fbpx

info@dailyhoney.co.id

Yuk! Ketahui Apa Saja Jenis Lebah Yang Umum Dibudidayakan di Dunia

Yuk! Ketahui Apa Saja Jenis Lebah Yang Umum Dibudidayakan di Dunia

Yuk! Ketahui Apa Saja Jenis Lebah Yang Dapat Dibudidayakan Setiap orang pasti mengenal seranga kecil bernama lebah yang biasa menghinggapi bunga tanaman untuk diambil nektarnya, bukan?

Secara biologi, lebah merupakan kelompok serangga dari suku/famili Apidae (serangga bersayap selaput) yang biasanya hidup secara berkolompok  atau membentuk koloni, meskipun tidak semuanya demikian. Spesies pebah dapat ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika. Selain itu, lebah juga dikenal karena menghasilkan madu, cairan manis alami dari bahan nektar yang beraroma khas.

Akan tetapi, apakah semua spesies lebah menghasilkan madu?

Ternyata Gak Semua Lebah Menghasilkan Madu, Lho!?

Sebagai pengetahuan saja, ada sekitar 20.000 spesies lebah yang ada di dunia dan diantaranya hanya 9 spesies saja yang diketahui dapat menghasilkan madu. Dan 8 dari 9 spesies lebah madu tersebut ternyata ada di Indoesia, lho! Dari ke-8 spesies lebah madu tersebut hanya satu jenis saja yang merupakan jenis introduksi (bukan hewan asli Indonesia), yaitu jenis Apis melllifera yang berasal dari Eropa.

Akan tetapi, budidaya lebah madu di Indoensia madih belum begitu populer meskipun secara ekonomi dan potensi alamnya sangat menjanjikan.  Hal ini terlihat dari hasil prosduksi lebah madu negara kita masih kalah dengan beberapa negara tetanga kita di Asia tenggara lainnya, seperti Malaysia dan Filipina.

Asia Tenggara dan Asia Selatan memang sudah lama diketahui sebagai habitat asal (center of origin) dari lebah penghasil madu. Lebah madu merupakan jenis lebah yang paling umum dibudidayakan oleh manusia karena menghasilkan produk yang bernilai ekonomi tinggi — seperti madu, propolis, lilin lebah, pollen, dan royal jelly — tentunya.

Pada umumnya, jenis lebah madu yang dibudidayakan oleh peternak lebah di Indonesia hanya ada 4 jenis, yaitu Apis dorsata (lebah madu raksasa), Apis mellifera (lebah madu barat), Apis florea (lebah madu kerdil), dan Apis cerana (lebah madu timur). Selain itu, ada 5 jenis lebah penghasil madu lainnya yang tidak umum dibudidayakan, seperti Apis koschevnikovi (lebah madu merah), Apis andreniformis (lebah madu hitam), Apis nigrocicncta (lebah madu lokal Sulawesi), Apis nuluensis (lebah madu lokal Kalimantan) dan Apis laboriosa.

Baca juga: Apa Saja ya Spesies Lebah Madu yang Ada di Indonesia?

Dengan ditemukannya dua spesies baru (Apis nigrocicncta dan Apis nuluensis), jadi jenis lebah penghasil madu yang telah diketahui sejauh ini total ada sembilan.

#1. Apis mellifera (lebah madu Eropa)

apis mellifera
Gambar. Apis mellifera (shutterstock.com)

Jenis lebah ini adalah favorit para peternak lebah dan yang paling banyak dibudidayakan di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan lebah ini memiliki kemampuan beradaptasi dan daya tahan iklim yang baik, sehingga menarik minat banyak petani madu untuk membudidayakannya.

Nilai produksinya juga yang paling bagus diantara jenis lebah lainya, dimana satu koloni bisa mencapai 35-40 kg per tahun. Lebah ini aslinya berasal dari Eropa dan kemudian menyebar ke seluruh dunia sejak peternakan lebah modern mulai populer pada abad ke-19. Hingga kini terdapat beberapa sub jenis Apis mellifera yang populer untuk diternakkan, seperti Apis mellifera mellifera, Apis mellifera lingustica, Apis mellifera carnica, Apis mellifera caucasia, dan Apis mellifera lehzen.

Di Indonesia sendiri pembudidayaan lebah Apis mellifera dapat ditemukan di hampir setiap pulau besar.

#2. Apis cerana (lebah madu timur)

apis cerana
Gambar. Apis cerana (shutterstock.com)

Lebah ini terutama tersebar di wilayah Asia Selatan dan Tenggara dan paling banyak dijumpai di Indonesia, Afganistan, Cina dan Jepang. Lebah jenis termasuk lebah yang sangat mudah diternak sehingga dapat dibudidayakan secara tradisional maupun modern di dalam kotak yang dapat dipindah-pindahkan.

Dalam satu kotak ternak lebah, dapat dipanen sebanyak 3 kali dengan produksi madu sekitar 2-5 kg per tahun. Dibandingkan dengan Apis mellifera, lebah jenis ini dinilai kurang produktif, sedikit ganas walaupun tidak mematikan, dan butuh upaya lebih untuk membudidayakannya.

#3. Apis dorsata (lebah madu raksasa)

Image of giant honey bee(Apis dorsata) on yellow flower collects
Gambar. Apis dorsata (shutterstock.com)

Lebah berwarna hitam ini dapat tinggal di daratan dengan ketinggian 0-1000 meter dpl dan hanya berkembang di kawasan sub tropis dan tropis di Asia Tenggara dan Asia Selatan, seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, India dan Nepal. Khusus di Indonesia, lebah ini tersebar di seluruh hutan, kecuali Papu dan juga dikenal dengan berbagai nama lokal, seperti Tawon Gung (Jawa), Odeng (Sunda) dan Lebah Sialang (Kalimantan).

Lebah ini masih sulit dibudidayakan dikarenakan sifatnya yang agresif dan masih hidup secara liar di hutan-hutan. Selain berukuran lebih besar dibanding jenis lain, sengatan lebah ini juga berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Sarang lebah ini biasa ditemukan tergantung di cabang pohon, loteng atau bukit batu yang terjal. Sehingga, pengambilan madu dari lebah ini pastinya juga sulit dan menantang.

Pada satu pohon tempat sarang lebah ini, bisa terdapat sekitar  5 – 10 koloni. Produk utama Apis dorsata adalah madu dan malam dengan produksi madu mencapai 10 -20 kg per koloni per panen. Bahkan, dari sarang yang besar produksinya bisa mencapai 30 kg. Madu yang dihasilkan dari lebah jenis ini dinamakan madu hutan. Madu hutan biasanya memiliki kandungan air yang tinggi karena sumber nektarnya yang multifloral dan kelembapan udara hutan di Indonesia yang cukup tinggi, sehingga madu ini kurang laku di pasaran. Contoh madu hutan yang terkenal di Indonesia adalah madu hutan Flores, NTT.

Untuk mengurangi kemungkinan punahnya keberadaan lebah jenis Apis dorsata ini, disarankan untuk melakukan pemanenan madu hutan lestari, yaitu sarang madu diambil sebagian, sehingga koloni lebah dapat mengembangkan sarangnya kemudian hari.

#4. Apis koschevnikovi (lebah madu merah)

Apis koschevnikovi
Gambar. Apis koschevnikovi (pexels.com)

Seperti namanya, lebah ini memiliki tubuh dengan warna merah mencolok. Lebah madu merah ini merupakan jenis lebah madu yang hanya berasal dari Indonesia (mencakup pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan) dan juga Malaysia. Namun, saat ini keberadaan lebah ini sudah mulai langka, terutama di pulau Jawa dikarenakan kerusakan habitat alami mereka.

#5. Apis andreniformis (lebah madu hitam)

black bee
Gambar. Apis andreniformis (vektorstock.com)

Lebah madu ini adalah hewan asli Asia tropis dan subtropis termasuk Cina bagian tenggara, India, Burma, Laos, Vietnam, Malaysia, Indonesia dan Filipina. Di Indonesia, jenis lebah ini ditemukan di Jawa dan Kalimantan, namun keberadaan lebah yang satu ini mulai sulit ditemukan.

