fbpx

info@dailyhoney.co.id

Yuk, Kenali Perbedaan Antara Madu Apis dan Madu Trigona!

Yuk, Kenali Perbedaan Antara Madu Apis dan Madu Trigona!

Selama ini mungkin banyak diantara kita yang berpikir bahwa semua madu itu sama saja. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa madu yang dihasilkan lebah itu ada banyak jenisnya, tergantung darimana sumber nektarnya berasal dan jenis lebah yang memproduksinya. Sejauh ini, ada sekitar 9 atau 10 spesies lebah madu yang ada di dunia. Salah satunya yang paling populer dibudidayakan adalah lebah jenis Apis mellifera dan Apis dorsata.

Selain dari madu hutan dan madu ternak, ada satu lagi jenis madu yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat yang hidup di wilayah beriklim tropis, seperti di Indonesia. Lebah ini memiliki nama ilmiah Trigona spp atau umum dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai tewel (Sunda), klenceng atau lanceng (Jawa), dan galo-galo (Minang). Di pasaran, madu yang dihasilkan oleh lebah ini disebut juga dengan madu klenceng atau kelulut.

Sayangnya, madu klenceng ini masih kurang populer dikonsumsi oleh msyarakat luas karena rasanya yang agak berbeda dengan madu pada umumnya. Dan tentu saja, selain karena madu dari lebah ini masih sedikit dibudidayakan di Indonesia.

Dilansir dari kompasiana (17/12/13), menurut salah seorang peneliti lebah di Universitas Indonesia, Muhamad Sahlan, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan lebah jenis ini, karena mudah untuk diternak, modal usaha yang murah dan banyak sekali produk yang dihasilkannya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah perbandingan antara madu Trigona dan madu Apis diilhat dari berbagai aspek.


Trigona vs Apis

Layanan Tanya Jawab Petani, Nelayan, Gembala
Gambar. Perbandingan lebah Apis dan lebah Trigona (pinterest.com)

Ukuran Tubuh dan Sifat Fisik

Berbeda dengan lebah Apis pada umumnya, ukuran badan lebah Trigona cenderung lebih kecil. Bentuk fisiknya relatif lebih kecil dari lalat, tapi masih lebih besar dari nyamuk.

Lebah Apis, terutama lebah hutan (Apis dorsata) berukuran lebih besar dari lebah madu pada umumnya dan cenderung lebih ganas dan liar, sehingga sulit dibudidayakan. Sedangkan, Apis mellifera cenderung lebih jinak dan gampang dibudidayakan, karena meskipun memiliki sengat, namun sengatnya tidak berbahaya bagi peternak lebah. Beda halnya dengan lebah Trigona, yang tidak memiliki sengat sama sekali, sehingga jauh lebih gampang diternakkan.

Bentuk Sarang dan Koloni

Lebah Trigona biasanya membuat koloni di bekas-bekas bambu yang tidak terpakai, di batang-batang pohon yang sudah rapuh, serta banyak ditemukan di daerah yang dekat dengan hutan atau kebun-kebun yang luas. Biasanya, ada di rumah-rumah yang umumnya terbuat dari kayu.

Sedangkan di alam bebas, Trigona biasa bersarang di beberapa tempat. Mulai di ruas-ruas batang bambu kering, batang pohon berlubang, plafon, dan dinding rumah kayu, rongga pada paku tiang, celah-celah batu, panir kayu di tanah, sarang rayap, dan sarang semut.

Jumlah koloni lebah Trigona biasanya tidak sebanyak lebah Apis, dan sarang-sarang mereka buat juga tidak besar. Selain itu, koloni lebah tanpa sengat ini juga cenderung lebih jarang berpindah-pindah tempat, terlebih migrasi ke tempat lain. Itulah penyebab satu koloni yang sudah membangun sarang di suatu tempat, kemungkinan besar tak akan beralih meninggalkan sarang mereka.

Berbeda dengan lebah Apis mellifera yang biasa meninggalkan sarang mereka ketika ketersediaan pakan tidak lagi mencukupi kebutuhan koloni, maka mereka akan berpindah tempat mencari sumber pakan baru.

Karakteristik Madu yang Dihasilkan

Menurut Muhammad Sahlan, lebah Trigona menghasilkan madu yang relatif lebih asam dibandingkan dengan madu biasa. Lebah ini menghasilkan bahan baku propolis yang banyak apabila dibandingkan dengan ukuran sarang dan madunya. Bahan baku propolis dari lebah ini juga mudah untuk dipanen dan bisa dipanen kapan saja tanpa harus mengikuti musim pakan berbunga. Kandungan propolis dari bagian luar disekitar koloni lebah berwarna hitam dan keras, sedangkan bagian bahan propolis pembungkus madu berwarna coklat kehitaman dan lunak.

