fbpx

info@dailyhoney.co.id

Ternyata Madu bisa Mencegah Resiko Penyakit Kanker!

Ternyata Madu bisa Mencegah Resiko Penyakit Kanker!

Ternyata Madu bisa Mencegah Resiko Penyakit Kanker! Kanker merupakan salah satu penyakit yang begitu menakutkan, selain proses dan mekanisme pengobatan yang rumit dan lama, juga mengeluarkan banyak sekali biaya.

Tragisnya penyakit ini tidak pandang status sosial, ia bisa menyerang siapa saja tidak peduli apakah orang tersebut kaya atau dari kalangan ekonomi lemah sekalipun.

Banyak faktor yang jadi pemicu bersarangnya kanker ditubuh seseorang, seperti faktor keturunan, pola hidup tidak sehat, dan lain sebagainya.

Nah, honey lover! kamu termasuk beruntung menjadi penikmat setia madu, karena apa? ya, tentu saja karena kandungannya yang berlimpah manfaat bagi banyak aspek kehidupan manusia. Salah satunya dalam segi kesehatan dan yang terpenting madu ternyata dapat mencegah penyakit kanker lho!?

Benarkah demikian?

Ini lebih dari serius! Tapi ingat ya madu dapat mencegah penyakit kanker bukan mengobati kanker yang sudah terlanjur bersarang di tubuh seseorang. Mencegah dan mengobati adalah 2 hal yang berbeda.

Pakar kesehatan menyebut madu sebagai salah satu makanan yang dapat membantu mencegah datangnya kanker, hal ini dikarenakan kandungan antioksidan yang terdapat pada madu seperti: flavonoid, asam organik, dan senyawa fenolik yang dapat mencegah paparan radikal bebas dan stress oksidatif yang merupakan pemicu timbulnya beberapa jenis kanker.

Meskipun begitu, madu tentunya tetap bisa menghadirkan manfaat bagi pasien yang tengah menderita kanker, dengan kata lain madu dapat dijadikan suplemen pendukung dalam proses pengobatan yang dijalani penderita kanker.

Sebagaimana yang disebutkan  oleh dr. Ivan Hoesada selaku Ketua High Desert Indonesia (HDI) ini, beliau mengatakan madu berperan sebagai bahan alami yang kaya akan zat anti peradangan. Kandungan ini dapat menstimulasi sistem imun tubuh sehingga dapat bekerja  dengan lebih baik. Hal ini juga akan memberikan banyak manfaat kesehatan bagi penderika kanker.

Lantas, Manfaat apa yang dapat diberikan madu bagi mereka yang mengidap kanker? Untuk menjelaskan hal ini berikut uraian lengkapnya yang dilansir dari doktersehat.com (18/11/2019)

#1. Menurunkan efek samping dari proses kemoterapi atau radioterapi yang dijalani pengidap kanker

Madu mampu membuat sistem pertahanan tubuh meningkat, selain itu nutrisi yang terkandung di dalam madu dapat menekan pertumbuhan kanker sehingga sel-selnya tidak dapat berkembang atau berlipat ganda. Proses penyembuhan kanker juga akan berlangsung baik karena proses penyebaran sel kanker terhambat.

#2. Memperbaiki kondisi kesehatan penderita kanker

Sesuai saran yang dianjurkan dr. Hoesada, sekurang-kurangnya penderita kanker mengonsumsi madu sebanyak  3-4 kali dalam sehari dengan cara melarutkan 1 sendok madu dalam air putih.

Sebagaimana yang dialami salah satu pasien beliau, setelah rutin mengonsumsi madu setiap harinya, pasien tersebut mengalami perbaikan kondisi kesehatan. Sang pasien juga nampak jauh lebih bugar dan tidak menderita efek samping dari kemoterapi dan radioterapi yang telah dijalaninya selama 4 bulan terakhir.

Namun demikian, dr. Hoesada mengingatkan bahwa madu tidak dapat dikatakan sebagai obat karena sampai detik ini belum ada penelitian yang dapat membuktikan hal tersebut. Madu hanya akan menjadi suplemen dan pendukung terapi guna membantu proses penyembuhan kanker.

.   .   .

Jadi, bagaimana honey lover? Sekarang sudah semakin paham bukan bahwasanya madu bukan obat kanker? Perannya bagi penderita kanker adalah sebagai suplemen pendukung dalam proses pengobatan penyakit tersebut.

Bak kata pepatah “mencegah lebih baik dari pada mengobati”, selalu perhatikan asupan yang masuk ke tubuhmu ya honey lover, disamping menerapkan pola hidup sehat tentunya serta jangan sampai melewatkan untuk mengonsumsi madu setiap harinya.

Semoga bermanfaat!


Referensi:

  1. https://doktersehat.com/benarkah-madu-bisa-jadi-obat-kanker/
  2. https://doktersehat.com/manfaat-madu-untuk-kesehatan/

Tinggalkan Balasan