fbpx

info@dailyhoney.co.id

Yuk! Kenali Bagaimana Karakteristik Fisik dari Madu Asli

Yuk! Kenali Bagaimana Karakteristik Fisik dari Madu Asli

Yuk! Kenali Bagaimana Karakeristik Fisik dari Madu Asli — Pada saat seseorang memintamu menggambarkan fisik madu dalam bentuk kata-kata, apa yang akan kamu katakan? Mungkin tidak lebih seperti cairan kental, mirip sirup, sangat manis, dan enak, bukan?

Nah, selain yang dailyhoney sebutkan diatas, ternyata madu memiliki karakteristik fisik yang tentu saja orang awan seperti kita tidak akan tahu karena hanya orang yang ahli di bidang terkait yang bisa mengetahuinya dengan detail.

Hmm.. jadi penasaran bukan? Yuk, mari kita simak penejalasan berikut ini.

Sifat Higroskopis

Bersifat higroskopis maksudnya adalah kemampuan suatu bahan dalam menarik air dari udara yang ada disekitarnya hingga mencapai kesetimbangan.

Sifat higroskopis pada madu disebabkan kerena madu adalah larutan gula yang supersaturated solution atau lewat juga serta tidak stabil.

Kebanyakan madu di Indonesia memiliki kadar air yang tinggi dengan temperatur yang relatif tinggi dikarenakan kelembaban relatif udara (RH) yang tergolong tinggi yakni 60-90 persen. Sehingga, madu jadi mudah encer dan terfermentasi.

Tekanan Osmosis

Madu dikatakan medium hiperormotik karena madu merupakan larutan lewat jenuh dari karbonhidrat.

Lebih kurang 84 persen padatan pada madu merupakan kombinasi dari monosakarida, yaitu fruktosa dan glukosa. Apabila 5 organisme bersel satu menyusup ke dalamĀ  medium hiperosmotik ini, maka organsisme itu bisa terbunuh disebabkan kehilangan cairan tubuh karen perbedaan tekanan osmosis yang besar.

Lebih jauh interaksi yang kuat diantara molekul-molekul gula danĀ  molekul air mengakibatkan ketersedian air yang sangat terbatas bagi mikroba. Tekanan osmosis dalam madu lebih besar dari 2.000 miliosmos.

Kadar Air

Kualitas madu secara langsung ditentukan oleh kadar air yang terkandung pada madu tersebut. Apabila kadar airnya tinggi maka kualitas madu tersebut rendah. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualita madu antara lain iklim, pengelolaan sewaktu panen, dan jenis nektar yang dihisap lebah madu.

Nektar yang dimatangkan oleh lebah menghasilkan air pada sisiran madu. Konsentrasinya bergantung pada berbagai faktor yang bisa mempengaruhi proses pematangan madu, yakni kondisi cuaca, kadar air awal nektar, laju sekresi dan kekuatan koloni lebah.*

Semoga bermanfaat.


*) Dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan