa menghasilkan telur sebanyak 15.000-20.000 butir yang kalau ditakar sama dengan seratus kali berat tubuhnya. WOW!!

Namun begitu, jumlah telur yang dihasilkan tentu sangat bergantung pada jumlah makanan yang diperoleh. Saat musim kawin tiba, ratu lebah akan keluar dan didatangi beberapa lebah jantan untuk dibuahi sampai kantung sperma pada perut ratu lebah terisi penuh.

Selanjutnya, ratu lebah akan kembali ke sarang dan sepanjang hidupnya dihabiskan untuk bertelur. Apabila telur berhasil dibuahi sperma, maka terbentuklah lebah betina atau lebah pekerja, sedangkan sisanya akan menjadi lebah jantan. Ketika ratu lebah semakin menua, ia akan lebih banyak melahirkan lebah jantan.

Usia produktif ratu lebah adalah 3 tahun dihitung dari 5-6 tahun masa hidupnya. Benar! untuk mendapatkan umur panjang, ratu lebah mengonsumsi royal jelly yang dihasilkan lebah bersama madu.

Ratu lebah sebenarnya tidak suka menyengat, namun jangan salah ia bisa jadi berubah galak pada calon ratu lebah lainnya. Lebah-lebah pekerja akan setia pada ratu lebah karena ratu mengeluarkan zat pheromone yang menjadi daya tarik tersendiri bagi lebah-lebah pekerja.

Dari sekian banyak telur yang dihasilkan ratu lebah, akan ada yang menjadi telur calon ratu lebah selanjutnya. Namun, berbeda dengan telur lebah jantan dan pekerja, telur calon ratu lebah ini diperlakukan secara khusus, seperti ditempatkan pada sel khusus dan juga diberi makanan berupa royal jelly sejak masih berupa larva sampai menjadi ratu lebah.

Ukuran lebah jantan memang lebih kecil dari ratu lebah, namun lebih besar dari lebah betina atau pekerja. Sepanjang hidupnya, lebah betina atau lebah pekerjalah  yang memberi lebah jantan ini makanan. Lebah jantan bertugas mengawini ratu lebah. Selagi ratu lebah berdiam diri di sarang untuk bertelur, lebah jantan menghabiskan waktu menunggu ratu keluar sarang pada musim kawin berikutnya.

Disini bagian menyedihkannya, selesai kawin lebah jantan akan mati karena jantung spermanya tertinggal di perut ratu lebah. Usia rata-rata lebah jantan hanya 3 bulan. Pada saat persediaan madu sedikit atau lebah jantan tidak melakukan tugasnya dengan benar, maka lebah pekerja mengusirnya atau bahkan tidak memberi lebah jantan tersebut makanan hingga ia mati.

Lebah pekerja memiliki peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup para lebah, mungkin karena jumlahnya yang banyak sehingga dibebankan berbagai tugas. Menginjak usia 3-4 hari setelah lahir, lebah pekerja sudah harus memberi makan larva. Kemudian beralih tugas menjadi lebah penjaga sarang dan juga ratu, tidak hanya sampai disitu lebah pekerja yang masih muda ini harus memberi makan ratu, membersihkan tubuhnya serta sel tempat tinggal ratu lebah.

Lebah pekerja juga ditugaskan mengawasi, membersihkan, memperbaiki dan membuat sarang serta harus bersedia menyengat makhluk lain yang berusaha mengusik sarangnya (kabarnya jika lebah menyengat musuh, setelahnya ia akan mati — ini sekilas seperti misi bunuh diri).

Lebah pekerja disebut juga lebah lilin, karena pada masa-masa tersebut lebah pekerja mengeluarkan lilin di kelenjar perutnya.

lebah pekerja
Gambar. Lebah pekerja yang sedang menghisap nektar dari bunga tanaman (dreamstime.com)

Beranjak tua, lebah pekerja akan dibebankan tugas menjadi lebah pandu atau lebah pencari makanan. Ia harus berkeliling hingga jarak 600-800 meter dari sarangnya untuk mencari dan mengumpulkan nektar serta pollen sepanjang hidupnya. Lebah pekerja bisa bertahan hidup 20-40 hari di musim panas atau 140 hari pada musim dingin.

Metamorfosis lebah adalah dari telur-larva-pupa dan akhirnya menjadi lebah madu  berlangsing selama 16-24 hari. Asalkan sumber makanan terpenuhi, satu kelompok lebah dapat berkembang biak sampai banyak generasi. Lebah pekerja akan membuat kelompok baru, apabila kelompok yang ada sudah terlalu banyak.


Nah, jika setelah membaca ini kamu terinspirasi ingin menjadi peternak lebah madu, inilah hal yang perlu kamu lakukan: pastikan jarak lokasi peternakan lebah madu dengan sumber makanan yang ideal adalah sekitar 0,75 km  dan jarak ke mata air bersih adalah 200 – 300 meter. Di samping itu, tempatnya juga harus bebas angin, dengan udara yang segar dan sejuk.

Untuk hal mendetil lainnya, kamu bisa cari tahu dengan berselancar di internet atau sebaiknya tanyakan langsung pada ahlinya yang sudah berpengalaman.

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan