fbpx

info@dailyhoney.co.id

Semua Hal Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Madu Lebah

Semua Hal Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Madu Lebah

Disadari atau tidak, ada sebuah ungkapan populer tentang lebah yang barangkali pernah kamu dengar.

If the bee disappeared off the face of the Earth, man would only have four years left to live

Jika semua lebah menghilang dari muka Bumi, maka umat manusia hanya punya sisa waktu empat tahun lagi untuk bertahan hidup

Yah, walaupun kutipan anonim yang tak jelas darimana sumbernya itu  tidak sepenuhnya tepat, tapi fakta mengenai peran penting lebah dalam ekosistem memang tidak bisa dibantah. Sebagai pengetahuan, lebah membantu penyerbukan tanaman terhadap 91 sumber makanan dari flora yang kita konsumsi hari ini. Kita tahu penyerbukan bunga adalah cara tanaman bereproduksi dan menghasilkan buah-buahan.

Memang tidak semua penyerbukan tanaman dibantu oleh lebah, akan tetapi dengan hilangnya lebah dari muka Bumi (CCD/Colony Collapse Disorder) maka seketika kita akan kehilangan keragaman makanan bernutrisi dalam hidangan sehari-hari. Dan variasi makanan bergizi itu penting dalam diet sehat maupun menu makanan seimbang yang kita konsumsi.

Baca juga: Benarkah Jika Semua Lebah Madu di Dunia Mati, Maka Umat Manusia Akan Punah?

Dan ternyata lebah tidak hanya berperan sampai di situ. Lebah diketahui membawa nektar dari bunga yang dihinggapinya ke dalam sarang untuk diproses menjadi apa yang kita sebut sebagai madu (honey bee). Akan tetapi, sebenarnya apa madu itu? (Mungkin) sejauh yang kita tahu tentang madu adalah cairan alami yang terasa manis, berasal dari lebah, bermanfaat untuk kesehatan dan … yah, barangkali tak lebih dari itu. Sebelum melompat ke pembahasan yang lebih jauh tentang madu, terlebih dahulu kita akan membahas secara ringkas berbagai pengetahun umum tentang madu dan lebah.

Bagaimana sejarah singkat penggunaan madu lebah?

The excavation of Tel Rehov, where ancient Israelites cultivated bees ... Turkish bees. The local variety of bee was much more aggressive and much less productive.
Gambar. Penemuan situs budidaya lebah madu oleh tim arkeologis di Tel Rehov, Israel yang diduga berasal dari abad ke-10 atau awal abad ke-9 SM (www.haaretz.com/Baz Ratner)

Madu adalah cairan alami yang banyak mengandung gula sebagai hasil dari sekresi lebah pengahasil madu. Madu lebah sudah lama diketahui sebagai cairan manis alami yang dapat dikonsumsi atau sebagai obat dan berbagai pemanfaatan lainnya. Hal itu telah diketahui melalui berbagai bukti arkeologis dari peradaban kuno yang memanfaatkan madu dalam berbagai cara semenjak ribuan tahun lalu.

Masyarakat Mesir kuno (3000 SM), misalnya, telah menggunakan madu sebagai pemanis makanan, alat pembayaran dan hidangan khusus dalam upacara-upacara ritual pada masa itu. Selain di Mesir kuno, penggunaan sarang lebah pada jejak tembikar juga ditemukan tersebar di wilayah lain, yang diperkirakan berasal dari peradaban Yunani kuno (4900-4500 SM), di Rumania (5500-5200 SM) di Serbia (5300-4600 SM) dan Mediterania (5500-5000 SM).

Penelitian terbaru dari Univeristy of Bristol, Inggris pada 2015 lalu juga mengkonfirmasi penemuan bukti penggunaan lilin lebah oleh petani Turki dari jejak tembikar di kapal prasejarah yang diduga tertimbun sejak 7000 SM. Selain itu, sebelumnya pada tahun 2007 oleh sekelompok arkeologis di Israel menemukan jejak fasilitas ternak lebah Turki yang diduga berasal dari abad ke-10 atau awal abad ke-9 SM. Dan jika benar demikian, berarti madu telah dimanfaatkan terus-menerus oleh manusia selama lebih dari 10.000 tahun lamanya.

Tidak ada yang tahu pasti kapan sejarah apikultur (peternakan lebah) modern dimulai, akan tetapi yang jelas metode dan desain pembuatan sarang lebah yang banyak digunakan sampai hari ini dipopulerkan pertama kali oleh Jan Dzierzon di Jerman pada 1859 lalu, sehingga ia sering dijuluki sebagai Bapak apologi dan apikultur modern. Di Indonesia sendiri, tren peternakan lebah modern diperkenalkan oleh Belanda pada zaman penjajahan dan sempat mengalami pasang surut akibat meletusnya Perang Dunia II. Dan sekarang, pasar budidaya lebah penghasil madu telah berkembang di seluruh dunia.

Baca juga: 100+ Fakta Unik dan Menarik Tentang Lebah Madu

Bagaimana lebah menghasilkan madu?

apis mellifera
Gambar. Lebah madu jenis Apis mellifera yang sedang mengumpulkan nektar untuk bahan pembuatan madu (shutterstock.com)

Madu merupakan cairan fermentasi yang dihasilkan oleh lebah dari sari pati bunga atau nektar tanaman. Madu terasa manis karena banyak mengandung zat gula dan sedikit kandungan air, sehingga teksturnya terasa kental.

Secara biologi, lebah tergolong ke dalam serangga bersayap selaput (genus Apis dalam famili Apidae). Ada sekitar 20.000 spesies lebah yang ada di dunia, akan tetapi tidak semua lebah dapat menghasilkan madu (honey bee). Kebanyakan lebah hidup secara berkolompok dalam satu sarang dan disebut sebagai koloni yang terdiri dari ratu lebah, beberapa lebah jantan dan ribuan lebah pekerja. Dalam koloni, lebah yang bekerja mengumpulkan nektar dan membuat madu adalah lebah betina.

Pada mekanismenya, lebah pekerja menghisap nektar dari bunga tanaman untuk disimpan sementara dalam kantong madu yang terdapat pada tubuh lebah. Lebah kemudian membawanya ke dalam sarang dan mengeluarkan nektar tadi untuk dikunyah berkali-kali sampai setengah tercerna bersama lebah lain. Proses itu akan mengubah sakarida (zat gula) dari nektar tersebut menjadi lebih halus untuk kemudian diuapkan karena masih mengandung banyak air. Setelah kadar air berkurang, sakarida ditempatkan pada sel yang berbentuk heksagonal sampai penuh lalu ditutup sehingga terjadi proses fermentasi dengan bantuan enzim dari lebah. Hasil fermentasi itulah yang kemudian menjadi madu mentah.

Volume sarang lebah alami berkisar antara 10-100 liter tergantung jumlah koloni, akan tetapi volume rata-rata biasanya adalah 45 liter.

Baca juga: Yuk! Cari Tahu Bagaimana Caranya Lebah Bisa Menghasilkan Madu

Apa saja kandungan nutrisi pada madu?

honey comb
Gambar. Madu mentah yang berasal dari sarang lebah (freepik.com)

Madu kaya dengan karbohidrat sehingga dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Komposisi nutrisi pada madu bisa jadi berbeda-beda tergantung pada varietas bunga yang diambil nektarnya oleh lebah. Akan tetapi, secara umum kandungan nutrisi pada 100 gram madu terdiri dari 77,9% gula (fruktosa, glukosa, maltosa dan sukrosa), 17,2% air dan 4,9% sisanya adalah vitamin, mineral dan sejumlah kecil senyawa antioksidan (Data Nutisi USDA). Diperkirakan ada sekitar 320 jenis madu lebah yang ada di dunia dengan kemungkinan kompoisisi nutrisi dan kadar gula yang bervariasi tergantung wilayah geografis dan kondisi iklim tempat flora dari madu berasal.

