fbpx

info@dailyhoney.co.id

Yuk! Cari Tahu Bagaimana Caranya Lebah Bisa Menghasilkan Madu

Yuk! Cari Tahu Bagaimana Caranya Lebah Bisa Menghasilkan Madu

Alam adalah guru terbaik yang dapat memberikan kita pelajaran dan manfaat. Tak terkecuali  “lebah madu” sebagai permisalannya disini. Pembahasan mengenai lebah seolah gak ada habis-habisnya. Selain karena hewan kecil ini dikenal sebagai pekerja keras dan kelompok sosialnya yang kompleks,  lebah juga menghasilkan produk alami yang berkualitas tinggi. Itulah yang disebut dengan madu. Cairan super ajaib ini selain enak, juga memberikan manfaat yang luar biasa bagi tubuh.

Cara mengkonsumsinya pun juga bervariasi, bisa langsung diminum, diseduh dengan minuman lain, dicampur ke dalam makanan, diolah menjadi aneka produk, atau juga bisa diaplikasikan langsung ke bagian tubuh sebagai salah satu cara pengobatan luka maupun perawatan kulit.

Ternyata khasiat yang sedemikian banyak tersebut sebanding dengan proses yang dilalui lebah dalam memproduksi madu. Untuk bisa menghasilkan madu, lebah harus bekerja keras dan mengerahkan segenap kemampuan dan kerjasama tim yang patut diacungi jempol.

Penelitian ilmiah terkini mengungkapkan bahwa lebah harus menghisap nektar dari setidaknya 4 juta tangkai kuntum bunga untuk dapat menghasilkan setengah kilogram madu (wow!).

Nah, semakin penasaran ‘kan, bagaimana proses dan kronologi lebah dalam menghasilkan madu? Untuk itu, mari kita simak penjelasan lengkapnya sebagai berikut.

lebah pekerja
Gambar. Lebah pekerja yang sedang menghisap nektar tanaman untuk bahan pembuatan madu di dalam sarang (shutterstock.com)

Lebah hidup secara berkelompok yang disebut juga dengan koloni. Dalam satu koloni lebah, terdapat lebah pekerja yang jumlahnya paling banyak dan memiliki tugas yang banyak pula. Diantara lebah pekerja ada sejumlah lebah pencari makan dan penghasil madu. Mereka berdua inilah yang bertugas mencari, mengambil dan mengumpulkan nektar dari bunga-bunga.

Dalam mencari bunga yang akan dihisap nektarnya, lebah madu bisa menempuh jarak 2 km dari sarang, bahkan mungkin bisa lebih jauh dari itu, sekitar 14,4 km. Jika dijumlahkan, jarak penerbangan yang bisa ditempuh koloni madu seumur hidupnya hampir sama dengan 6 kali orbit atau lingkar bumi.

Untuk menentukan bunga mana yang harus mereka ambil nektarnya bukanlah pekerjaan mudah, lebah madu memiliki strategi khusus yang cukup rumit.

Apabila lebah sudah menentukan bunga yang akan dihisap nektarnya, maka mereka akan kembali kesarang dan memanggil kawanan lebah lain untuk menghisap nektar sebanyak yang mereka butuhkan.

Menurut penelitian, sewaktu lebah memandu kawanan lebah lain dimana mereka bisa menghisap nektar yang melimpah. Pada tahap ini juga lebah madu menggunakan teknik dan gerakan-gerakan tertentu dalam mengenali lokasi. Ajaibnya, dengan cara tersebut lebah tidak pernah tersesat meski menempuh jarak yang sangat jauh sekalipun (sekali lagi, wow!).

Lebah madu memiliki lidah panjang berbentuk tabung untuk mengambil nektar dari bunga. Selain itu lebah juga memiliki kantung yang berfungsi sebagai tempat menyimpan nektar. Bukan main, kapasitas kantung tersebut bisa untuk menampung sampai 1500 nektar bunga.

Kabar baiknya mungkin ya sebagai bentuk terima kasih lebah pada setiap bunga yang diambill nektarnya, lebah madu mengantarkan serbuk sari yang  dapat membantu proses pembuahan bunga-bunga tersebut. Wah! ternyata dalam proses membuat madu, lebah dan tanaman sama-sama diuntungkan ya.

Nektar yang dihisap oleh para lebah selanjutnya diekstrasi oleh lidah lebah madu, lalu disimpan ke dalam kantung yang terdapat diperutnya. Selagi terbang, nektar tercampur dengan enzim-enzim yang berfungsi memecah zat gula berupa disakarida (sukrosa) pada nektar menjadi bentuk yang lebih sederhana bernama monosakarida (fruktosa dan glukosa).

images (27)
Gambar. Lebah pekerja yang sedanga mengolah nektar menjadi madu (freepik.com)

Apabila kantung lebah sudah terisi penuh, mereka akan kembali ke sarang dan memindahkan nektar ke lebah lain dengan cara memuntahkannya ke mulut lebah tersebut, yang disebut dengan regurgitasi.

Hasil olahan nektar tersebut berikutnya diletakkan ke sarang dan dimatangkan secara alami disana. Pada prosesnya, nektar yang tadinya cair, dimana semula memiliki kadar air mencapai 70-80 % akan dikurangi seminimal mungkin untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Dengan bantuan enzim diastase dan juga kerja keras lebah mengipasi sarang menggunakan sayapnya untuk menjaga  suhu sarang,  sangat membantu  air menguap bertahap menjadi kental  bahkan kadar airnya berkurang drastis sampai di angka 18% saja.

Nah, cairan kental dengan zat gula yang disederhanakan ini lah yang disebut sebagai madu.

madu segar
Gambar. Madu segar yang dihasilkan oleh lebah (dailysabah.com)

Madu telah dikenal secara luas dan digunakan sejak ribuan tahun peradaban manusia. Selain karena rasanya yang manis dan enak, madu juga diketahui memiliki beragam manfaat untuk kesehatan dan diet. Selain mengghasilkan madu, lebah juga membantu menyerbuki tanaman buah yang selama ini sering kita konsumsi. Kepunahan spesies lebah pemadu bisa berakibat fatal bagi lingkungan ekosistem dan juga manusia.

Oleh karena itu, agar caranya lebah dapat terus menghasilkan madu yang berkualitas bagi kita, jagalah kelestarian lingkungan, terutama dari polusi udara dan memelihara ekosistem tanaman. Kita menjaga ekosistem lebah agar lebah memberi manfaat untuk kita.


Referensi:

*dikutip dari berbagai sumber, meliputi SainsMe.com, Bobo.id dan Live Science.

Tinggalkan Balasan