fbpx

info@dailyhoney.co.id

Ternyata Lebah Madu Saling Berkomunikasi Lewat Tarian Unik! Begini Penjelasannya…

Ternyata Lebah Madu Saling Berkomunikasi Lewat Tarian Unik! Begini Penjelasannya…

Lebah madu adalah makhluk yang mengagumkan untuk sejumlah alasan: etos kerja mereka yang luar biasa, sirup manis alami yang mereka hasilkan dan struktur sosialnya yang kompleks. Para ilmuwan mengklaim bahwa serangga kecil ini adalah hewan yang cerdas karena dapat memperhitungkan sudut dan navigasi, dan bahkan memahami kelengkungan dari planet Bumi.

Serangga kecil ini mengubah nektar yang dihasilkan oleh tanaman menjadi madu yang akan disimpan dalam sarang mereka. Saat mencari nektar, lebah juga membantu penyerbukan bunga yang penting dalam rangkaian proses perkembangbiakan tanaman. Selain memproduksi madu, lebah madu juga memproduksi royal jelly, bee pollen (malam) dan propolis.

Lebah merupakan serangga sosial seperti semut dan rayap, yang artinya hidup berkelompok dengan jumlah individu yang sangat banyak, dan membuat sarang, tentunya. Di dalam sarang terdapat seekor ratu (queen), ribuan lebah pekerja betina (workers), dan ratusan lebah pejantan (drones).

Selama hidupnya lebah pekerja melakukan berbagai macam tugas, seperti mengasuh dan memberi makan kawanannya, membersihkan dan membangun sarang madu, mereka pun mencari tepung sari dan nektar sampai akhir hidupnya. Rata-rata lebah pekerja hanya berumur sampai 17 minggu, sedangkan ratu lebah bisa hidup selama 3-5 tahun.

Lebah berkomunikasi dengan cara melakukan tarian

Karena kebanyakan lebah madu hidup secara berkelompok, maka penting bagi mereka untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Cara komunikasi lebah madu pun terbilang unik, yaitu dengan cara tarian yang membentuk pola tertentu.

Lebah yang melakukan tarian adalah lebah yang baru saja kembali ke sarang setelah mencari makanan. Maksud dari tarian tersebut tak lain adalah untuk memberitahu lebah-lebah lain posisi sumber makanan atau nektar dari sarang mereka. Terdapat beberapa tarian yang dilakukan oleh lebah madu untuk mengisyaratkan letak makanannya.

Hal ini pernah diteliti oleh Karl von Frisch yang dibantu oleh Martin Lindauer dan rekan-rekan kerjanya. Sebelum mereka, tarian lebah juga pernah diteliti oleh seorang pastur bernama Ernst Spitzner pada 1778. Ketika itu ia mengatakan bahwa ketika seekor lebah madu menemukan nektar, ia kembali ke sarang dan melakukan tarian.

Kemudian pada 14 Agustus 1946, Karl Von Frisch, seorang profesor zoologi dari Jerman melakukan penelitian lebih lanjut. Suatu ketika, anak-anak perempuannya memberitahukan bahwa mereka telah menyediakan tempat baru berisi air gula untuk makanan lebah-lebah dalam sarang eksperimental, tetapi mereka tidak memberitahu ayah mereka letak tempat air gula itu. Frisch kemudian memperhatikan lebah-lebahnya dengan cara mengamati tarian lebah-lebah itu, dan benar saja, dia berhasil menemukan tempat berisi air gula itu.

Pada 22 September 1951, Von Frisch, sekali lagi memperhatikan seekor lebah terus-menerus menari dalam sarangnya. Lalu, dia mengkaji tarian itu dan menandai tempat yang ditunjukkan lebah itu pada peta. Berdasarkan tarian itu, Frisch menyimpulkan bahwa di tempat yang berjarak 600 meter dari sarang terdapat seorang penduduk yang memiliki madu dan menahan lebah-lebah Frisch. Seorang asisten Frisch menuju ke tempat yang ditunjukkan lebah, lalu menemukan seseorang telah menuangkan madu dan menjamurnya untuk memanggil lebah-lebah yang dimilikinya.

Asisten Frisch memberitahu orang tersebut bahwa lebah-lebah Frisch telah mencuri madu miliknya dan kemudian memberitahu Frisch keberadaan madu orang tersebut. Namun, orang itu menganggap asisten Frisch bercanda dan memilih untuk tidak percaya, padahal itu benar adanya.

