fbpx

info@dailyhoney.co.id

Rutin Mengkonsumsi Madu Ternyata Bisa Mencegah Berbagai Resiko Penyakit Kronis!

Rutin Mengkonsumsi Madu Ternyata Bisa Mencegah Berbagai Resiko Penyakit Kronis!

Salah satu kebiasaan buruk masyarakat Indonesia adalah seringkali tidak memperhatikan kandungan nutrisi dari makanan yang dikonsumsinya. Sehingga, banyak diantara kita yang lebih suka dengan makanan berlemak dan berkalori tinggi, meskipun dapat berefek buruk bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Apalagi kalau disertai dengan gaya hidup yang buruk lainnya, seperti jarang berolahraga.

Masalahnya, terlalu banyak menyantap makanan yang tidak sehat tersebut ternyata dapat meningkatkan kadar trigliserida atau lemak jahat dalam darah. Tingginya lemak pada darah dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius, seperti kolestrol, jatung koroner, kanker dan stroke.

Nah, kabar baiknya bahan makanan alami seperti madu memiliki kandungan senyawa yang dapat menurunkan kadar trigliserida, yaitu salah satu jenis lemak yang banyak ditemukan dalam darah dan dapat memicu penebalan pembuluh darah. Hal ini dikonfirmasi oleh penelitian yang dimuat dalam Journal of Medicinal Food membuktikan bahwa terdapat hubungan positif antara minum madu secara teratur dengan penurunan kadar trigliserida dalam darah.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa madu ternyata memang bisa memberikan manfaat kesehatan tersebut. Penelitian lain yang dilakukan di Islamic Establishment for Education yang ada di Dubai, Uni Emirat Arab, menyebutkan bahwa rutin mengonsumsi madu alami bisa membantu menurunkan kadar lemak di dalam darah. Bahkan, para partisipan yang mengkonsumsi 75 gram madu alami selama 15 hari mengalami penurunan kadar kolesterol total, kolesterol jahat, serta kadar trigliserida dengan signifikan (dikutip dari klikdokter.com).

Kandungan dalam madu yang disinyalir berperan dalam menurunkan kadar kolesterol dan lemak jahat ini adalah senyawa antioksidan. Antioksidan ini bekerja dengan cara menangkal radikal bebas penyebab stres oksidatif yang memicu berbagai penyakit kronis. Nah, bagaimana cara kerja dari zat antioksidan ini dalam melawan stres oksidatif tersebut? Mari kita simak penjelasan berikut.

Dikutip dari Saudi Journal of Biological Science yang dipublikasikan oleh King Saud University, Arab Saudi pada 2017 lalu memuat bahwa zat antioksidan pada madu dapat melawan peradangan, menurunkan resiko serangan jantung, pelemahan sistem syaraf, penuaan dini, dan beberapa jenis kanker.  

Kata “stres oksidatif” menyatakan ketidakseimbangan antara radikal bebas dan aktivitas perlidungan antioksidan (Bogdanov, et al. Honey for nutrition and health: a review. 2008). Antioksidan adalah elemen yang dapat mencegah reaksi oksidasi dari molekul lain. Oksidasi adalah sebuah reaksi biokimia yang menghasilkan radikal bebas dalam membentuk reaksi kimia yang dapat merusak sel-sel, jaringan dan fungsi fisiologis pada umumnya.

madu lebah
Gambar. Madu mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat menangkal berbagai penyakit kronis, biasanya semakin gelap warna madu semakin tinggi kandungan antioksidannya (shutterstock.com)

Antioksidan seperti vitamin C memutus ikatan reaksi untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Untuk menyeimbangkan kondisi oksidatif, tubuh manusia mempertahankan sistem kompleks dari antioksidan yang saling tumpang-tindih. Makanan yang mengandung antioksidan telah terbukti menunjukkan adanya peningkatan kesehatan. Telah banyak literatur yang menyatakan bahwa madu mengandung agen antioksidan potensial.

Seperti halnya antioksidan, madu memiliki sifat aktif dalam melawan kondisi klinis seperti gangguan radang tenggorokan, penyakit jantung koroner, pelemahan sistem syaraf, proses penuaan dan kanker. Adanya aktivitas senyawa fenol dalam madu memberikan sifat antioksidan (Kishore et al. Tualang honey has higher phenolic content and greater radical scavenging activity compared with other honey sources. 2011).

Peran fenol pada madu dari satu jenis tanaman (monofloral) terhadap membran sel darah merah manusia melawan kerusakan oksidatif. Hasilnya menunjukkan bahwa madu dapat menekan kerusakan oksidatif sel darah merah yang paling mungkin karena perpaduannya dengan membran sel dan kemampuannya untuk memasuki dan mencapai pada kitosol. Madu mengandung antioksidan yang cocok yang bertanggung jawab untuk aktivitas biologis, mempertahankan dan meningkatkan fungsi sela darah merah (Alvarez-Suarez et al. Phenolics from monofloral honeys protect human erythrocyte membranes against oxidative damage. Food Chem. Toxicol. 2012).

Madu mengandung senyawa antioksidan potensial (seperti fenol, flavonoid, vitamin C dan asam organik) yang dapat melindungi tubuh kita dengan cara  menghalangi reaksi kimia pembentukan radikal bebas yang dapat merusak sel, jaringan dan fungsi-fungsi tubuh (stres oksidasi).