#6. Apis nigrocincta (lebah madu Sulawesi)

Apis Nigrocincta- busy.org
Gambar. Apis nigrocincta (busy.org)

Selain kelima spesies lebah madu di atas, baru-baru ini ditemukan lagi spesies baru lebah madu yaitu, Apis nigrocincta di Sulawesi dan Apis nuluensis di Kalimantan. Lebah jenis Apis nigrocicnta ini hanya ditemukan di Indonesia (Sulawesi) dan Filipina saja (kepulauan Sangihe). Lebah jenis ini cenderung hidup berkelompok dan jarang berpindah tempat. Dalam sehari, ratu lebah jenis Apis nigrocincta ini bisa menghasilkan hingga 2000 telur.

#7. Apis nuluensis (lebah madu Kalim antan)

Apis Nuluensis
Gambar. Apis nuluensis (pixabay.com)

Sesuai namanya, lebah Apis nuluensis merupakan spesies lebah yang baru-baru ini ditemukan di Indonesia, khususnya pulau Kalimantan. Sehingga sering juga disebut dengan lebah madu lokal Kalimantan. Spesies lebah Kalimantan ini masih belum dapat dibudidayakan oleh petani lebah lokal, karena selain memang baru ditemukan, tidak banyak yang diketahui dari lebah jenis ini.

#8. Apis florea (lebah madu kerdil)

Apis Florea
Gambar. Apis florea (shutterstock.com)

Seperti namanya, lebah satu ini merupakan lebah madu yang memiliki ukuran paling kecil dibandingkan jenis lebah madu yang lain.

Lebah yang dapat ditemukan di Indonesia, Oman, Iran dan India ini termasuk lebah liar yang tidak biasa dibudidayakan. Produktivitas madunya juga relatif kecil, yaotu hanya sekitar 1-3 kg per koloni per tahunnya. Di pasaran lokal, produk dari jenis lebah ini dikenal sebagai madu lanceng.

#9. Apis laboriosa (lebah Himalaya)

apis himalaya
Gambar. Apis laboriosa (shutterstock.com)

Lebah jenis ini hanya terdapat di pegunungan Himalaya pada ketinggian lebih tinggi dari 1.200 meter dpl (di atas permukaan laut). Informasi tentang jenis lebah madu ini juga masih sangat terbatas.

.   .   .

Nah, itulah dia kesembilan spesies lebah penghasil madu yang sejauh ini diketahui, baik yang umum dibudidayakan maupun yang tidak. Jadi, ternyata tidak semua lebah dapat menghasilkan madu, dan hanya beberapa spesies saja di alam yang bisa, dan itupun juga tidak semua dapat dibudidayakan.

Sejauh ini, madu murni dinilai merupakan produk hewani yang bernilai gizi tinggi, sehingga per 100 gramnya dihargai cukup tinggi di pasaran. Selain itu, Indonesia sebenarnya juga cukup berpotensi untuk menjadi negara penghasil madu terbesar di Asia Tenggara (kalau tidak di dunia), karena hampir semua spesies lebah madu terdapat di alam Indonesia dan kekayaan floranya yang juga mendukung.

Nah, bagaimana? Apakah kamu mulai tertarik untuk mencoba peruntungan sebagai petani lebah lokal di Indonesia?


Referensi:

  1. https://www.indonesiana.id/read/128733/inilah-jenis-lebah-penghasil-madu
  2. https://www.baktikunegeriku.com/article/id/5e3791a1487443e36e8c7f58
  3. https://www.google.com/amp/s/www.idntimes.com/science/discovery/amp/ineu-nursetiawati/7-spesies-lebah-penghasil-madu-kamu-harus-tahu-exp-c1c2
  4. https://www.maduqueenbee.com/bee-knowledge/mengenal-lebah-madu-koloninya

Tinggalkan Balasan