Penelitian yang dilakukan oleh Karl von Frisch kemudian diterbitkan pada tahun 1967 yang berjudul “The Dance Language and Orientation of Bees” (Tarian sebagai Bahasa dan Orientasi Lebah). Hasil penelitian tersebut telah berkontribusi selama beberapa dekade dan menjadi rujukan banyak orang tentang bagaimana lebah madu berkomunikasi dan menemukan makanan. Spesies lebah yang diteliti oleh von Frisch adalah lebah jenis Apis mellifera, yang populer dibudidayakan.

1_Fp6SIYflKu7GcazqNZbwmQ
Ilustrasi. ‘Waggle dance’ cara lebah saling berkomuikasi (GIF via medium.com/Ali Kayaspor)

Salah satu tarian yang terkenal disebut “Tarian Goyangan” atau ‘Waggle Dance’. Waggle Dance merupakan sebuah bentuk komunikasi visual yang dilakukan oleh lebah untuk memberitahu koloni lebah pekerja lainnya terkait dengan posisi serbuk sari bunga. Pola tariannya tampak seperti angka delapan (8) yang dilakukan berulangkali. Dengan cara ini, lebah pekerja yang telah terlebih dahulu menemukan serbuk sari dapat langsung memberitahukan para lebah pekerja lain. Untuk mengetahui jarak sasaran (serbuk sari bunga) dari sarang ditentukan oleh banyaknya jumlah goyangan pada abdomen lebah pada lintasan lurus.

tarian lebah
Gambar. Pola tarian lebah (Wikipedia.org)

Berdasarkan jarak dan sudut letak makanan relatif terhadap sarang, lebah madu setidaknya melakukan dua jenis tarian yang membentuk pola berbeda, yaitu round dance dan waggle dance.

#1. Round dance (tarian memutar)

Gerakan pada tarian ini yaitu gerakan berputar-putar dalam lingkaran kecil sambil menggoyang-goyangkan abdomennya dari satu sisi ke sisi lain. Pada gambar di bawah ditunjukkan pada nomor (1). Karena gerakannya yang berputar-putar itu, tarian ini disebut ‘tarian memutar’. Tarian ini dilakukan oleh lebah yang pulang apabila jarak sumber makanan dari sarang dekat (kurang dari 50 m).

Dalam gerakannya, pertama-tama lebah memutar dalam satu arah, lalu memutar lagi ke arah lain, lantas berputar lagi ke arah  yang berlawanan, dan begitu seterusnya. Tarian ini namanya tarian memutar (round dance). Lebah-lebah lain bukan hanya mengamati, melainkan juga ikut serta menari menirukan tarian lebah si pembawa sumber madu. Setelah menari, ia pergi ke sumber madu yang merupakan sekuntum atau sekelompok bunga. Berdasarkan bau madu itu pula, lebah dapat menentukan jenis bunga yang merupakan sumber madu yang dikabarkan.

Sederhanya, ketika seekor lebah madu Karniola (Apis mellifera carnica) menemukan sumber makanan dalam jarak kurang dari 50 meter dari sarangnya, ia kembali ke sarang dan menjatuhkan tetesan madu yang segera dikerumuni oleh lebah-lebah yang lain. Lebah pembawa sumber madu tadi mulai menari dalam bentuk lingkaran, menirukan tarian lebah tersebut, dan pergi ke sumber makanan yang dimaksud.

jenis tarian lebah
Gambar. Jenis tarian lebah (wordpress.com)

#2. Waggle dance (tarian goyang)

Tarian lebah ini terdiri dari ayunan setengah lingkaran ke satu arah, lalu lari lurus sembari menggoyangkan abdomennya, dan ayunan setengah lingkaran ke arah lain. Pada gambar di atas, tarian ini ditunjukkan pada nomor (2), (3), dan (4). Waggle dance dilakukan apabila jarak sumber makanan jauh dari sarang (lebih dari 167 kaki atau 50 meter). Arah letak sumber makanan diindikasikan oleh sudut (terhadap permukaan vertikal sarang) dari lari lurus. Sudut lari lurus terhadap permukaan vertikal sarang sama dengan sudut horizontal makanan terhadap matahari.

Gambar (2) menunjukkan letak makanan di posisi A, gambar (3) menunjukkan letak makanan di posisi B, dan gambar (4) menunjukkan letak makanan di posisi C. Selain itu, untuk menunjukkan seberapa jauh letak makanan bisa dilihat dari jumlah goyangan abdomen yang dilakukan setiap kali lari lurus. Semakin panjang lari lurus, semakin banyak goyangan abdomen setiap kali lari, hal ini mengindikasikan jarak yang lebih jauh antara sarang dan sumber makanan.