Kandungan antioksidan pada madu bisa bervariasi tergantung dari kondisi wilayah atau sumber bunga tempat nektarnya diambil oleh lebah. Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan telah terbukti dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Lebih lanjut, dijelaskan bahwa senyawa fenol dalam antioksidan dari madu menguatkan membran sel darah merah untuk melawan dampak kerusakan oleh radikal bebas.

Madu mengandung antioksidan yang cocok untuk meningkatkan aktivitas bologis, pertahanan dan peningkatan fungsi sel darah merah. Penangkalan terhadap radikal bebas dan penguatan fungsi sel darah merah terbukti dapat mempengaruhi kondisi klinis, seperti menurunkan kadar kolesterol dalam darah, melawan peradangan akibat komplikasi atau luka, menurunkan resiko serangan jantung, stroke, gejala penuaan dan beberapa jenis kanker.

Selain itu, mengkonsumsi madu secara rutin juga dapat memberikan manfaat lainnya berkaitan dengan peran antioksidan ini. Dikutip dari vivahealth.com, berikut ini adalah manfaat lain dari kandungan antioksidan pada madu.

Membantu menurunkan tekanan darah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, terlalu sering mengkonsumsi makanan olahan yang tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan resiko penyakit, seperti hipertensi, diabetes dan berbagai komplikasinya. Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan salah satu faktor resiko dari kebanyakan kasus penyakit jantung. Kandungan antioksidan dalam madu telah terbukti melalui berbagi penelitian dapat menurunkan tekanan darah dan bahkan menguatkan fungsi sel darah merah..

Memperbaiki kadar kolesterol dalam darah

Kadar kolesterol LDL (low density lipoprotein) yang tinggi juga dapat meningkatakan resiko terjadinya penyakit jantung. Penumpukan lemak pada pembuluh darah arteri dapat menyebabkan terjadinya penyakit kronis, seperti serangan jantung dan stroke. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa madu dapat memperbaiki kadar kolesterol dalam darah. Madu dapat menurunkan kolesterol total dan kolesterol LDL serta meningkatkan kadar kolesterol HDL (high density lipoprotein).

Menurunkan kadar trigliserida dalam darah

Trigliserida merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko utama terjadinya serangan jantung. Kadar trigliserida dapat meningkat ketika mengkonsumsi makanan yang tinggi gula dan karbohidrat olahan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi madu secara rutin dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

Meningkatkan kesehatan organ jantung

Madu memiliki kandungan senyawa antioksidan yang tinggi, seperti fenol dan flavonoid. Senyawa-senyawa tersebut dapat memperlebar pembuluh darah arteri di jantung, dan membantu mencegah terjadinya pembekuan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Mencegah dan membantu penyembuhan kanker

Kemampuan madu dalam memberikan perlindungan terhadap kanker pernah dujicobakan pada tikus yang diinisiasi dengan sel kanker payudara. Pada keadaan kanker, terjadi peningkatan kadar peroksida lemak dan penurunan antioksidan. Tikus tersebut kemudian diberi ramuan Kalpaamruthaa yang kandungan utamanya berisi madu dan zat anti-kanker lainnya, untuk melihat reaksinya dalam menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

Hasilnya, dengan pemberian ramuan yang mengandung madu pada tikus tersebut terjadi penurunan kadar peroksida lemak dann peningkatan kadar antioksidan yang menjadi perlindungan efektif terhadap pertumbuhan sel kanker payudara (Penelitian Veena et. Al., 2007, dikutip dari blem.co: khasiat madu berdasarkan fakta ilmiah).

.     .     .

Selain dengan mengonsumsi madu, untuk menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol dan gula darah, tentunya juga harus dibarengi dengan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Misalnya, dengan mulai berolahraga secara rutin setiap hari, tidak perlu yang berat-berat, bisa dengan latihan ringan di rumah atau dengan berjalan santai, yang penting konsisten.

Selain itu, kita juga sebaiknya mengubah pola makan menjadi lebih sehat, khususnya dalam hal mengonsumsi serat dengan lebih banyak dan menurunkan makanan berlemak. Serat ternyata bisa membantu menurunkan kolesterol dalam tubuh dengan efektif.

Beberapa cara lain yang bisa kita lakukan demi menurunkan kolesterol adalah dengan berhenti merokok, menjaga berat badan tetap ideal, menurunkan konsumsi alkohol. Namun, jika kadar kolesterol dalam darah sudah mulai membahayakan, ada baiknya mengkonsultasikannya dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.


Referensi:

  1. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Madu
  2. https://www.alodokter.com/manfaat-madu-ditinjau-dari-sisi-medis
  3. https://vivahelath.co.id/article/detail/12292/apakah-manfaat-madu-bagi-kesehatan
  4. https://www.blem.co/read/2017/11/18/7602/khasiat-madu-berdasarkan-fakta-ilmiah/
  5. Saudi Journal of Biological Sciences. Role of honey in modern medicine, Vol. 24 (2017) 975-978, diakses pada laman jurnal http://sciencedirect.com

Tinggalkan Balasan