Ketika lebah Trigona memproduksi madu, maka bahan baku propolis dari tempat madu diproduksi lebih banyak dibandingkan dengan propolis luar. Begitu pun sebaliknya, kandungan propolis dari bagian luar lebih tinggi sekitar 67% dibandingkan kandungan propolis pembungkus madu.

Selain madu dan propolis, lebah Trigona ini juga menghasilkan bee pollen, padatan berwarna kuning yang berada disekitar madu. Rasa dari pollen ini sedikit asam, namun tidak seasam rasa madunya. Selama ini, produk ini jarang sekali dimanfaatkan karena kesulitan untuk memisahkannya dengan lilin lebah. Sementara itu, produk lain seperti royal jelly dan racun, belum begitu menjadi andalan lebah in seperti halnya pada lebah ternak (Apis mellifera).

Berbeda dengan jenis apis yang hanya akan berbunga di musim kembang karena ketersediaan pakan, produksi lebah madu Trigona tak akan berhenti bahkan pada masa paceklik sekalipun. Sebab, ukuran tubuh yang kecil membuat para lebah pekerjanya dapat menjangkau nektar bunga yang tak dapat diisap oleh lebah jenis Apis yang besar. Sehingga tanpa henti, serbuk sari dan nektar tersebut bakal menjadi bekal kelangsungan hidup para koloni tersebut. Di antara sumber pakan lebah Trigona ini adalah bunga kelapa, akasia, kaliandra, dan bunga pada tumbuhan liar sekalipun.

Selain itu, mutu madu yang dihasilkan, baik oleh lebah hutan, lebah ternak dan lebah Trigona ini juga telah diatur secara nasional dalam SNI terbaru 2018. Untuk perbandingan mutu madu madunya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

sayarat mutu madu - SNI
Gambar. Perbandingan mutu madu lebah Apis dan Trigona (SNI 2018)

Peluang Pasar Budidaya Lebah Trigona

Peluang lebah Trigona atau kelulut untuk dibudidayakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat, dinilai lebih baik dibanding lebah jenis Apis. Salah satu alasannya adalah karena abdomen (perut) si ratu kelulut yang sangat besar, sehingga menyebabkan dia kesulitan terbang dan berpindah-pindah tempat, terlebih migrasi ke sarang lain. Itulah penyebabnya mengapa ketika satu koloni yang sudah membangun sarang di suatu tempat, kemungkinan akan menetap disitu sampai seterusnya.

Salah satu daerah yang saat ini intensif mengembangkan lebah jenis Trigona ini adalah Lombok Barat, Lombok Timur dan Lombok Utara. Ada sekitar 100.000 stuf yang tersebar di seluruh pulau Lombok. Bahkan, peternak dari Kab. Lombok Barat biasanya membuat jus pollen dari lebah ini. Selain enak dan digemari masyarakat, minuman ini memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan berkhasiat bagi kesehatan tubuh.

Manfaat Dan Kandungan Madu Trigona Yang Wajib Kamu Ketahui
Gambar. Lebah Trigona spp atau kelulut yang sedang berkumpul di sarang (via rumahmaduindonesia.com)

Meskipun lebah ini telah dikenal secara luas oleh masyarakat, akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum tahu cara membudidayakannya dan bahkan tak jarang (bagi mereka yang tidak tahu) keberadaannya dianggap sebagai pengganggu, dan diusis dengan berbagai cara agar tak kembali lagi. Sehingga, sejauh ini pasar budidaya lebah Trigona ini masih kalah jauh dibanding lebah Apis.

Padahal, sebenarnya jenis lebah ini sangat bagus sekali kalau diternakkan apalagi dengan beberapa keistimewaannya. Lebah Trigona atau kelulut termasuk hewan yang mudah diternakkan karena lebah ini dikenal tidak memiliki sengat. Selain itu, produktivitas propolisnya juga tinggi, tahan dari hama dan penyakit, dan tidak kenal masa paceklik. Luar biasa, bukan?


Referensi:

  1. https://www.kompasiana.com/amp/sahlan-bee-protection/mengenal-lebih-dekat-produkproduk-lebah-madu-trigona_552817f56ea834b62e8b457a
  2. https://kaltim.prokal.co/read/news/107429-mengenal-madu-trigona-vs-apis

Tinggalkan Balasan