Lebah madu juga mampu menemukan makanan dalam jarak lebih dari 10 meter dari sarangnya. Lebah diketahui terbang lebih dari 13 kilometer untuk mencari madu. Ketika seekor lebah madu Karniola menemukan makanan dalam jarak 100 meter hingga 10 kilometer dari sarangnya, ia kembali ke sarang dan menawarkan madu yang ditemukannya dengan menampilkan tari jenis lain, yaitu tari goyang sengat (tail-wagging dance).

Ia menari dalam bentuk garis lurus untuk jarak tertentu dengan menggoyangkan sengatnya dan mendengungkan sayapnya ketika terbang. Kemudian, ia berhenti berdengung dan menggoyang sengatnya, memutar pada kedudukan ia memulai, berputar lagi dan menggoyang sengatnya lagi, dst.

Lebah-lebah lain yang berminat menemukan madu mengikutinya berputar. Tari goyang sengat ini memberitahu lebah-lebah lain bahwa terdapat sumber makanan, bunga apa yang harus dicari, dan berdasarkan baunya. Lebih dari itu, tarian tersebut juga menunjukkan jarak antara sarang dan sumber makanan itu dan arah mana yang harus ditempuh. Jadi, dalam jarak hingga 10 kilometer pun lebah-lebah yang mengkaji tarian itu dapat terbang dengan arah yang tepat sebagaimana yang ditunjukkan dan dapat menemukan bunga-bunga yang mengandung madu itu.

jarak & pola tarian
Gambar. Jarak sumber & pola tarian (izan.kiev.ua)

Lebah memberitahukan jarak sumber makanan melalui tempo tarian

Lantas, bagaimana lebah memberitahukan jarak sumber makanan? Caranya melalui tempo tarian. Tempo cepat menunjukkan jarak yang tidak terlalu jauh, tempo pelan menunjukkan jarak yang lebih jauh. Apabila jaraknya semakin jauh, goyangan pun diperlama. Lebah-lebah yang mengikuti tarian itu mengkaji frekuensi dan lama goyang sengat dan menghitung lama rata-ratanya, kemudian mereka itu menerjemahkannya untuk jarak sumber makanan dengan suatu kaidah matematis.

Tari goyang sengat kadang-kadang dilakukan dengan permukaan horizontal di luar sarang lebah. Tarian secara horizontal ini dilakukan untuk menunjukkan arah makanan dengan mengarahkan gerakan terbangnya pada sumber makanan yang dimaksud. Lebah dapat melakukan tarian apabila ia melihat matahari untuk menunjukkan kedudukan matahari terhadap lebah-lebah yang lain. Ia mengambil kedudukan seperti ketika melihat matahari pada sumber makanan dengan sudut yang sama.

Tarian lebah juga dapat dilakukan secara vertikal. Tarian ini ia lakukan untuk menyampaikan pada lebah lain kedudukan sudut terbang dan kedudukan matahari ke dalam jarak antara gerakan tari dan vertikal lurus ke atas dengan kecepatan tinggi. Lebah juga dapat mengomunikasikan jarak dan tempat sumber makanan kendatipun ada angin, dan lebah tersebut sebelumnya belum pernah menempuh rute itu.

Bukan hanya itu fungsi tarian lebah. Tarian lebah juga dapat menunjukkan manis atau kurang manisnya makanan, kemudahannya menemukan, dan banyak tidaknya sumber makanan. Meski demikian, tidak semua lebah mengikuti tarian lebah itu. Artinya, bila tertarik dengan informasi yang disampaikan oleh lebah penari tadi, lebah-lebah itu mengikuti tarian. Namun, jika tidak, tarian lebah tadi diabaikan.

Begitulah cara lebah berkomunikasi dengan sesama lebah. Meski tidak menggunakan bahasa seperti bahasa manusia, mereka dengan tepat menyampaikan suatu informasi melalui tarian dan dapat diterjemahkan pula dengan benar oleh lebah lain. Mengagumkan, bukan?


Sumber:

  1. https://www.greeners.co/flora-fauna/lebah-madu-menunjukkan-arah-lewat-tarian/
  2. https://arhazailama.wordpress.com/2016/06/08/tarian-lebah-madu/amp/
  3. http://portalsatu.com/read/budaya/ini-cara-lebah-berkomunikasi-bagian-pertama-1680
  4. http://portalsatu.com/read/budaya/cara-lebah-berkomunikasi-bagian-kedua-1682

Tinggalkan Balasan