Baca juga: Ingin Madu Tetap Awet dan Nutrisinya Terjaga? Beginilah Cara Menyimpan Madu Yang Benar!

Apa saja manfaat madu terhadap kesehatan?

clear-glass-bowl-beside-yellow-flower-1638280 (1)
Gambar. Semangkok madu segar yang siap dikonsumsi (pexels.com)

Madu murni tidak hanya dimanfaatkan sebagai pemanis makanan, melainkan juga dapat diekstraksi dan diolah menjadi obat dan bahan kosmetik. Sejak dulu, madu dipercaya sebagai bahan makanan berkualitas tinggi dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Dan hari ini, tampaknya kita telah bisa mengkonfirmasi hal tersebut berdasarkan bukti-bukti saintifik.

Revolusi sains dan teknologi memungkinkan kita dapat mengembangkan metode ilmiah untuk menguji/meneliti berbagai manfaat madu terhadap kesehatan secara objektif. Ada banyak publikasi ilmiah terindeks yang secara khusus meneliti tentang madu dan biologi lebah, misalnya seperti Journal of Agriculture Research, Bee World, The American Bee Journal dan berbagai jurnal ilmiah terbitan fakultas agrikultur di universitas-universitas (di Indonesia, contohnya adalah falkutas peternakan Institut Pertanian Bogor).

Madu telah diketahui mengandung senyawa antioksidan penting (fenol, falvonoid, dan asam organik) yang berguna dalam menangkal radikal bebas untuk menurunkan resiko serangan jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker. Madu juga dapat digunakan sebagai antiseptik dikarenakan kandungan airnya yang rendah sehingga mengambat pertumbuhan bakteri. Selain itu, madu juga digunakan untuk mengobati luka dan pembengkakan pada penderita diabetes selama dalam pengawasan medis.

Belakangan, penggunaan madu olahan secara lebih luas dapat dilihat pada produk-produk diet maupun perawatan kecantikan.

Baca juga: 7 Manfaat Madu untuk Kesehatan yang Terbukti Secara Ilmiah

Adakah standarisasi untuk kualitas madu?

madu segar
Gambar. Madu memiliki kandungan nutrisi yan berbeda-beda (dailysabah.com)

Pada dasarnya, madu yang berkualitas dapat tahan selama bertahun-tahun selagi disimpan dalam wadah yang baik. Akan tetapi, karena proses pengolahan madu yang buruk dan/atau penggunaan wadah yang terkontaminasi akan menyebabkan penurunan kualitas madu yang digunakan. Oleh karena itu, diperlukan suatu standar objektif untuk mengukur kualitas dari madu yang ada. Sebenarnya telah ada beberapa standar nasional maupun internasional yang menetapkan paramater mutu dari madu. Akan tetapi, secara umum kualitas madu yang baik ditentukan oleh:

  1. Kadar air, yaitu harus kurang dari 21% dari total gram madu.
  2. Kadar HMF (hidroksimetilfurfural) atau pecahan dari fruktosa dan sukrosa murni, yaitu maksimal adalah 50 mg/kg.
  3. Aktivitas enzim diastase, merupakan enzim yang ditambahkan lebah pada saat pematangan madu (kualitatif)..
  4. Keberadaan zat kontaminan (seperti logam berat, sisa pestisida, abu, dan sebagainya) yang minim.

Baca juga: Bagaimana Cara Membedakan Madu Asli dan Madu Palsu dengan Benar?

Bagaimana pasar peternakan lebah di Indonesia?

peternak lebah
Gambar. Peternak lebah yang sedang mengurusi sarang lebah ternaknya (shutterstock.com)

Peternakan lebah atau dikenal dengan istilah apikultur biasanya menerapkan pembudidayaan koloni lebah madu yang menetap di sarangnya atau menggunakan sarang buatan dengan tujuan untuk dipanen madunya. Terkadang peternak (apiaris) sengaja menempatkan sarang lebah di dekat ladang atau perkebunan untuk membantu penyerbukan tanaman. Metode ilmiah peternakan lebah baru populer digunakan pada abad ke-19 di seluruh dunia.

Di Indonesia, teknik apikultur modern diperkenalkan oleh kolonial Belanda sekitar tahun 1860-an. Sampai sekarang, pasar peternakan madu di Indonesia masih belum sebesar komoditas peternakan ayam pedaging atau sapi, meskipun secara geografis Indonesia sebenarnya memiliki potensi menjadi salah satu penghasil madu berkualitas di dunia.

Sebagaimana diketahui bahwa hanya beberapa spesies lebah yang dapat memproduksi madu, dan spesies lebah yang paling bagus memproduksi madu adalah jenis Apis dorsata, yaitu lebah yang hanya tersebar di daerah tropis dan sub-tropis Asia, seperti Indonesia, Filipina, India dan Nepal. Akan tetapi, dari segi produksi dan kuantitas ekspor, kita masih kalah dibandingkan Malaysia, India, China dan Turki.

Baca juga: Yuk! Cari Tahu Bagaimana Proses Budidaya Lebah Lokal Menghasilkan Madu dan Juga Perkembangannya di Indonesia

Apa saja produk turunan dari madu lebah?

Royal-jelly-in-glass-jar-with-flowers
Gambar. Royal jelly atau susu lebah, salah satu produk turunan madu (shutterstock.com)

Berbagai hasil dari peternakan lebah yang biasanya dikumpulkan tidak hanya berupa madu mentah, melainkan juga produk-produk lain dari sarang lebah, seperti lilin lebah, propolis, pollen, dan royal jelly.

Lilin lebah merupakan bahan yang menjadi pembuatan sarang oleh koloni lebah.

Propolis dalah semacam getah yang dikumpulkan oleh lebah madu dari berbagai tanaman yang digunakan untuk menutupi celah pada sarang lebah. Propolis mengandung lebih dari 300 senyawa kimia dengan antioksidan tinggi, dan seringkali dijadikan sebagai produk obat-obatan (meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk keamanannya).

Pollen adalah sejumlah besar serbuk sari dari bunga yang dikumpulkan oleh lebah menjadi butiran yang biasanya ditemukan di kamar pembiakan ratu lebah. Polen lebah biasanya dimanfaatkan oleh manusia sebahai makanan karena kaya dengan karbohidrat dan protein.

Sedangkan royal jellly adalah sari madu yang disekresikan oleh lebah pekerja sebagai makanan utama bagi ratu lebah dan larva lebah madu agar berkembang secara maksimal. Royal jelly biasa dikonsumsi oleh orang-orang sebagai makanan maupun obat karena mengandung nilai gizi tinggi. Selain itu, baik madu murni maupun produk turunannya juga sering dijadikan sebagai pemanis untuk menambah cita rasa dalam kreasi makanan sehari-hari.

Baca juga: Yuk! Cari Tahu Apa Saja Produk Turunan dari Madu Beserta Manfaatnya


Referensi:

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Madu
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Lebah_madu
  3. http://fapet.ipb.ac.id/index.php/direktori/2016-06-08-01-43-33/berita/1045-prospek-agribisnis-lebah-madu
  4. https://www.forbes.com/sites/paulrodgers/2014/09/09/einstein-and-the-bees-should-you-worry/#6e34a6d18157
  5. https://republika.co.id/berita/nxy70z368/ilmuwan-temukan-bukti-sarang-lebah-ada-sejak-7000-sm
  6. http://fapet.ipb.ac.id/index.php/direktori/2016-06-08-01-43-33/berita/1045-prospek-agribisnis-lebah-madu

Tinggalkan Balasan